Pengaruh pemberian sediaan pegagan (Centella asiatica (L) urban) terhadap histologis neuron otak tikus (Rattus norvegicus) yang mengalami nekrosis

Kumalasari, Hasnia Prihna (2012) Pengaruh pemberian sediaan pegagan (Centella asiatica (L) urban) terhadap histologis neuron otak tikus (Rattus norvegicus) yang mengalami nekrosis. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
07620024_Pendahuluan.pdf

Download (128kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
07620024_Indonesia.pdf

Download (7kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
07620024_Inggris.pdf

Download (7kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
07620024_Arab.pdf

Download (41kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
07620024_Bab_1.pdf

Download (231kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
07620024_Bab_2.pdf

Download (538kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
07620024_Bab_3.pdf

Download (196kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
07620024_Bab_4.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
07620024_Bab_5.pdf

Download (155kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
07620024_Daftar_Pustaka.pdf

Download (64kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Appendices)
07620024_Lampiran.pdf

Download (151kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah sediaan yang diolah secara tradisional mampu memperbaiki histologis neuron otak yang mengalami nekrosis dibandingkan dengan ekstrak pegagan yang telah diteliti secara ilmiah.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri atas 2 faktor dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama dalam penelitian ini adalah sediaan daun pegagan yang terdiri atas 3 bentuk sediaan yaitu bentuk ekstrak, air rebusan dan segar. Faktor kedua adalah lama pemberian sediaan daun pegagan (28 hari dan 42 hari). Perlakuan dalam penelitian adalah tikus tanpa perlakuan (kontrol negatif) , tikus nekrosis tanpa pemberian pegagan (kontrol positif), tikus nekrosis yang diberi ekstrak pegagan selama 28 dan 42 hari, tikus nekrosis yang diberi pegagan segar selama 28 dan 42 hari dan tikus nekrosis yang diberi air rebusan pegagan selama 28 dan 42 hari. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA Two Way. Apabila analisis menunjukkan pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNJ
1%.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian berbagai bentuk sediaan pegagan (Centella asiatica (l.) Urban) mampu meningkatkan jumlah sel piramid dan neuroglia pada cerebrum dan hippocampus tikus (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan. Sedangkan untuk lama pemberian pegagan dan interaksi antara bentuk sediaan pegagan dan lama pemberian tidak berpengaruh terhadap ganbaran histologis neuron otak tikus khususnya sel piramid dan neuroglia pada cerebrum dan hippocampus tikus (Rattus norvegicus).

ENGLISH:

The purpose of this study was to determine whether stocks are processed traditionally capable of repairing histologic brain neurons that get necrosis compared with gotu kola extracts that have been studied scientified.

This study is an experimental study using completely randomized design (CRD) factorial pattern consisting of two factors with three replications. The first factor in this study is the preparation of gotu kola leaf consisting of three of the dosage form is the form of extracts, boiled water and fresh. The second factor is the duration of administration dosage of gotu kola leaf (28 days and 42 days). Treatment in the study were mice without treatment (negative control), rats without necrosis of gotu kola (positive control), rats fed extracts of Centella asiatica necrosis for 28 and 42 days, mice fed Centella asiatica fresh necrosis for 28 and 42 days and rats fed necrosis gotu kola boiling water for 28 and 42 days. The data obtained were analyzed using ANOVA Two Way. If the analysis shows the real effect, then continued with the test BNJ 1%.

The results of this study indicate that administration of various dosage forms of gotu kola (Centella asiatica (L.) Urban) was able to increase the number of pyramids and neuroglia cells in the cerebrum and hippocampus of rats (Rattus norvegicus) induced aloksan. As for the duration of gotu kola and interactions between gotu kola dosage forms and duration of administration had no effect on rat brain neurons ganbaran particularly histologically pyramids and neuroglia cells in the cerebrum and hippocampus of rats (Rattus norvegicus).

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Muchtaromah, Bayyinatul and Abidin, Munirul
Keywords: pegagan (Centella asiatica (L.) Urban); nekrosis neuron otak; histologi otak; gotu kola (Centella asiatica (L.) Urban); necrosis of brain neurons; brain histology
Subjects: 06 BIOLOGICAL SCIENCES > 0608 Zoology > 060807 Animal Structure and Function
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Biologi
Location: 060807
Depositing User: Imam Rohmanu
Date Deposited: 07 Jun 2016 13:25
Last Modified: 07 Jun 2016 13:25
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/2665

Actions (login required)

View Item View Item