Responsive Banner

Tanggung jawab hukum pemerintah Kota Batu terhadap anak yang bekerja sebagai pengemis Perspektif Undang-Undang Perlindungan Anak dan Hukum Islam

Yusfi, Rahmat (2020) Tanggung jawab hukum pemerintah Kota Batu terhadap anak yang bekerja sebagai pengemis Perspektif Undang-Undang Perlindungan Anak dan Hukum Islam. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
15220027.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

مستخلص البحث

الواقعة التي تحتاج إلى عناية في السنوات الأخيرة هي صعود أطفال الشوارع وكذلك استغلال الأطفال. و زيادة عدد الفقراء إلى زيادة عدد الأطفال المتسربين من المدارس وزيادة عدد أطفال الشوارع ، مما يعني أن هؤلاء الأطفال يفضلون كسب أموالهم بدلاً من التحاق تعليمهم. ينجم أطفال الشوارع عن انخفاض الدخل في القطاع الاقتصادي ، ونقص الاهتمام ومودة الوالدين ، وعدم القدرة على الحصول على الحد الأقصى من الخدمات التعليمية ، واهتمام المجتمع المحيط والحكومة.

وقد تم هذا البحث في البحث القانوني التجريبي ، وهو البحث الذي يرى الحقائق في هذا المجال ثم يرتبط بالأحكام القانونية المعمول بها. يستخدم منهج البحث نهجًا نوعيًا ومصادر البيانات المستخدمة هي مصادر البيانات الأولية التي تم الحصول عليها من خلال المقابلات مع المخبرين من المكتب الاجتماعي لمدينة باتو المكلفة برعاية أطفال الشوارع والبيانات الثانوية التي توضح الدراسة النظرية في هذا البحث مثل القانون رقم 35 لعام 2014 بشأن الحماية الأطفال والشريعة الإسلامية.

الهدف من هذا البحث هو فحص وتحليل مسؤولية الحكومة تجاه تنفيذ السياسات المتعلقة بتنمية أطفال الشوارع من قبل الخدمة الاجتماعية في مدينة باتو ومعرفة العوامل التي تدفع الشخص ليصبح طفلًا في الشارع ، وكيف يحدث لطفل الشارع في كل من الأسرة والبيئة حيث يعمل وكيف يفهم طفل الشارع دوره.
خلاصة هذ البحث إلى أن تنفيذ المسؤولية أو السياسات الخاصة بإرشاد أطفال الشوارع التي تنفذها حكومة مدينة باتو من خلال الخدمة الاجتماعية يسير بشكل جيد ، ولكن التنفيذ لم يكن كاملا وتنفيذ سياسات تنمية أطفال الشوارع والمشردين والمتسولين والحافلات الخاضعين للائحة عمدة باتو رقم 85 عام 2016 ولا يزال القانون الإسلامي يعاني من العديد من المشكلات مثل: محدودية الموارد البشرية والصناديق والمرافق والبنية التحتية. ويتجلى ذلك أيضا من قبل أطفال الشوارع والمشردين والمتسولين الذين يواصلون الزيادة في العدد.تبدأ حماية الأطفال في الشريعة الإسلامية في الرحم ، وكذلك أطفال الشوارع. يجب على الدولة والأسرة والمجتمع أو أي مواطن توفير الحماية لأطفال الشوارع على نفقتهم الخاصة.

ABSTRACT

The phenomenon that needs attention in recent years is the rise of street children and also the exploitation of children. The increasing population has increased the number of children who have lost school and is spending street children, which means these children prefer money looking for or spending themselves to improve their education. These street children underestimate the low income in the economic sector, lack of attention and gratitude from parents, unable to get maximum educational services, the attention of the surrounding community and the government.

This research is included in empirical juridical research, which is research that sees facts in the field and is then connected with applicable legal provisions. The research approach uses a qualitative approach and the Data Sources used are primary data sources obtained by interviews with informants from the Batu City Social Office tasked with taking care of street children and secondary data explaining the theoretical study in this study such as Law Number 35 Year 2014 concerning Protection Children and Islamic Law.

The purpose of this study is to study and analyze the government's responsibility towards the implementation of policies on the development of street children by the Batu City Social Service and find out what are the driving factors for becoming a Street Child, How it happens to a Street Child both in the family and the environment where he works and how a street child defines their role.

This study concludes that the implementation of responsibility or policies for street children guidance carried out by the Batu City government through the Social Service is running well, it's just that it is not optimal in its implementation and the implementation of policies for the development of street children, homeless people, beggars and buskers regulated in Batu Mayor Regulation Number 85 Year 2016 still has many problems such as: Limited human resources, funds, facilities and infrastructure. This is evidenced also by street children, homeless, beggars who continue to increase in number.

ABSTRAK

Fenomena yang perlu mendapat perhatian pada beberapa tahun ini adalah maraknya anak-anak jalanan dan juga eksploitasi anak. Meningkatnya populasi masyarakat miskin telah menjadikan peningkatan jumlah anak putus sekolah dan meningkatnya anak-anak jalanan, yang berarti anak-anak tersebut lebih memilih mencari uang atau pendapatan sendiri daripada melanjutkan pendidikannya. Anak jalanan ini disebabkan oleh rendahnya pendapatan di sektor ekonomi, kurang perhatian dan kasih sayang orang tua, tidak dapat memperoleh layanan pendidikan secara maksimal, perhatian masyarakat sekitar dan pemerintah.

Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian yuridis empiris, yaitu penelitian yang melihat fakta di lapangan kemudian dihubungkan dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pendekatan penelitiannya menggunakan pendekatan kualitatif serta Sumber Data yang digunakan adalah Sumber data primer data yang diperoleh dengan wawancara dengan informan dari Dinas Sosial Kota Batu yang bertugas mengurus anak jalanan dan data sekunder menjelaskan tentang kajian teori dalam penelitian ini seperti Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Hukum Islam.

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji dan menganalisis tentang tanggung jawab pemerintah terhadap pelaksanaan kebijakan pembinaan anak jalanan oleh Dinas Sosial Kota Batu dan mengetahui apa saja yang menjadi faktor pendorong seseorang menjadi Anak Jalanan, Bagaimana terjadi pada seorang Anak Jalanan baik itu dalam keluarga maupun lingkungan tempat ia bekerja serta bagaimana seorang Anak Jalanan memaknai peran mereka.

Penelitian ini berkesimpulan bahwa pelaksanaan tanggungjawab atau kebijakan pembinaan anak jalanan yang dilakukan oleh pemerintah Kota Batu melalui Dinas Sosial berjalan baik hanya saja kurang optimal dalam pelaksanannya dan Implementasi kebijakan pembinaan anak jalanan, gelandangan, pengemis dan pengamen yang diatur dalam Peraturan Walikota Batu Nomor 85 Tahun 2016 dan Hukum Islam masih memiliki banyak masalah seperti: Keterbatasan SDM, dana, sarana dan prasarana. Hal ini dibuktikan juga dengan anak jalanan, gelandangan, pengemis yang terus meningkat jumlahnya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Ramadhita, Ramadhita
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDRamadhita, RamadhitaUNSPECIFIED
Keywords: أطفال الشوارع; حماية الطفل; Street Children; Child protection; Anak Jalanan; Perlindungan Anak
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah
Depositing User: Rahmat Yusfi
Date Deposited: 02 Oct 2020 09:38
Last Modified: 02 Oct 2020 09:38
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/21935

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item