Responsive Banner

Analisis penetapan Hakim dalam perkara permohonan ‎perkawinan beda agama menurut tinjauan Saddu Al-‎Dzari’ah: Studi kasus perkara nomor 622/Pdt.P/2018/PN.Mks

Sari, Gustini Listiani (2020) Analisis penetapan Hakim dalam perkara permohonan ‎perkawinan beda agama menurut tinjauan Saddu Al-‎Dzari’ah: Studi kasus perkara nomor 622/Pdt.P/2018/PN.Mks. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

This is the latest version of this item.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
16210127.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Setiap agama memiliki tata cara perkawinan yang berbeda-beda ‎berdasarkan keyakinan masing-masing agama yang dianut sehingga mempengaruhi ‎keabsahan dari perkawinan beda agamA. Namun hal ini bertentangan dengan ‎penetapan nomor 622/Pdt.P/2018/PN.Mks tentang permohonan perkawinan beda ‎agama yang dikabulkan oleh Hakim pengadilan Negeri Makassar.

Fokus penelitian ini yaitu (1) bagaimana ratio decidendi Hakim dalam ‎penetapan nomor 622/Pdt.P/2018/PN.Mks. tentang permohonan perkawinan beda ‎agama?. (2) bagaimana analisis pertimbangan hakim berdasarkan sadd al-dzari’ah ‎‎?.‎

Penelitian ini termasuk penelitian hukum yuridis normatif yang ‎menggunakan pendekatan kasus dan pendekatan konseptual. Data yang diperoleh ‎dalam penelitian ini adalah salinan putusan pada website Mahkamah Agung yakni ‎penetapan nomor 622/Pdt.P/2018/PN.Mks di Pengadilan Negeri Makassar. ‎Adapun analisis data yang digunakan peneliti adalah deskriptif guna memaparkan ‎ratio decidendi dan menganalisis dengan sadd al-dzari’ah terkait penetapan nomor ‎‎622/Pdt.P/2018/PN.Mks.‎

Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) ratio recidendi yang ‎ditetapkan oleh Hakim dalam penetapan nomor adalah Pasal 2 Undang-undang ‎Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan; Pasal 10 ayat (3) Peraturan Pemerintah ‎Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 ‎Tentang Perkawinan; Yurisprudensi Mahkamah Agung Nomor: 1400/K/Pdt/1986 ‎tanggal 20 Januari 1989; Pasal 27 dan 29 Undang-undang Dasar Republik ‎Indonesia; dan Penjelasan Pasal 35 huruf a Undang-undang Nomor 23 Tahun ‎‎2006 tentang Administrasi Kependudukan. (2). perkawinan beda agama ini hanya ‎sah secara administratif negara namun tidak agama ditinjau dari sadd al-dzari’ah ‎meskipun terdapat dugaan mafsadat dan terdapat mashlahah dalam penetapan ‎tesebut, tetapi kabulnya permohonan perkawinan beda agama tidak dapat ‎dibenarkan ditinjau dari segi hukum sadd al-dzari’ah. ‎

ENGLISH:

Each religion has different marriage procedures based on the beliefs of each religion that is followed so that it affects the validity of interfaith marriages. However, this contradicts the stipulation number 622 / Pdt.P / 2018 / PN.Mks regarding the application for interfaith marriage which was granted by the Makassar District Court Judge.

The focus of this research is (1) how is the decidendi ratio of Hakim in the determination of number 622 / Pdt.P / 2018 / PN.Mks. about the application for interfaith marriage? (2) how is the analysis of judges' judgment based on sadd al-dzari'ah?

This research is a normative juridical legal research that uses a case approach and a conceptual approach. The data obtained in this study is a copy of the decision on the website of the Supreme Court, namely the determination number 622 / Pdt.P / 2018 / PN.Mks at the Makassar District Court. The data analysis used by the researcher was descriptive in order to explain the decidendi ratio and analyze it with sadd al-dzari'ah regarding the determination of the number 622 / Pdt.P / 2018 / PN.Mks.

