Analisis penggunaan metode Z-Score Altman untuk memprediksi potensi kebangkrutan perusahaan perbankan go public di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2011

Fitrikah, Lailatul (2013) Analisis penggunaan metode Z-Score Altman untuk memprediksi potensi kebangkrutan perusahaan perbankan go public di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2011. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
09510060_Pendahuluan.pdf

Download (624kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
09510060_Indonesia.pdf

Download (78kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
09510060_Inggris.pdf

Download (78kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
09510060_Arab.pdf

Download (191kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
09510060_Bab_1.pdf

Download (444kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
09510060_Bab_2.pdf

Download (651kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
09510060_Bab_3.pdf

Download (334kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
09510060_Bab_4.pdf

Download (523kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
09510060_Bab_5.pdf

Download (234kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
09510060_ Daftar_Pustaka.pdf

Download (215kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Appendices)
09510060_ Lampiran.pdf

Download (163kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Kebangkrutan adalah suatu kondisi disaat perusahaan mengalami ketidakcukupan dana untuk menjalankan usahanya. Kebangkrutan biasanya dihubungkan dengan kesulitan keuangan. Analisis diskriminan bermanfaat bagi perusahaan untuk memperoleh peringatan awal kebangkrutan dan keberlanjutan usahanya. Rasio keuangan merupakan salah satu informasi yang dapat digunakan sebagai alat untuk memprediksi kinerja perusahaan. Salah satu teknik yang dapat digunakan dalam analisis kebangkrutan perusahaan adalah dengan menggunakan analisis diskriminan yaitu menggunakan model yang dinilai (Z) Z-Score. Z-Score adalah skor yang ditentukan dari tingkat kemungkinan kebangkrutan perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memprediksi potensi kebangkrutan perusahaan dengan menggunakan metode Altman Z-score pada perusahaan Perbankan yang terdaftar di BEI periode tahun 2009-2011.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Obyek penelitian ini adalah 15 perusahaan perbankan yang telah menerbitkan laporan keuangan selama 3 tahun terakhir. Data yang diambil adalah data sekunder yang berupa laporan keuangan perusahaan. Pada penelitian ini metode pengumpulan data adalah dengan dokumentasi dan studi pustaka.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan perusahaan perbankan yang menjadi objek penelitian berada dalam kategori perusahaan tidak sehat atau diprediksi akan mengalami kebangkrutan (nilai Z-score di bawah 1,81 dan bahkan negatif), yaitu Bank Agroniaga Tbk, Bank Central Asia Tbk, Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk, Bank Bukopin Tbk, Bank Bumi Arta Tbk, Bank CIMB Niaga Tbk, Bank Danamon Indonesia Tbk, Bank ICB Bumiputera Tbk, Bank Internasional Indonesia Tbk, Bank Mayapada Internasional Tbk, Bank Nusantara Parahyangan Tbk, Bank OCBC NISP Tbk, dan Bank Pan Indonesia Tbk. Namun sampai saat ini bank-bank tersebut masih beroperasi karena bank-bank tersebut masih mempunyai nilai CAR yang tinggi, yaitu rata-rata mencapai 16%. Sesuai arah kebijakan Bank Indonesia, bank yang memiliki nilai CAR diatas 8% bank tersebut masih bisa beroperasi.

ENGLISH:

Bankruptcy is a condition when a company does not have enough funds to run its business. Bankruptcy usually relates to financial difficulties. The discriminant analysis is useful for company to get a first warning of bankruptcy and the continuance of the business. Financial ratio is one of the information which can be used as a tool to predict the company’s performance. One of the techniques which can be used in analyzing the company’s bankruptcy is discriminant analysis using a model evaluated through (Z) Z-score. Z-score is a score which is determined from the probability level of company’s bankruptcy. The purpose of this research is to predict the potency of company’s bankruptcy by using Altman Z-score method on the banking company listed in Indonesia Stock Exchange in 2009-2011.

The research method is a qualitative research method using descriptive approach. This object is fifteen banking companies which issue financial statement for last three years. The data collected is secondary data in the form of company’s financial statement. In this research, the data collection method is documentation and library research.

Research result shows that all of the banking companies which become the research object are unhealthy companies or are predicted will experience bankruptcy (Z-score value is below 1,81 and even negative), the companies are Bank Agroniaga Tbk, Bank Central Asia Tbk, Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk, Bank Bukopin Tbk, Bank Bumi Arta Tbk, Bank CIMB Niaga Tbk, Bank Danamon Indonesia Tbk, Bank ICB Bumiputera Tbk, Bank Internasional Indonesia Tbk, Bank Mayapada Internasional Tbk, Bank Nusantara Parahyangan Tbk, Bank OCBC NISP Tbk, and Bank Pan Indonesia Tbk. However, those banks are still operating because those banks still have high CAR value, which mostly achieve 16%. According to Bank Indonesia’s Policy, a bank which has CAR value above 8% can keep operating.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Sulhan, Muhammad
Keywords: Kebangkrutan; Model Altman Z-Score; Bankruptcy; Z-Score Altman Model
Subjects: 15 COMMERCE, MANAGEMENT, TOURISM AND SERVICES > 1502 Banking, Finance and Investment > 150203 Financial Institutions (incl. Banking)
Departement: Fakultas Ekonomi > Jurusan Manajemen
Location: 150203
Depositing User: Heni Kurnia Ningsih
Date Deposited: 09 Oct 2015 01:39
Last Modified: 09 Oct 2015 01:39
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/2388

Actions (login required)

View Item View Item