Jual beli perhiasan emas dengan cara tukar tambah di Toko Emas Enggal Pasar Pakisaji Kabupaten Malang: Studi komparasi empat madzhab

Fadhilah, Nurul (2015) Jual beli perhiasan emas dengan cara tukar tambah di Toko Emas Enggal Pasar Pakisaji Kabupaten Malang: Studi komparasi empat madzhab. Undergraduate thesis, Universitas Islan Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
11220025 Pendahuluan.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
11220025 Indonesia.pdf

Download (130kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
11220025 Inggris.pdf

Download (110kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
11220025 Bab 1.pdf

Download (562kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
11220025 Bab 2.pdf

Download (739kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
11220025 Bab 3.pdf

Download (366kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
11220025 Bab 4.pdf

Download (557kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
11220025 Bab 5.pdf

Download (304kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
11220025 Daftar Pustaka.pdf

Download (153kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Appendices)
11220025 Lampiran.pdf

Download (674kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Summary)
11220025 Ringkasan.pdf

Download (217kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Di dalam Islam ada yang disebut al-ashnaf ar-ribawiyah yakni benda-benda yang disitu terdapat riba apabila seseorang salah dalam menggunakannya atau menukarkannya. Benda-benda yang telah ditetapkan ijma atas keharamannya karena riba ada enam macam, yaitu: emas, perak, gandum, syair, kurma dan garam. Salah satu bentuk transaksi jual beli yang banyak terjadi di masyarakat yaitu jual beli perhiasan emas dengan cara tukar tambah. Emas merupakan salah satu diantara bentuk yang termasuk barang ribawi yang mana kadang-kadang seseorang tanpa terasa ia terjatuh kepada perkara yang haram.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Jual Beli Perhiasan Emas dengan Cara Tukar Tambah di Toko Emas Enggal Pasar Pakisaji Kabupaten Malang selain itu juga untuk menjelaskan Jual Beli Perhiasan Emas dengan Cara Tukar Tambah di Toko Emas Enggal Pasar Pakisaji Kabupaten Malang (Studi Komparasi Empat Madzhab). Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif. Sedangkan data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder yang dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi yang kemudian data tersebut diedit, diperiksa dan disusun secara cermat serta diatur sedemikian rupa yang kemudian dianalisis.

Dalam penelitian ini diperoleh dua kesimpulan. Pertama, Jual beli perhiasan emas dengan cara tukar tambah di toko emas Enggal pasar Pakisaji Kabupaten Malang dalam prakteknya seseorang datang dengan membawa perhiasan emas yang pernah mereka pakai dengan maksud ingin membeli perhiasan yang baru sesuai dengan yang mereka inginkan dengan cara pembayaran berdasarkan selisih dari dua harga emas tersebut. Kedua, jual beli perhiasan emas dengan cara tukar tambah di Toko Emas Enggal pasar Pakisaji Kabupaten Malang hukumnya tidak diperbolehkan karena termasuk riba fadhl yaitu penukaran suatu barang dengan barang sejenis dengan jumlah/nilai yang berbeda. Dalam jual beli perhiasan emas yang telah disepakati oleh para ulama bahwasanya emas merupakan barang ribawi yang mana terdapat persyaratan-persyaratan dalam pertukarannya sehingga tidak boleh melakukan pertukaran jika salah satu syarat tidak terpenuhi dan ini pendapat mayoritas ulama dari madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali.

ENGLISH:

In Islam there is called as al-ashnaf ar-ribawiyah. There is usury in it if someone is wrong in using it or exchanging it. The objects have been set by ijma’ on its prohibition because there are six kinds of usury, namely: gold, silver, wheat, poetry, dates and salt. One of the sale and purchase form in the community is the sale and purchase of gold jewelry by way of trade-in. Gold is one among the forms that includes usurious goods and sometimes someone without feeling he falls to the unlawful case.

The purpose of this study is to determine of sale and purchase of gold jewelry by way of trade-in at Enggal gold shop Pakisaji Market Malang Regency (comparative study of four madzhab). This study uses a qualitative approach. While the data collected in the form of primary data and secondary data is done by using observation, interviews and documentation. Then the data is edited, checked and structured carefully and arranged such that, then analyzed.

In this study, there are two conclusions. First, sale and purchase gold jewelry in a way to trade-in at Enggal gold shop Pakisaji market Malang Regency, in the practice, someone comes with their gold jewelery ever made with the intention to buy a new jewelry based on what they
want by way of payment based on the difference of the two prices of the gold. Secondly, sale and purchase gold jewelery by way of trade-in at Enggal Gold Shop Pakisaji Market Malang Regency is not allowed because it includes Fadl usury. It is an exchange of goods with similar goods with different amount / value. Sale and purchase gold jewelry that has been agreed by the scholars that gold is the usurious goods where there are requirements in the exchange so it should not make an exchange if one of the conditions is not met and this is the majority opinion of the scholars of Hanafi, Maliki, Shafi'i and Hanbali.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Nasrulloh, Nasrulloh
Keywords: Gold Jewelry; Trade-in; Madzhab Fiqih; Perhiasan Emas; Tukar Tambah; Madzhab Fiqih
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180127 Mu'amalah (Islamic Commercial & Contract Law) > 18012701 al-Bai’ (incl. al-Khiyar)
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah
Depositing User: Annas Al-haq
Date Deposited: 08 Jul 2015 03:24
Last Modified: 09 Jul 2015 03:33
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/251

Actions (login required)

View Item View Item