Studi komparasi antara konsep hak jaminan resi gudang menurut Undang-Undang no.9 tahun 2011 dengan konsep rahn (gadai) dalam hukum Islam

Anam, Ach. Dlofirul (2015) Studi komparasi antara konsep hak jaminan resi gudang menurut Undang-Undang no.9 tahun 2011 dengan konsep rahn (gadai) dalam hukum Islam. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
10220111 Pendahuluan.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
10220111 Indonesia.pdf

Download (74kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
10220111 English.pdf

Download (51kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
10220111 Bab 1.pdf

Download (246kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
10220111 Bab 2.pdf

Download (433kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
10220111 Bab 3.pdf

Download (287kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
10220111 Bab 4.pdf

Download (167kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
10220111 Daftar Pustaka.pdf

Download (218kB) | Preview
[img] Other (Appendices)
10220111 Lampiran.rar

Download (220kB)
[img]
Preview
Text (Summary)
10220111 Ringkasan.pdf

Download (216kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Salah satu upaya untuk menambah khazanah keilmuan kita yaitu mengkaji terhadap persaingan global yang sekarang ini sering kita dengar di bidang pembiayaan perdagangan dan pengelolaan stok nasional dengan sebutan “Hak jaminan resi gudang” yang intinya dengan menerbitkan instrumen baru ini harga barang yang ditawarkan dapat bersaing dipasar global. Sistem pembiayaan perdagangan tersebut harus dapat diakses setiap waktu oleh setiap pelaku usaha terutama pengusaha dan petani, yang selama ini masih kesulitan dalam permodalan dan keterbatasan jaminan kredit. Dalam kaitan sistem ini ada kaitan erat antara konsep hak jaminan resi gudang yang diatur dalam Undang-undang no.9 tahun 2011 dengan konsep rahn (gadai) dalam hukum Islam, yang intinya kedua konsep ini merupakan salah satu upaya untuk membantu masyarakat khususnya para petani untuk mendapatkan modal usaha. Tentunya kedua konsep ini dipastikan ada persaman dan perbedaan sehingga diperlukan studi komparasi untuk menambah wawasan keilmuan kita.

Maka dari penelitian ini, terdapat rumusan masalah yaitu :1)Bagaimana konsep hak jaminan resi gudang di Indonesia dan konsep rahn (gadai) dalam hukum Islam. 2)Bagaimana perbedaan dan persamaan antara konsep hak jaminan resi gudang di Indonesia dan konsep rahn (gadai) dalam hukum Islam. Di dalam penelitian ini mengkaji terhadap persamaan dan perbedaan dari kedua konsep yang nantinya akan me,peroleh wacana khazanah keintlektualan di bidang hukum yang berkaitan dengan hukum penjamijnan. Sedangkan dalam penelitian ini tergolong pada penelitian hukum normatif. adapun pendekatan-pendekatan yang terdapat dalam penelitian ini ada tiga pendekatan.1) pendekatan secara undang- undang, 2)pendekatan konseptual (Conceptual Approach), 3)pendekatan perbandingan(comparativ Aprach), metode analisis data yang digunakan adalah ada beberapa bahan analisis sebagai pedoman dalam mengolah data bahan skripsi.

Adapun hasil dari penelitian ini adalah Berdasarkan persamaan dan perbedaan antara hak jaminan resi gudang dengan rahn (gadai) maka kedua konsep ini secara garis besar sama-sama merupakan konsep yang bergerak di bidang penjaminan barang atau harta benda yang dianggap berharga, cuma kalau di hak jaminan resi gudang lebih fokus pada barang komoditi yang barangnya bisa bertahan lama apabila disimpan di dalam gudang, dan dari kedua konsep ini merupakan trobosan baru yang intinyan untuk meringankan dan mempermudah masyarakat khususnya para petani dalam mendapatkan modal usaha. Serta kedua konsep ini bergerak dibidang sosial yang notabeninya saling tolong-menolong antar sesama sesuai apa yang di anjurkan oleh baginda nabi Muhammad SAW.

ENGLISH:

One of the endeavors that can be applied to add our scientific treasure is that by discussing global competition that we usually hear in the field of trade finance and national supply management called “Warranty right of warehouse receipt” which is intended to rise new instruments, so that the good’s cost offered can ideally compete in global market. The trade finance system must be accessible every time by business agents especially the entrepreneur and farmer, that still find many difficulties in financing due to limited warranty credit during this time. In this related system, there is a strong relationship between warranty right of warehouse receipt systems regulated in a statute number 9, 2011 with Rahn (pawning) concept in Islamic law, which its point is that these two concepts are one of the endeavors to help the society especially farmers to get financial capital. Definitely, these two concepts have already been clarified if there are some similarities and differences. Thus comparison study is needed to add our scientific knowledge.

Hence from this research, there are some problem formulations: 1. how the concept of Warranty Right of Warehouse Receipt is in Indonesia and rahn (pawning) concepts on Islamic law. 2) How the differences and similarities between the concepts of warranty right of warehouse receipt in Indonesia rahn (pawning) on Islamic law are. On this research, we discuss the similarities and differences between those two concepts which will give scientific knowledge discourse in law field that is still related to law of loaning. Yet on this research is classified as normative law research. The approaches on this research are using three approaches: 1) approach according to the law 2) Conceptual Approach. 3.) Comparative Approach. Data analysis method used here is some analysis materials as instrument in data processing as thesis material.

As regards to this research result is based on similarities and differences between warranty right of warehouse receipt and rahn (pawning). Thus, these two concepts are globally the concepts which are the same in the field of good loan or treasure considered as precious. But warranty right of warehouse receipt concerns more on commodity goods which are long lasting when it is well saved in a warehouse. These two concepts are new innovations which are regarded to alleviate and ease the society especially the farmers to get financial capital for their business. As well as these concepts afoot on social sector which is notably purposed to help each other as what has already prophet Muhammad suggested

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Suwandi, Suwandi
Keywords: Komparasi; Hak jaminan Resi Gudang; Rahn(gadai; Comparison; Warehouse Receipt Warranty; Rahn (pawning)
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180127 Mu'amalah (Islamic Commercial & Contract Law) > 18012705 al-Rahn (Pergadaian)
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah
Depositing User: Heni Kurnia Ningsih
Date Deposited: 08 Jul 2015 03:12
Last Modified: 08 Jul 2015 03:12
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/230

Actions (login required)

View Item View Item