Responsive Banner

Pembebanan Biaya Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tinjauan peraturan Bupati Banyuwangi no. 11 tahun 2018 dan mashlahah mursalah: Studi di Desa Sambimulyo Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi

Primastya, Astarina Ayu (2020) Pembebanan Biaya Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tinjauan peraturan Bupati Banyuwangi no. 11 tahun 2018 dan mashlahah mursalah: Studi di Desa Sambimulyo Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi. Undergraduate thesis, Univeristas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
16220110.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

INDONESIA :

Untuk mewujudkan kepastian hukum mengenai kepemilikan tanah maka diadakan pendaftaran tanah dengan biaya yang terjangkau. Berdasarkan Pasal 8 Peraturan Bupati Banyuwangi No. 11 Tahun 2018 disebutkan bahwa biaya yang dibebankan sebesar Rp 150.000,00. Namun biaya tersebut sering diselewengkan menjadi lebih besar. Banyaknya pembebanan biaya dalam kegiatan PTSL yang beragam bahkan ada yang dibebankan hingga berjuta-juta. Masayarakat sebagai warga Indonesia wajib mendapatkan kesamaan hukum termasuk dalam pembiyaan kegiatan PTSL.

Penelitian ini mempunyai dua permasalahan, yang pertama adalah menganalisis bagaiamana praktik pembebanan biaya Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) ditinjau dari Peraturan Bupati Banyuwangi No. 11 Tahun 2018, yang kedua tinjauan Mashlahah Mursalam dalam praktik pembebanan biaya Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Dusun Kedungrejo Desa Sambimulyo Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi.

Dalam penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris, dengan menggunakan pendekatan yuridis-soiologis. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang didapatkan melalui wawancara yang terkait dengan kegiatan PTSL di Dusun Kedungrejo Desa Sambimulyo dan data sekunder berupa dokumen-dokumen yang sesuai dengan tema yang diangkat dalam penelitian. Analisa data yang digunakan menggunakan analisa data deskriptif kualitatif kemudian dianalisa dengan menggunakan uraian yang logis dan sistematis untuk medapatkan kessimpulan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik pembebanan biaya dalam PTSL di Dusun Kedungrejo tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Biaya yang sebenarnya harus dibayarkan untuk kegiatan PTSL adalah Rp 150.000,00, tetapi di Dusun Kedungrejo dibebankan biaya lebih dari Rp 150.000,00. Dari hasil penelitian juga didapatkan bahwa praktik pembebanan biaya dilakukan dalam dua periode. Periode ini berdasarkan banyanya jumlah biaya. Untuk periode pertama sebesar Rp 750.000,00 sedangkan untuk periode kedua sebesar Rp 450.000,00. Hal ini sejalan dengan konsep mashlahah mursalah karena pembebanan biaya tidak terdapat dalil syara’ yang melarangnya dan sejalan dengan tujuan syara’. Pembebanan biaya dalam hal ini sejalan dengan salah satu tujuan syara’ yaitu melindungi harta.

ENGLISH:

To realize legal certainty regarding land ownership, land registration is held at an affordable cost. Based on Article 8 of Banyuwangi Regent's Regulation No. 11 of 2018 stated that the fee charged is Rp 150,000.00. However, these costs are often distorted to be greater. The number of fees charged in various PTSL activities even some are charged up to millions. The community as Indonesian citizens are obliged to get legal equality including in financing PTSL activities.

This research has two problems, the first is analyzing how the practice of charging the cost of a Complete Systematic Land Registration (PTSL) in terms of Banyuwangi Regent Regulation No. 11 of 2018, the second review of Mashlahah Mursalam in the practice of the imposition of Complete Systematic Land Registration (PTSL) fees in Kedungrejo Hamlet, Sambimulyo Village, Bangorejo District, Banyuwangi Regency.

In this study is an empirical legal research, using a juridical-soiological approach. The type of data used in this study are primary data obtained through interviews related to PTSL activities in Kedungrejo Hamlet, Sambimulyo Village and secondary data in the form of documents in accordance with the themes raised in the study. Analysis of the data used using qualitative descriptive data analysis and then analyzed using logical and systematic description to obtain conclusions.

