Perkawinan beda agama perspektif elite agama Islam dan Kristen: Studi di Kota Batu

Firmansyah, Yusnindar Riza (2013) Perkawinan beda agama perspektif elite agama Islam dan Kristen: Studi di Kota Batu. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
07210017 Pendahuluan.pdf

Download (188kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
07210017 Indonesia.pdf

Download (22kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
07210017 Inggris.pdf

Download (16kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
07210017 Arab.pdf

Download (30kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
07210017 Bab 1.pdf

Download (655kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
07210017 Bab 2.pdf

Download (826kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
07210017 Bab 3.pdf

Download (617kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
07210017 Bab 4.pdf

Download (808kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
07210017 BAB 5.pdf

Download (598kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
07210017 Daftar Pustaka.pdf

Download (31kB) | Preview
[img] Other (Appendices)
07210017 Lampiran.rar

Download (55kB)

Abstract

INDONESIA:

Pengaturan masalah perkawinan didunia tidak menunjukkan adanya keseragaman. Perbedaan itu tidak hanya antara satu agama dengan agama yang lain, satu adat masyarakat dengan adat masyarakat yang lain, satu negara dengan negara yang lain, bahkan dalam satu agamapun dapat terjadi perbedaan pengaturan perkawianan disebabkan adanya cara berfikir yang berlainan karena menganut mazhab atau aliran yang berbeda.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: pertama pendapat para elite agama islam dan kristen tentang perkawinan beda agama, serta dasar hukum yang dipakai, kedua mengetahui sikap elite agama terhadap perkawinan beda agama, dari hasil penelitan ini peneliti dapat mengetahui perkawinan beda agama menurut elite agama apakah ada kesamaan atau perbedaan dalam menyikapinya.

Jenis penelitian ini dikategorikan sebagai penelitan empiris atau sosiologis, yang memfokuskan terhadap permasalahan tentang pendapat para elite agama terhadap perkawinan beda agama dan dasar hukum yang dipakai , serta bagaimana sikap para elite agama dalam menyikapi masalah perkawinan beda agama yang ada. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dimana sumber datanya dari data primer atau dasar dan data data sekunder berdasarkan wawancara dan dokumentasi. Analisis data mengunakan metode reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil dari penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti, sehingga menemukan tiga (3) perbedaan pendapat, yaitu pertama melarang adanya perkawinan beda agama secara mutlak, kedua membolehkan adanya perkawinan beda agama, ketiga melarang akan tetapi memberi dispensasi kepada mereka yang ingin menikah beda agama, pendapat yang melarang ini dikarenankan menurut informan tidak sesuai dengan dasar Hukum yang di pake oleh informan, pendapat kedua membolehkan terdapat tiga hasil yang berbeda informan pertama menjelaskan bahwa perkawinan beda agama terjadi karena rasa cinta antara keduanya dan juga karena adanya misi menyebarkan agamanya, sedang pendapat yang ketiga melarang akan tetapi memberi dispensasi kepada perkawinan beda agama.

ENGLISH:

The arrangement of marital problem in the world does not show any uniformity. The difference is not only between one religion and another religion, an indigenous community and another indigenous community, one country and another country. Even within a single religion a difference in the marital arrangements may occur because of different ways of thinking.

This difference is due to the variety of schools of thought or stream. This study has two purposes. First, to determine the opinion of elites from Muslim and Christian religions about interfaith marriage, as well as the legal basis used. Second, to determine the religious elites’ attitudes toward interfaith marriage. From the results of this research, the researcher is able to determine interfaith marriage according to religious elites whether there are similarities or differences in addressing this problem.

This research is a empirical or sociological research. It focuses on the issue concerning the opinion of the religious elites on the interfaith marriage and legal basis used, as well as how the attitude of religious elites in addressing the problems of interfaith marriage. It employs a qualitative approach in which the sources are the primary data and secondary data based on interviews and documentation. Data analysis uses the methods of data reduction, data display, and conclusion.

Outcomes of the research that had been conducted by the researcher found three different opinions. The first absolutely prohibits interfaith marriage, the second allows the interfaith marriage, the third prohibits it but gives dispensation to those who want to do interfaith marriage. The first opinion prohibit it because the basic law used is not suitable with informants’ law basis. The second opinion has two different reasons, the first informant explained that interfaith marriage occurs because of love and religion missionary. While the third opinion prohibits it but still gives the dispensation to interfaith marriage.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Sumbulah, Umi
Keywords: Perkawinan; Beda Agama; Pendapat Elite Agama; Marriage; Interfaith; Religion Elite’s Opinion
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012820 Nikah Beda Agama (Inter-Religious Marriage)
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Saputra Edi
Date Deposited: 09 Jul 2015 03:20
Last Modified: 09 Jul 2015 03:20
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/208

Actions (login required)

View Item View Item