Responsive Banner

The legal aspects of importing rice to food sovereignty in Indonesia based on Law Number 18 of 2012 Concerning Food and Maslahah Mursalah

Nadia, Nurul (2020) The legal aspects of importing rice to food sovereignty in Indonesia based on Law Number 18 of 2012 Concerning Food and Maslahah Mursalah. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
16220156.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

مستخلص البحث

تهدف هذا البحث العلم إلى تحديد سياسة في استيراد الأرز بناءً على القانون رقم 18
لسنة 2012 بشأن الغذاء و مصلحة المرسلة بشأن تنفيذ السيادة الغذائية في إندونيسيا.

تم إجراء هذا البحث باستخدام طرق البحث المعياري دراسات الحالة المعيارية في شكل منتجات السلوك القانوني. ميسور هذا البحث العلم تستخدم النهج المفاهيمي والنهج التنظيمي. وهذا البحث هناك 3 مواد قانونية مستخدمة وهي: 1) المواد القانونية الأولية وهي القانون رقم 18 سنة 2012 بشأن الغذاء والمواد القانونية الثانوية 2) المواد القانونية الثانوية وهي المؤلفات التي تدعم قواعد الفقهية والمصلحة والسياسة الحكومة واللوائح الحكومية عن استيراد الأرز ، 3) المادة القانونية الثالثة في شكل الموسوعة.
تقنية جمع البيانات المستخدمة في هذا البحث هي دراسة قائمة المرجع.

إن سياسة استيراد الأرز التي تتبعها الحكومة تعتبر غير متوافقة مع مُثُل السيادة الغذائية ومفهوم مصلحة المرسلة. هذا الحدث بسبب الإهمال في صنع السياسات التي تسبب في خسائر للمزارعين والمجتمع بشكل عام. بالإضافة إلى ذلك ، فإن استيراد الأرز تأثر تأثيرا سلبيا على اقتصاد هذا البلاد.

ABSTRACT

The rice import policy that issued by the mininter of trade with the consideration of the lack of rice supply became polemic because the policy was issued just before the harvest season arrived. This caused turmoil for the farmers who were disadvantaged by the rice import policy. This study aims to determine how rice imports should be carried out based on Law Number 18 of 2012 concerning Food and Maslahah Mursalah to the implementation of food sovereignty in Indonesia.

This research was conducted using normative research methods using normative case studies in the form of legal behavior products. The study was conducted using a conceptual approach and the regulatory approach. In the study there are 3 legal materials used, namely: 1) Primary legal materials namely Law Number 18 of 2012 concerning Food, secondary legal materials, 2) Secondary legal materials namely literature that supports fiqhiyyah rules, maslahah, government policies and regulations rice import export, 3) Tertiary legal material in the form of encyclopedia. The data collection technique used in this research is literature study.

The rice import policy that carried out by the government is deemed incompatible with the ideals of food sovereignty and the concept of maslahah mursalah. This happened because the policy makers do not look at the sustainability of farmers’ business and ignore their welfare. Rice imports cause losses for farmers and society in general. In addition, rice imports also have a negative impact on the country's economy.

ABSTRAK

Kebijakan impor beras yang diluarkan oleh Merteri Perdagangan dengan pertimbangan kurangnya pasokan beras menjadi polemic karena kebijakan tersebut dikeluarkan sesaat sebelum musim panen tiba. Hal ini menimbulkan gejolak bagi masyarakat petani yang dirugikan atas kebijakan impor beras tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana impor beras seharusnya dilakukan berdasarkan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Maslahah Mursalah terhadap pelaksanaan kedaulatan pangan di Indonesia.

Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian normative menggunakan studi kasus normative berupa produk perilaku hukum. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan konseptual dan pendekatan peraturan perundang-undangan. Dalam penelitian ada 3 bahan hukum yang di gunakan yaitu: 1) Bahan hukum primer yaitu Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, bahan hukum sekunde, 2) Bahan hukum sekunder yaitu literature yang mendukung berupa kaidah fiqhiyyah, maslahah, kebijakan pemerintah dan peraturan ekspor impor beras, 3) Bahan hukum tersier yaitu berupa ensiklopedia. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan.

Kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah dinilai tidak sesuai dengan cita-cita kedaulatan pangan dan konsep maslahah mursalah. Hal ini terjadi karena dalam pengambilan kebijakan tidak melihat pada keberlanjutan usaha petani dan mengabaikan kesejahteraannya. Impor beras menyebabkan kerugian bagi petani dan masyarakat pada umumnya. Selain itu impor beras yang dilakukan juga berdampak buruk bagi perekonomian negara.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Hasan, Akhmad Farroh
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDHasan, Akhmad FarrohUNSPECIFIED
Keywords: ستيراد الأر; السيادة الغذائية ; لمصلحة; Rice import; Food Sovereignty; Maslahah; : Impor beras; Kedaulatan Pangan; Maslahah
Subjects: 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY > 1605 Policy and Administration > 160510 Public Policy
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah
Depositing User: Nurul Nadia
Date Deposited: 02 Oct 2020 10:38
Last Modified: 02 Oct 2020 10:38
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/21460

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item