Responsive Banner

Perancangan wisata Budaya Atas Laut di Kota Bontang dengan Pendekatan Arsitektur Vernakular

Iftitah, Iftitah (2020) Perancangan wisata Budaya Atas Laut di Kota Bontang dengan Pendekatan Arsitektur Vernakular. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
16660058.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (42MB) | Preview

Abstract

ABSTRACT

Berbas Pantai This village is located above the sea of Bontang City. With the diversity of tribes acculturation occurs between pendatanag and indigenous tribes (dayak) who form a local settlement that has an influence on social, economic and cultural life that results in a local daily tradition. Along with modernization, coastal-based communities still apply the local culture or the surrounding environment which is located above the sea by applying buildings with elongated stage forms (lamin) of traditional houses of the Dayak tribe which have some changes resulting from the influence of the occurrence of cultural acculturation which has meaning alone. In their daily lives, the local community still implements existing cultures such as joint activities (auctions of sea products, unloading of sea products, processing of sea products), boat racing, sea parties (ceremonies), and various other cultural celebrations which become a form of traditions carried out every week,month, or every year. With this aim to design a cultural tourism area over the sea to make a tourist area by maintaining and preserving social values, culture and traditions and the environment by using a vernacular architecturalApproach

ABSTRAK

Berbas Pantai Merupakan kampung yang terletak di atas laut Kota Bontang. Dengan keanekaragaman suku terjadinya akulturasi antara pendatanag dan suku asli (dayak) yang membentuk suatu permukiman setempat yang berepengaruh pada kehidupan sosial, ekonomi dan budayanya yang menghasilkan seuah tradisi keseharian setempat. Seiring dengan modernisasi, masyarakat berbas pantai masih menerapkan kebudayaan setempat ataupun pada lingkungan sekitarnya yang terletak di atas laut dengan menerapkan bangunan-bangunan dengan bentuk panggung yang memanjang (lamin) rumah adat suku dayak yang memiliki beberapa perubahan hasil pengaruh dari terjadinya akulturasi budaya yang memiliki makna tersendiri. Pada kehidupan kesehariannya masyarakat setempat masih menerapkan budaya-budaya yang ada seperti melakukan aktivitas secara bersama (pelelangan hasil laut, pembongkaran hasil laut, pengolahan hasil laut), adanya balap perahu, pesta laut (upacara), dan berbagai perayaan kebudaayan lainnya yang menjadi suatu bentuk tradisi yang dilakukan pada srtiap minggu, bulan, ataupun setiap tahunnya. Dengan hal ini bertujuan merancang kawasan wisata budaya atas laut tersebut menjadikan sebuah kawasan wisata dengan mempertahankan dan melestarikan nilai-nilai sosial, budaya dan tradisi maupun lingkungannya dengan menggunakan pendekatan arsitektur vernakular

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Subaqin, Agus and Sedayu, Agung
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDSubaqin, AgusUNSPECIFIED
UNSPECIFIEDSedayu, AgungUNSPECIFIED
Keywords: cultural tourism; tourism on the water; vernacular architecture; wisata budaya; wisata atas laut; arsitektur vernakular
Subjects: 12 BUILT ENVIRONMENT AND DESIGN > 1201 Architecture > 120101 Architectural Design
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Teknik Arsitektur
Depositing User: Iftitah Iftitah
Date Deposited: 21 Jan 2021 10:37
Last Modified: 21 Jan 2021 10:37
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/24581

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item