The results of this research are as follows: (1) the recidendi ratio determined by the judge in determining the number is Article 2 of Law Number 1 Year 1974 concerning Marriage; Article 10 paragraph (3) Government Regulation Number 9 Year 1975 concerning Implementation of Law Number 1 Year 1974 Concerning Marriage; Supreme Court Jurisprudence Number: 1400 / K / Pdt / 1986 dated January 20, 1989; Articles 27 and 29 of the Constitution of the Republic of Indonesia; and Elucidation of Article 35 letter a of Law Number 23 Year 2006 concerning Population Administration. (2). Interfaith marriages are only valid administratively by the state but not religion in terms of sadd al-dzari'ah although there are allegations of mafsadat and there is mashlahah in the ruling, however, the request for interfaith marriage cannot be justified in terms of sadd al-dzari'ah.

ARABIC:

لكل دين إجراءات زواج مختلفة بناءً على معتقدات كل دين يتم اتباعها بحيث تؤثر على صحة الزواج بين الأديان. ومع ذلك ، فإن هذا يتعارض مع الشرط رقم 622 / Pdt.P / 2018 / PN.Mks بشأن طلب الزواج بين الأديان الذي وافق عليه قاضي محكمة مقاطعة ماكاسار.

يركز هذا البحث على (1) كيف يتم تحديد نسبة الحكيم في تحديد العدد 622 / Pdt.P / 2018 / PN.Mks. حول تطبيق الزواج بين الأديان؟ (2) كيف يعتمد تحليل حكم القضاة على السد الدرعي؟
هذا البحث هو بحث قانوني قانوني معياري يستخدم منهج الحالة ومنهج المفاهيم. البيانات التي تم الحصول عليها في هذه الدراسة هي نسخة من القرار على الموقع الإلكتروني للمحكمة العليا ، وهو رقم القرار 622 / Pdt.P / 2018 / PN.Mks في محكمة مقاطعة ماكاسار. كان تحليل البيانات الذي استخدمه الباحث وصفي لشرح النسبة المتساقطة وتحليلها مع السد الدرعي لتحديد الرقم 622 / Pdt.P / 2018 / PN.Mks.

وجاءت نتائج هذه الدراسة كالتالي: (1) نسبة العود التي حددها القاضي في تحديد الرقم هي المادة 2 من القانون رقم 1 لسنة 1974 بشأن الزواج. المادة 10 فقرة (3) لائحة حكومية رقم 9 لسنة 1975 بشأن تطبيق القانون رقم 1 لسنة 1974 بشأن الزواج ؛ رقم فقه المحكمة العليا: 1400 / K / Pdt / 1986 بتاريخ 20 يناير 1989 ؛ المادتان 27 و 29 من دستور جمهورية إندونيسيا ؛ وتوضيح المادة 35 ، خطاب أ من القانون رقم 23 لسنة 2006 بشأن إدارة السكان. (2). هذا الزواج بين الأديان لا يصح إلا إدارياً في الدولة وليس الدين من حيث السد الدرعي رغم وجود مزاعم بالمفسادات وفي الحكم مشالحة ، إلا أن طلب الزواج بين الأديان لا يمكن تبريره من الناحية القانونية. الجزائرية

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Herry, Musleh
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDHerry, MuslehUNSPECIFIED
Keywords: perkawinan beda agama; penetapan nomor ‎‎622/Pdt.P/2018/PN.Mks; interfaith marriage; sadd al-dzari’ah; stipulation number 622/Pdt.P/2018/PN.Mks; /Pdt.P / ‎‏٢٠١٨‏‎/PN.Mks‎‏ الأديان الزواج، سد الذرعية ، عدد الإشتراط ٦٢٢‏
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Gustini Listiani Sari
Date Deposited: 20 Aug 2020 15:09
Last Modified: 20 Aug 2020 15:09
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/21405

Downloads

Downloads per month over past year

Available Versions of this Item

  • Analisis penetapan Hakim dalam perkara permohonan ‎perkawinan beda agama menurut tinjauan Saddu Al-‎Dzari’ah: Studi kasus perkara nomor 622/Pdt.P/2018/PN.Mks. (deposited 20 Aug 2020 15:09) [Currently Displayed]

Actions (login required)

View Item View Item