Sholahudin, Ade (2021) Inkonsistensi harga secara sepihak dalam jual beli sayuran di Desa Batursari Sirampog. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
|
Text (Fulltext)
17220149.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (2MB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK
Jual beli adalah suatu perjanjian tukar menukar barang dengan barang atau uang dengan barang. Jual beli dapat dikatakan sah atau tidaknya tergantung pada terpenuhinya rukun dan syarat pada akad. Di masyarakat sering kali dalam praktek jual beli kurang memperhatikan aturan hukum. Seperti dalam praktek jual beli yang terjadi di desa Batursari Sirampog Brebes, dimana terdapat kasus jual beli sayuran dalam prakteknya pihak petani yang melakukan perjanjian jual beli dengan pembeli (tengkulak) yang melakukan kesepakatan penentuan harga sayuran di awal namun pelunasan dilakukan di akhir. Yang terjadi bahwa salah satu pelaku akad pembeli (tengkulak) tidak melunasi pembayaran yang tidak sesuai dengan akad awal.
Penelitian ini adalah jenis penelitian yuridis empiris dan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, wawancara, dan observasi, sedangkan pola pikir yang digunakan adalah induktif yaitu mengemukakan fakta-fakta atau kenyataan dari hasil penelitian jual beli sayuran yang ada di lapangan, kemudian diteliti dengan menggunakan tinjauan Hukum Islam dan KUH Perdata.
Hasil yang didapatkan dari lapangan adalah terjadinya praktik inkonsistensi harga secara sepihak dalam jual beli sayuran yang dilakuakn tengkulak kepada petani, dilakukan dengan merubah harga yang tidak sesuai dengan akad awal. Kemudian ditinjau dari hukum Islam dan KUHP Perdata perubahan harga secara sepihak yang dilakukan oleh tengkulak kepada petani itu tidak sesuai dengan syar‟i dan melanggar peraturan undang undang hukum Perdata. Perubahan harga secara sepihak oleh tengkulak dalam jual beli sayur-mayur di Desa Batursari Sirampog Brebes subyek yang melakukan jual beli tersebut melakukannya atas kehendak sendiri tanpa ada unsur paksaan dari siapapun, begitu juga penjual dan pembeli adalah sudah dewasa sehat akalnya dan akad dilaksanakan atas dasar kesepakatan antara kedua belah pihak.
Jual beli tersebut secara akad menjadi akad fasid dan ada unsur wanprestasi karena ada pihak yang dirugikan yaitu petani karna merasa ditipu, karena tengkulak tidak melakukan kewajibannya secara utuh yaitu tidak memberikan hak petani dalam hal ini uang secara sempurna. Agar jual beli ini sah dan tidak ada perseteruan secara agama, maka petani dan tengkulak harus melakukan akad perdamian (shuluh) yang disepakati antara kedua belah pihak.
ABSTRACT
This thesis type is field research, research that aims to analyze the problem of the practice of unilaterally selling and buying the vegetable price inconsistencies carried out by the wholesaler to farmers in the village of Batursari Sirampog Brebes and what is the view of Islamic law and the Civil Code on the inconsistency of buying and selling vegetables that done by the wholesaler to farmers in Batursari Village Sirampog Brebes.Thisresearch uses qualitative descriptive analysis techniques, data collection techniques use documentation, interviews, and observation methods, while the mindset used is inductive, that presenting facts from the research results of buying and selling vegetables in the field, then researched using an Islamic review and Indonesian Civil Code.The result obtained from the field is the occurrence of unilateral price inconsistency practices in the sale and purchase of vegetables by the wholesaler to farmers by changing prices that are not following the previous contract.
Then in terms of Islamic law and the Civil Code, the unilateral price changes made by the wholesaler to farmers are not following sharia and violate the regulations of the Civil Law. The price change unilaterally by the wholesaler in the sale and purchase of vegetables in the village of Batursari Sirampog Brebes, the subject who carried out the sale and purchase did so on his own accord without any compulsion from anyone, as well as the seller and the buyer who are mature and healthy and the contract is carried based on an agreement between both sides.The sale and purchase in a contract become an imperfect contract and there is an element of default because there are parties who are disadvantaged, there are farmers. After all, they feel cheated, because the wholesaler does not carry out their obligations completely. The wholesaler not giving farmers rights in this case the money not gave perfectly. Therefore, farmers and the wholesaler must carry out a peace agreement (shuluh) which is agreed between the two parties to create the legal sale and purchase in terms of religious clashes
Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Supervisor: | Rofiq, Mahbub Ainur | ||||||
Contributors: |
|
||||||
Keywords: | Jual Beli; Akad; Harga; Buying and Selling; Contract; Price | ||||||
Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180119 Law and Society | ||||||
Departement: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah | ||||||
Depositing User: | Ade Sholahudin | ||||||
Date Deposited: | 10 Jun 2021 09:53 | ||||||
Last Modified: | 10 Jun 2021 09:53 | ||||||
URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/26576 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |