Responsive Banner

Penyelesaian perkara kekerasan dalam rumah tangga perspektif Restoratif Justice: Studi Kasus Woman's Crisis Center Kabupaten Jombang

Fathoni, Irfan (2020) Penyelesaian perkara kekerasan dalam rumah tangga perspektif Restoratif Justice: Studi Kasus Woman's Crisis Center Kabupaten Jombang. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
16780004.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

مستخلص البحث

ولا يزال عدد العنف المنزلي في إندونيسيا، ولا سيما في البيئة الأسرية، في ازدياد. إن ظاهرة العنف ضد المرأة ليست شذوذا فرديا، ولكنها جزء من المجتمع الإندونيسي الذي يشكل عدم مساواة في العلاقات يؤدي بعد ذلك إلى تقسيم أكبر للسلطة في ذكر مقابل أنثى هذه الحقيقة تخلق حالة اجتماعية هي أن الاستخدام المفرط للسلطة يقوم به الذكر إلى الطرف الأضعف. والعنف ضد المرأة يلعب دورا في الحفاظ على ظروف تقاسم السلطة غير المتوازنة بين الرجل والمرأة، إلى جانب المجتمع الإندونيسي الذي كان يؤمن بالفعل بفكرة خاطئة قائلا إنه من الطبيعي فالنساء أقل ذكاء وأضعف من الرجال، ولذلك لا يزال بعض الإندونيسيين يؤمنون بالتقسيم الجنسي للعمل الذي يخضع النساء. وهناك عدد من الأنماط الشيوروية أيضا التشبث النساء والرجال الإندونيسيين. هناك نوع من التعبئة والتغليف أن المرأة هي عاطفية، غبي، جبان، الأنين. وهذه الأنواع من الأشياء تتطور في مجتمعنا ويمكن أن تتسبب في أن تكون المرأة أهدافا سهلة لكي تصبح ضحية للعنف. وجمعية النساء العاملات في مجال حقوق الإنسان هي مؤسسة لتوجيه النساء ضحايا العنف، والتوجيه الذي يتم بما في ذلك التوجيه النفسي، والمساعدة القانونية، وتوجيه المجتمع المحلي. ومنذ تأسيس المجلس في عام 1999 وحتى الآن، اضطلع المجلس ببرامج مختلفة لخدمات المرأة وضحايا العنف ضد الأطفال، وتثقيف المجتمع المحلي، والدعوة إلى وضع السياسات.

نوع البحث الذي سيتم استخدامه في هذا البحث هو البحوث القانونية التجريبية مع نهج نوعي. مصدر البيانات التي تم جمعها في شكل بيانات أولية، وهي تقسيم المقابلات في مركز الأمم المتحدة للأعمال في جومبانغ، وضحايا العنف المنزلي ومرتكبيه، وبيانات العنف المنزلي التي يعالجها مجلس الكنائس العالمي في جومبانغ، وتوجيه المجتمعات المحلية للعنف في مجال العنف في مجال حقوق جميع أشكال العنف. الأسر المعيشية مع مجلس الكنائس العالمي Jombang. البيانات الثانوية هي مصدر بيانات يوفر بشكل غير مباشر للباحثين، مثل الكتب والمجلات والمجلات، وما إلى ذلك في تقنيات جمع البيانات باستخدام المقابلات والوثائق. لتحليل البيانات باستخدام التحليل غير الإحصائي وأظهرت النتائج ما يلي: (1) الجهود التي يبذلها مجلس الكنائس العالمي Jombang تتألف من نوعين من نموذج التوجيه الذي هو في الخدمة والإدارية. آليات الخدمة في شكل التوعية والتحقيق، وكذلك رصد حالة الضحية من خلال القيام بزيارة منزلية. الآليات، بما في ذلك تحديد أو اكتمال البيانات المستمدة من العملاء الذين يتم التعامل معهم لتحديد خطوات التوجيه. (2) يمكن استنتاج أثر تنفيذ العدالة التصالحية الذي يضطلع به مجلس الكنائس العالمي في جومبانغ على أن ضحية العنف المنزلي قادرة على تحقيق ذلك من الناحيتين الاقتصادية والنفسية لأن الجهود التي يبذلها المجلس في حجمه قادرة على تمكين الضحية، بحيث عندما يمكن تمكين ضحايا العنف المنزلي ويغفر الجاني ثم يمكن كسر دورة KDRT هذا يمكن أن ينظر إلى الضحايا الذين التقى الباحثين لا حتى الطلاق.

ABSTRACT

The number of domestic violence in Indonesia, especially in the family environment, continues to increase. The phenomenon of violence against women is not an individual abnormality, but it is part of Indonesian society that forms a relationship inequality which then creates a greater division of power in Male versus female. This fact creates a social condition that is, excessive use of power is done by the male to the weaker party. And violence against women plays a role in the preservation of the unbalanced power sharing conditions between men and women, coupled with the Indonesian community that has already believed in notion false saying that it is natural Women are less clever and weaker than men, so some Indonesians still believe in the sexual division of work that subordinates women. A number of steorotypes also cling to Indonesian women and men. There is a kind of packaging that women are emotional, stupid, cowardly, whiny. These kinds of things develop in our society that can cause women to be easy targets to become victims of violence. WCC Jombang is an institution of mentoring women victims of violence, mentoring carried out including psychological mentoring, legal assistance, and mentoring the community. Since its founding in the year 1999 until now WCC Jombang has conducted various programs of women's services and children's victims of violence, community education and policy advocacy.

