Pengaruh status identitas terhadap pengambilan keputusan menikah di usia muda

Khoiriyah, Atin Miftahul (2012) Pengaruh status identitas terhadap pengambilan keputusan menikah di usia muda. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
08410084_Pendahuluan.pdf

Download (441kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
08410084_Indonesia.pdf

Download (84kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
08410084_Inggris.pdf

Download (129kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
08410084_Arab.pdf

Download (263kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
08410084_Bab_1.pdf

Download (363kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
08410084_Bab_2.pdf

Download (810kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
08410084_Bab_3.pdf

Download (712kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
08410084_Bab_4.pdf

Download (719kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
08410084_Bab_5.pdf

Download (230kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
08410084_Daftar_Pustaka.pdf

Download (133kB) | Preview
[img] Other (Appendices)
08410084_Lampiran.rar

Download (978kB)

Abstract

INDONESIA:

Pernikahan bagi manusia merupakan hal yang penting, karena dengan menikah seseorang akan memperoleh keseimbangan hidup baik secara biologis, psikologis maupun secara sosial.Dimana menikah adalah tugas perkembangan yang menjadi karakteristik dewasa awal yaitu usia 20- 40 tahun(Papalia, 1998). Namun masih sering dijumpai penikahan dilakukan dibawah usia yang telah ditentukan oleh undang-undang yaitu 21 tahun. Pernikahan yang dilakukan di usai remaja ditakutkan akan mengalami banyak konflik karena karakteristik remaja adalah mengalami krisis identitas, sehingga keputusan yang diambil bukanlah keputusan yang tepat.

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: 1) Untuk mengetahui bagaimanakah tingkat pengambilan keputusan menikah diusia muda pada remaja 2) Untuk mengetahui apakah status identitas berpengaruh terhadap pengambilan keputusan menikah diusia muda 3) Untuk mengetahui status identitas mana yang paling berpengaruh terhadap pengambilan keputusan menikah diusia muda.

Rancangan penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisa regresi linier berganda. Variabel bebas (X) adalah status identitas dan variabel (Y) adalah pengambilan keputusan menikah. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling pada pelaku menikah di usia muda dikecamatan Pujon dan didapat 54 responden.

Hasil pengukuran dengan skala status identitas dan skala pengambilan keputusan menikah didapatkan hasil terdapat hubungan yang signifikan anatara status identitas dengan pengambilan keputusan menikah di usia muda p = 0,001, r = 0,304. Besar tingkat pengambilan keputusan menikah di usia muda yaitu 3 responden dengan prosentase 5,56 % berada pada kategori tinggi, 46 responden dengan prosentase 85,1% berada pada kategori sedang, dan 8 responden dengan prosentase 14,8 % berada pada kategori rendah. Dan status identitas achievement berpengaruh paling besar dalam proses pengambilan keputusan menikah di usia muda sebesar p = 0,000, r = 0,497. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima.

ENGLISH:

It is believed that marriage is important thing for human in order to achieve life balance either biologically, psychology or socially, that becomes growth task of first adult characteristic in rate of 20 – 40 years old (Papalia, 1998). However, it is often found a marriage under the age prescript by the government, which is at least 21 years old. A marriage on the teenager age is assumed that it will get many conflicts because of their identity crisis, so the decision is inappropriate.

This research aims to: 1) understand the rate of decision making to marry under the age 2) understand whether identity status influences against decision making to marry under the age 3)understand which identity status that is most influence to marry under the age.

The plan of this research uses quantitative method by multiple linier regression analysis. Acquitted Variable (X) is an identity status and variable (Y) is decision making to marry. The sample of this research is taken with purposive sampling to the people who marry under the age in the sub district of Pujon based on 54 respondents.

The measuring result by using identity status and decision making to marry scales is reached out the significant relationship between identity status and decision making to marry under the age; p = 0.001, r = 0.304. The abundance of the rate of decision making to marry under the age reaches 3 respondents on the 5.56% high category, 46 respondents on the 85.1% mid category and 8 respondents on the 14.8% low category. Achievement of identity statues that is most influence in the decision making to marry under the age is in a range of p = 0.000, r = 0.494. In conclusion, the hypothesis can be accepted.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Mahpur, Mohammad
Keywords: Status Identitas; Pengambilan Keputusan Menikah Muda; Identity Status; Decision Making to Marry Under the Age
Subjects: 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1701 Psychology > 170102 Developmental Psychology and Ageing
Departement: Fakultas Psikologi
Location: 170102
Depositing User: Imam Rohmanu
Date Deposited: 09 Oct 2015 01:52
Last Modified: 09 Oct 2015 01:52
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/2257

Actions (login required)

View Item View Item