Responsive Banner

Perkawinan tidak tercatat perspektif teori sistem hokum lawrence M. Friedman: Studi di Desa Saobi Kecamatan Kangayan Kabupaten Sumenep

Rasid, Abd. (2021) Perkawinan tidak tercatat perspektif teori sistem hokum lawrence M. Friedman: Studi di Desa Saobi Kecamatan Kangayan Kabupaten Sumenep. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
17780002.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

مستخلص البحث

لا تزال مشكلة الزواج في قرية ساوبي تخلق فجوة قانونية. لا يزال الكثير من الناس لديهم زيجات غير مسجلة. تشمل العوامل ؛ بسبب الفقر والجغرافيا والتعليم والتسلسل الهرمي لطاعة المجتمع والتقاليد وكونهم عاملين إندونيسيين والدين وعامل الوعي القانوني المنخفض للمجتمع. في قرية ساوبي ، هناك أيضًا العديد من الأشخاص الذين ما زالوا لا يفهمون وظائف وفوائد تسجيل الزواج المباشر.

تهدف هذه الدراسة إلى تحديد خلفية الزواج غير المسجل في قرية ساوبي الذي لا يزال يمارس ويمارس على نطاق واسع من قبل المجتمع. ولحل هذه المشكلة على أساس نظرية النظام القانوني للورنس إم فريدمان والتي تقوم على ثلاثة عوامل وهي البنية والجوهر والثقافة القانونية.

إن المنهج المستخدم في هذا البحث نوعي مع النوع القانوني - التجريبي لأنه منهج كازوي متعلق بقضايا قانون الزواج. التقنية المستخدمة في جمع البيانات هي من خلال الملاحظة والمراقبة المكثفة وأخيراً استخدام تقنيات المقابلة.

يمكن أن تستنتج نتائج هذه الدراسة أن خلفية الزواج غير المسجلة في قرية ساوبي هي في عقلية المجتمع ، ولا يزال قادة المجتمع ومودن ومكتب الشؤون الدينية ثنائيًا بين التسجيل والزواج ، ويستند قانون الزواج على الصلاحية المزدوجة ، وفي تطبيقه لا يقترن قانون الزواج بفرض عقوبات جنائية وعوامل أخرى. عند النظر إليها باستخدام نظرية النظام القانوني الخاصة بلورنس إم فريدمان ، يمكن العثور على أن دورالمودن ومكتب الشؤون الدينية في قرية ساوبي لا يزال غير مثالي في تعليم ونشر قانون الزواج. من الناحية القانونية ، يعتبر قانون الزواج إشكالية لأن تسجيل موقفه يكون فقط كشرط إداري ، أو على الأقل لا يوجد تطبيق عقوبات جنائية على من ينتهكه ، لذلك ليس لديهم القدرة على الإجبار في تطبيقه في المجتمع. في الثقافة القانونية ، لا يزال هناك الكثير من الأشخاص في قرية ساوبي لا يفهمون وظيفة وفوائد التسجيل المباشر. بحيث يكون له تأثير على عصيان الناس لقانون الزواج ويفضل الزواج من خارج الوكالة المرخصة (مكتب الشؤون الدينية). علاوة على ذلك ، إلى جانب عوامل داعمة أخرى.

ABSTRACT

The marriage problem in Saobi Village still creates a legal gap. Many people still have unregistered marriages. The factors include; because of poverty and geography, education, the hierarchy of community compliance, tradition, being a migrant worker, religion, and the low legal awareness factor of the community. In Saobi Village, there are also many people who still do not understand the functions and benefits of direct marriage registration.

This study is intended to determine the background of an unrecorded marriage in Saobi Village which is still widely practiced and practiced by the community. And to solve this problem based on the theory of the legal system of Lawrence M. Friedman which is based on three factors, namely structure, substance and legal culture.

The approach used in this research is qualitative with the juridical-empirical type, because it is a casuistic approach related to marriage law issues. The technique used to collect data is by observation, massive observation and finally using interview techniques.