The type of research that will be used in this research is empirical law research with a qualitative approach. The source of data collected in the form of primary data, namely interview division in WCC Jombang, victims and perpetrators of domestic violence, domestic violence data handled by WCC Jombang, community mentoring violence in Households with WCC Jombang. Secondary data is a data source that indirectly provides researchers, such as books, journals, magazines, etc. in data collection techniques using interviews and documents. For data analysis using non statistical analysis The results showed that: (1) efforts made by WCC Jombang consist of two types of mentoring model that is in service and administratively. Service mechanisms in the form of outreach, investigation, and also monitors the condition of the victim by doing a home visit. Mechanisms, including the identification or completeness of data sourced from the clients handled to determine the steps of mentoring. (2) The impact of the restorative justice implementation conducted by WCC Jombang can be concluded that the victim of domestic violence is capable of both economically and psychologically because the efforts undertaken by the WCC in its scale are able to empower the The victim, so that when the victims of domestic violence can be empowered and forgive the perpetrator then the cycle of KDRT can be broken this could be seen the victims who researchers met not until divorced.

ABSTRAK

Angka kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi di Indonesia khususnya lingkungan keluarga terus mengalami peningkatan. Fenomena kekerasan terhadap perempuan sama sekali bukan merupakan masalah kelainan individual, akan tetapi merupakan bagian dari masyarakat Indonesia yang membentuk ketimpangan relasi yang kemudian tercipta pembagian kekuasaan yang lebih besar pada laki-laki dibandingkan perempuan. Kenyataan ini kemudian menciptakan sebuah kondisi sosial yaitu, penggunaan kekuasaan yang berlebihan dilakukan oleh pihak laki-laki terhadap pihak yang lebih lemah. Dan kekerasan terhadap perempuan berperan dalam pelestarian kondisi pembagian kekuasaan yang tidak seimbang antara laki-laki dan perempuan, ditambah lagi dengan masyarakat Indonesia yang terlanjur meyakini notion palsu yang mengatakan bahwa secara kodrati perempuan kurang pandai dan lebih lemah dari laki-laki, karena itu sebagian masyarakat Indonesia masih percaya pada adanya pembagian kerja secara seksual yang mensubordinasikan perempuan. Sejumlah steorotipe pun lantas melekat pada kaum perempuan dan laki-laki Indonesia. Ada semacam pemakluman bahwa perempuan adalah emosional, bodoh, penakut, cengeng. Hal-hal semacam inilah yang berkembang dalam masyarakat kita yang dapat menyebabkan perempuan menjadi target yang mudah untuk menjadi korban kekerasan. WCC Jombang merupakan lembaga pendampingan perempuan korban kekerasan, pendampingan yang dilakukan meliputi pendampingan psikologis, pendampingan hukum, serta pendampingan terhadap masyarakat. Sejak berdiri di tahun 1999 hingga sekarang WCC Jombang telah melakukan berbagai program pelayanan perempuan dan anak korban kekerasan, pendidikan masyarakat dan advokasi kebijakan.

Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Adapun sumber data yang dikumpulkan berupa data primer yakni wawancara divisi pendampingan di WCC Jombang, korban dan pelaku kekerasan dalam rumah tangga, data kekerasan dalam rumah tangga yang ditangani WCC Jombang, komunitas pendampingan kekerasan dalam rumah tangga yang berjejaring dengan WCC Jombang. Sedangkan data sekundernya berupa sumber data yang secara tidak langsung memberikan data kepada peneliti, seperti buku, jurnal, majalah, dan lain sebagainya.sedangkan dalam teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumen. Untuk analisa data menggunakan analisis non statistik Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) upaya yang dilakukan oleh WCC Jombang terdiri dari 2 jenis model pendampingan yaitu secara layanan dan secara administratif. Mekanisme secara layanan berupa outreach, investigasi, dan juga memonitor kondisi korban dengan melakukan home visit. mekanisme secara administratif, yang meliputi identifikasi maupun kelengkapan data yang bersumber dari klien yang ditangani guna menentukan langkah pendampingan.langkah pendampingan. (2) Dampak penerapan restoratif justice yang dilakukan oleh WCC Jombang dapat disimpulkan bahwa korban KDRT mampu berdaya baik secara ekonomi maupun psikologis hal ini karena upaya-upaya yang dilakukan oleh wcc dalam pendmpingannya mampu memberdayakan para korban tersebut, sehinggan ketika para korban KDRT mampu berdaya dan memaafkan pelaku maka siklus kekerasan dalam rumah tangga  dapat terputus ini bisa dilihat para korban yang peneliti temui tidak sampai bercerai.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Saifullah, Saifullah and Susanto, Burhanuddin
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDSaifullah, SaifullahUNSPECIFIED
UNSPECIFIEDSusanto, BurhanuddinUNSPECIFIED
Keywords: العنف المنزلي; العدالة التصالحية; domestic violence; restorative Justice; WCC Jombang; Kekerasan Dalam Rumah Tangga; Restoratif Justice
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Unnamed user with email 16780004@student.uin-malang.ac.id
Date Deposited: 06 Apr 2021 11:44
Last Modified: 06 Apr 2021 11:44
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/26373

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item