Responsive Banner

Implikasi Putusan Mahkamah Konstitusi nomor 30/PUU-XVI/2018 dalam pemilihan legislatif Dewan Perwakilan Daerah tahun 2019

Ulliyana, Dina (2020) Implikasi Putusan Mahkamah Konstitusi nomor 30/PUU-XVI/2018 dalam pemilihan legislatif Dewan Perwakilan Daerah tahun 2019. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
15230024.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Penulisan Skripsi ini untuk menganalisis implikasi atau dampak yang ditimbulkan dari perbedaan putusan judicial review yang dikeluarkan oleh Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung. Putusan ini menyebabkan ketidak pastian bagi calon anggota Dewan Perwakilan Daerah.

Tujuan dalam penelitian untuk menganalisis implikasi atau dampak yang ditimbulkan dari perbedaan putusan judicial review. Peneliti menggunakan teori jenjang norma hukum Hans Nawiaski untuk mengkaji jenjang putusan yang harus diikuti. Penelitian menggunakan Yuridis Normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan Pendekatan Kasus (Case Approach). Data terkumpul dengan teknik studi kepustakaan serta menggunakan teknik analisis data Yuridis Kualitatif.

Hasil temuan dalam penelitian ini adalah Pertama Ratio legis Putusan Mahkamah Konstitusi No 30/PUU-XVI/2018 yakni urgensi (original intent) dari pembentukan Dewan Perwakilan Daerah merupakan representasi daerah yang menduduki tingkat pemerintahan pusat mewakili daerah. Ratio legis dari Putusan Mahkamah Agung No 65P/HUM/2018 adalah kewenangan Komisi Pemilihan Umum dalam merevisi Peraturan KPU No 26 Tahun 2018 dinilai tidak efektif karena perubahan suatu aturan disertai dengan suatu kewajiban pada saat tahapan dan program Kedua Implikasi yang disebabkan oleh disimilaritas kedua Putusan lembaga tertinggi dalam kehakiman ini menimbulkan ketidak pastian hukum bagi calon anggota Dewan Perwakilan Daerah Tahun 2019, Ketiga Lembaga Dewan Perwakilan Daerah dan Majelis Syura apabila dikomparisikan maka akan ditemukan beberapa persamaan dan perbedaan. diantaranya persamaannya anggotanya merupakan perwakilan dari berbagai daerah serta bukan merupakan perwakilan partai atau kelompok tertentu. Sedangkan Perbedaanya yakni anggota Majelis Syura harus tunduk dan patuh pada Al-Quran dan Sunnah.

Rekomendasi peneliti yaitu hendaknya setiap orang yang bergelut di bidang Hukum khususnya Hukum Tata Negara memahami dan menghayati konstitusi, karena sebagai hukum tertinggi akan melahirkan suatu sistem yang harmoni sehingga tidak ada peraturan yang bertentangan dengan konstitusi.

ENGLISH:

The writing of this thesis to analyse the implications or impacts arising from the difference in the judicial review ruling issued by the Constitutional Court and the Supreme Court. This ruling led to uncertainty for prospective members of the Regional Representative Council.

The purpose in the study to analyse the implications or impacts arising from the difference in judicial review's decision. Researchers used the theory of legal norm Hans Nawiaski to study the level of decision to be followed. Research using normative juridical with Of approach and case approach. Data collected with literature study techniques as well as using the technical analysis technique of Yuridis qualitative.

The results of the findings in this study were first Ratio legis of the verdict of the Constitutional Court No. 30/PUU-XVI/2018 the original intent of the establishment of the Regional Representative Council is an area representation occupying the central government level repsenting. The legis Ratio of the Supreme Court's decision No 65p/HUM/2018 is the authority of the Electoral Commission in revising the regulation of the KPU No 26 year 2018 is not effective due to changes in a rule accompanied by an obligation at the stage and the second program of implications caused by the disimilarity of both supreme institution ruling in this judiciary raises uncertainty legal Year 2019, the third institution of the Regional Representative Council and the Shura assembly when it is in the trade, will be found some similarities and differences. Among its members are representatives of various regions and are not representatives of certain parties or groups. As for the difference, members of the Syura assembly must comply and obey the Qur'an and Sunnah.

The recommendation of researchers should be that everyone who struggled in the field of law, especially the constitutional Law understands and interned the Constitution, because as the highest law will give birth to a system of harmony so that there is no regulation Contrary to the Constitution.

ARABIC:تهدف كتابة هذه الرسالة إلى تحليل الآثار أو الآثار الناشئة عن الاختلافات في قرارات المراجعة القضائية الصادرة عن المحكمة الدستورية والمحكمة العليا. تسبب هذا القرار في عدم اليقين للأعضاء المحتملين في مجلس الممثل الإقليمي.

الغرض من هذا البحث هو تحليل الآثار أو الآثار الناجمة عن الاختلافات في قرارات المراجعة القضائية الصادرة. يستخدم الباحثون نظرية مستوى القواعد القانونية Hans Nawiaski لدراسة مستوى القرار الذي يجب اتباعه. تستخدم الدراسة القانونية المعيارية مع النهج القانوني ونهج القضية. تم جمع البيانات باستخدام تقنيات دراسة الأدب وتقنيات تحليل البيانات القانونية النوعية.

النتائج التي توصلت إليها هذه الدراسة هي "النسبة الأولى" من مرسوم المحكمة الدستورية رقم 30 / PUU-XVI / 2018 ، أي الإلحاح (القصد الأصلي) لتشكيل مجلس الممثل الإقليمي ، وهو تمثيل إقليمي يحتل مستوى الحكومة المركزية التي تمثل المنطقة والفقه القانوني. تمثل النسبة الشرعية لمرسوم المحكمة العليا رقم 65P / HUM / 2018 سلطة مفوضية الانتخابات العامة في مراجعة اللائحة رقم 26 لعام 2018 التي تعتبر غير فعالة لأن أي تغيير في قاعدة ما يكون مصحوبًا بالتزام في المراحل والبرامج وتنفيذ انتخابات أعضاء. ثانياً ، تؤدي الآثار المترتبة على تباين قرارات أعلى المؤسستين في القضاء إلى عدم اليقين القانوني للمرشحين لمجلس التمثيل الإقليمي في عام 2019. إن المؤسسات الثلاث لمجلس التمثيل الإقليمي ومجلس الشورى ، إذا تم تجميعها ، ستجد العديد من أوجه التشابه والاختلاف. أحدها هو المعادلة: الأعضاء ممثلون من مناطق مختلفة وليسوا ممثلين لأحزاب أو مجموعات معينة. في حين أن الاختلاف هو أن أعضاء مجلس الشورى يجب أن يقدموا ويطيعوا القرآن والسنة.

توصية الباحث هي أن كل شخص يكافح في مجال القانون وخاصة قانون إدارة الدولة يفهم الدستور ويعيش فيه ، لأن القانون الأعلى سيولد نظامًا للتناغم بحيث لا توجد لوائح تتعارض مع الدستور

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Lutfi, Mustafa
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDLutfi, MustafaUNSPECIFIED
Keywords: judicial review; putusan; jenjang norma; komisi pemilihan umum; judicial review; verdict; ladder norm; electoral comission; المراجعة القضائية, القرار, مستوى القواعد، لجنة الانتخابات العامة
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Tata Negara
Depositing User: Dina Ulliyana
Date Deposited: 20 Aug 2020 16:29
Last Modified: 20 Aug 2020 16:29
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/21375

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item