The results of this study indicate that the practice of charging fees in PTSL in Kedungrejo Hamlet is not in accordance with applicable regulations. The actual cost to be paid for PTSL activities is Rp. 150,000.00, but in Kedungrejo sub-village there is a fee of more than Rp. 150,000.00. From the results of the study also found that the practice of charging fees carried out in two periods. This period is based on the amount of the fee. For the first period IDR 750,000.00 while for the second period IDR 450,000.00. This is in line with the concept of mashlahah mursalah because of the imposition of costs there is no proposition syara 'which forbids it and is in line with the objectives of syara'. Charging fees in this case is in line with one of the objectives of the syara 'which is protecting property.

ARABIC:

لتحقيق القانون المتأكد عن ملكية الأرض، يجب أن يتم تسجيل الأرض برسوم معقولة. بناء على المادة 8 من لائحة الوصي ببانيووانجي رقم 11 عام 2018 قد ذكر هناك أن الرسوم المفروضة هي 150.000،00 روبية. لكن، قد تكون هذه الرسوم تتغير بلا إذن حتى تكون أكبر. الرسوم المفروضة المختلفة في أنشطة تسجيل الأرض المنهجي الشامل قد تكون تصل إلى الملايين. المجتمع كمواطنين إندونيسيين يجب لهم الحصول على المساواة القانونية خاصة في رسوم أنشطة تسجيل الأرض المنهجي الشامل.

يحتوي هذا البحث على مشكلتين، الأولى هي تحليل كيفية تطبيق فرض الرسوم لتسجيل الأرضي المنهجي الشامل (PTSL) من حيث لائحة الوصي ببانيووانجي رقم 11 عام 2018، والثانية هي المراجعة للمصلحة المرسلة في تطبيق فرض الرسوم لتسجيل الأرض المنهجي الشامل (PTSL) في قرية كادونجرجو الفرعية، قرية سامبيموليو، منطقة بانجورجو، بمدينة بانيوانجي.

يعد هذا البحث من البحث القانوني التجريبي، باستخدام النهج القانوني-السوسيولوجي. نوع البيانات المستخدمة في هذا البحث هي البيانات الأساسية والثانوية. تم الحصول على البيانات الأساسية بطريقة المقابلة المتعلقة بأنشطة تسجيل الأرض المنهجي الشامل في قرية كادونجرجو الفرعية، بقرية سامبيموليو. والبيانات الثانوية تحتوي على الوثائق وفقًا لموضوع البحث. يتم تحليل البيانات بالطريقة الكيفية الوصفية وباستخدام الأوصاف المنطقية والمنهجية للحصول على الاستنتاجات.

تشير نتائج هذه الدراسة إلى أن تطبيق فرض الرسوم على تسجيل الأرض المنهجي الشامل في قرية كادونجرجو الفرعية لم توافق مع اللوائح الموجودة. الرسوم المفروضة في الحقيقة هي 150.000.00 روبية. ولكن في قرية كادونجرجو الفرعية هناك رسوم أكثر من ذلك. من نتائج الملاحظة وجدت أيضا أن تطبيق فرض الرسوم يتم على فترتين. تعتمد هذه الفترة على مقدار الرسوم. الفترة الأولى هي 750.000.00 روبية، والفترة الثانية هي 450.000.00 روبية. وهذا الحال كان موافقا بمفهوم المصلحة المرسلة لأنه لم يوجد الدليل الشرعي الذي ينهاه. كانت الرسوم في هذ الحال موافقا بأحد مقاصد الشريعة وهي حماية المال.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Herry, Musleh
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDHerry, MuslehUNSPECIFIED
Keywords: pembebanan biaya; pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL); perbup banyuwangi no. 11 tahun 2018; mashlahah mursalah
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180119 Law and Society
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah
Depositing User: Astarina Ayu Primastya
Date Deposited: 02 Aug 2020 21:53
Last Modified: 02 Aug 2020 21:53
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/20934

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item