Pengaruh kecerdasan emosi dan kualitas hubungan dengan orang tua terhadap kenakalan remaja: Studi pada siswa SMK Negeri 1 Pujon Kabupaten Malang

Amalia, Riza (2012) Pengaruh kecerdasan emosi dan kualitas hubungan dengan orang tua terhadap kenakalan remaja: Studi pada siswa SMK Negeri 1 Pujon Kabupaten Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
08410087_Pendahuluan.pdf

Download (353kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
08410087_Indonesia.pdf

Download (13kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
08410087_Inggris.pdf

Download (13kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
08410087_Bab_1.pdf

Download (226kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
08410087_Bab_2.pdf

Download (451kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
08410087_Bab_3.pdf

Download (428kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
08410087_Bab_4.pdf

Download (627kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
08410087_Bab_5.pdf

Download (209kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
08410087_Daftar_Pustaka.pdf

Download (112kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Appendices)
08410087_Lampiran.pdf

Download (965kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Masa remaja adalah suatu masa terjadinya perubahan yang pesat, baik pada fisik maupun psikis. Pada masa ini remaja dituntut untuk menyesuaikan dengan perubahan tersebut, sekaligus menghadapi tuntutan dari lingkungannya untuk menjadi sosok yang mulai bertanggung jawab pada dirinya sendiri. Karena banyak tuntutan inilah remaja, kerap tidak siap, dan kemudian malah terlibat dengan kenakalan. Kenakalan Remaja disebabkan banyak faktor, seperti Kualitas Hubungan dengan Orang Tua dan Kecerdasan Emosi. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Pujon, Kabupaten Malang untuk mengetahui pengaruh Kecerdasan Emosi dan Kualitas Hubungan dengan Orang Tua, terhadap Kenakalan Remaja. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan apakah pengaruh antara Kualitas Hubungan dengan Orang Tua dengan Kenakalan Remaja.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif.

Variabel kecerdasan emosi menggunakan teori kecerdasan emosi milik Peter Salovey dan John Mayer, variabel kualitas hubungan dengan orang tua menggunakan teori kelekatan John Bowlby dan Mary Ainsworth, sedangkan variabel kenakalan remaja menggunakan teori Delbert Elliot dan Suzzane Ageton, yang dilengkapi dengan teori Willis Sofyan tentang kenakalan remaja.

Subjek penelitian berjumlah 164 responden dengan menggunakan purposive random sampling. Pengambilan data menggunakan dua skala berbentuk Likert, yaitu Schutte Self report Emotional Intelligence (SSEI) dan Parental Attachment Questionanaire (PAQ). Serta satu skala berbentuk Guttman, yaitu Self Report Delinquency (SRD), juga dilengkapi dengan metode dokumentasi dan observasi. Analisa data penelitian ini menggunakan teknik analisa regresi berganda.

Dari hasil analisa ditemukan bahwa ada pegaruh secara simultan dari kecerdasan emosi dan kualitas hubungan dengan orang tua yang cukup kuat terhadap kenakalan remaja, tetapi secara parsial kualitas hubungan dengan orang tua jauh lebih kuat dibanding kecerdasan emosi dalam mempengaruh kenakalan remaja.

ENGLISH:

Adolescence stage is a human life rapid change, both in physical and psychological. At this time adolescence is requaired to adjust the change, as well as cope with demands of the environment to be a person who taking responsibility on their self. Because of many demands, they often not ready, and then instead involved with delinquency. Juvenile Delinquency due to many factors, such as the Quality of Relationship with parents and Emotional Intelligence. This study want to inform the impact of Emotional Intelligence and Quality of Relationship with Parents to Juvenile Delinquency. This research uses quantitative methods.

Emotional intelligence variable using Salovey and Mayer’s theory of emotional Intelligence, Quality of Relationship with Parents variable using attachment theory by Bowlby and Ainsworth,while Juvenile Delinquency variable using Elliot and Ageton delinquency theory, and also support with Willis Sofyan theory about Juvenile Delinquency.

This study use 164 respondents and using purposive random sampling. Retrieval data using two Likert-scale form, Schutte Self report Emotional Intelligence (SSEI) and Parental Attachment Questionanaire (PAQ) and Guttman scale form, Self Report Delinquency (SRD), and also comes with ducomentation method and observation. This study analyzed with multiple regression analysis technique.

Form the analysis found that there is a strong enough simultaneous effect from Emotional Intelligence and Quality of Relationship with parents to Juvenile Delinquency, but partially the Quality of Relationship with Parent are stronger than Emotional Intelligence in influence Juvenile Delinquency.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Nuqul, Fathul Lubabin
Keywords: Kecerdasan emosi; Kualitas Hubungan dengan Orang Tua; Kenakalan Remaja; Emotional Intelligence; Quality Relationship with Parents; Juvenile Delinquency
Subjects: 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1701 Psychology > 170102 Developmental Psychology and Ageing
Departement: Fakultas Psikologi
Location: 170102
Depositing User: Imam Rohmanu
Date Deposited: 09 Oct 2015 01:52
Last Modified: 09 Oct 2015 01:52
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/2253

Actions (login required)

View Item View Item