The results of this study can be concluded that the marriage background not recorded in Saobi Village is in the community mindset, community leaders, Modin and KUA are still binary between registration and marriage, the UUP is based on dual validity, and in its application the UUP is not accompanied by the imposition of sanctions. criminal, and other factors. When viewed using the law system theory of Lawrence M. Friedman, it can be found that in the legal structure, the roles of Modin and KUA in Saobi Village are still not optimal in educating and disseminating the UUP. In legal substance, the UUP is problematic because the recording of its position is only as an administrative requirement, or at least there is no application of criminal sanctions for those who violate it, so they do not have the force to force in its application in society. In a legal culture, in Saobi Village there are still many people who do not understand the function and benefits of direct recording. So that it has an impact on the community's non-compliance with the UUP and prefers to marry outside the authorized agency (KUA). Moreover, coupled with other supporting factors.

ABSTRAK

Masalah perkawinan di Desa Saobi masih menimbulkan legal gap.Banyak masyarakatnya yang masih melakukan perkawinan tidak tercatat. Faktornya antara lain; karena kemiskinan dan geografis, pendidikan, hierarki kepatuhan masyarakat,tradisi, menjadi TKI, agama, dan faktor kesadaran hukum masyarakatnya yang masih rendah. Di Desa Saobi juga banyak dijumpai masyarakatyang masih belum mengerti fungsi dan manfaat dari pencatatan perkawinan secara langsung.

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui latar belakang perkawinan tidak tercatat di Desa Saobi yang masih banyak dilakukan dan dipraktikkan masyarakat. Dan untuk mengungkap masalah tersebut berdasarkan teori sistem hukum Lawrence M. Friedman yang didasarkan pada tiga gatra yaitu struktur, substansi dan kultur hukum.

Pendekatan yang digunakan di dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis yuridis-empiris, karena sifatnya kasuistik yang terkait dengan masalah hukum perkawinan. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan pengamatan, observasi secara masif dan terakhir menggunakanteknik wawancara.

Hasil dari penelitian ini bisa disimpulkan bahwa latar belakang perkawinan tidak tercatat di Desa Saobi adalah di dalam mindsetmasyarakat, tokoh masyarakat, Modin dan KUA masih biner antara pencatatan dan perkawinannya, UUP berpijak pada validitas ganda, dan di dalam penerapannya UUP tidak diiringi dengan pemberlakuan sanksi pidana, dan faktor-faktor lainnya. Jika ditinjau menggunakan teori sistem hukum Lawrence M. Friedman, maka dapat dijumpai bahwa secara legal structure, peran Modin dan KUA di Desa Saobi masih belum maksimal dalam mengedukasi dan mensosialisasikan UUP. Secara legal substance, UUPnya bermasalah karena pencatatan posisinya hanya sebagai syarat administrasi saja, atau minimal tidak adanya penerapan sanksi pidana bagi yang melanggarnya, sehingga tidak memiliki kekuatan memaksa di dalam penerapannya di masyarakat.Secara legal culture, di Desa Saobi masih banyak masyarakat yang belum mengerti fungsi dan manfaat pencatatan secara langsung.Sehingga berdampak pada ketidakpatuhan masyarakatnya terhadap UUP dan lebih memilih melakukan perkawinan di luar instansi yang berwenang (KUA).Apalagi ditambah dengan faktor pendukung lainnya.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Yasin, Mohamad Nur and Hamdan, Ali
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDYasin, Mohamad NurUNSPECIFIED
UNSPECIFIEDHamdan, AliUNSPECIFIED
Keywords: الزواج غير الموثق; النظام القانوني; Perkawinan Tidak Tercatat; Sistem Hukum; Undocumented Marriage; Legal System
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: ABD RASID
Date Deposited: 26 Feb 2021 09:37
Last Modified: 26 Feb 2021 09:37
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/25853

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item