Fenomena meningkatnya kehamilan di luar nikah akibat belis di Kota Ende Nusa Tenggara Timur

Daud, M. Anshary M.H (2012) Fenomena meningkatnya kehamilan di luar nikah akibat belis di Kota Ende Nusa Tenggara Timur. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
05210053_Pendahuluan.pdf

Download (273kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
05210053_Indonesia.pdf

Download (48kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
05210053_Inggris.pdf

Download (11kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
05210053_Arab.pdf

Download (69kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
05210053_Bab_1.pdf

Download (404kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
05210053_Bab_2.pdf

Download (762kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
05210053_Bab_3.pdf

Download (270kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
05210053_Bab_4.pdf

Download (584kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
05210053_Bab_5.pdf

Download (281kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
05210053_Daftar_Pustaka.pdf

Download (98kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Appendices)
05210053_Lampiran.pdf

Download (2kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Mahar atau yang biasa disebut belis sangat berkaitan dengan sistematis kehidupan bermasyarakat. Artinya bila tanpa belis berarti tak ada pernikahan. Penelitian ini dilakukan pada masyarakat Ende Flores, Nusa Tenggara Timur. Belis, atau lumrahnya dikenal sebagai mahar pada pernikahan pernikahan di wilayah lain di Indonesia lazimnya diberikan alakadarnya namun tidak demikian dalam masyarakat Ende Flores, Nusa Tenggara Timur. Belis, yang juga dinyatakan sebagai mahar, besarannya melebihi mahar pada umumnya. Pada masyrakat Ende Flores, mahar atau belis bahkan kadang bisa berupa ternak ternak mereka seperti kuda atau kerbau. Gading perak gajah pun dapat dijadikan belis bagi masyarakat di Ende Flores karena dianggap sangat berharga.

Penelitian ini dilakukan di Kota Ende Nusa Tenggara Timur. Masalah penelitian ini adalah Apakah besarnya jumlah belis atau mahar mempengaruhi terjadinya hamil di luar nikah pada masyarakat Ende Flores Nusa Tenggara Timur dan Bagaimana cara menentukan jumlah belis atau mahar dalam perkawinan masyarakat Ende Flores Nusa Tenggara Timur. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut diharapkan dapat mengetahui pengaruh antara besarnya mahar terhadap terjadinya kehamilan diluar nikah pada masyarakat Ende Flores dan Untuk mengetahui cara menentukan besarnya jumlah mahar di Kota Ende Flores. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Sedangkan paradigma yang digunakan adalah paradigma fenomenologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menganalisis data, peneliti menggunakan deskriptif kualitatif.

Berdasarkan hasil penelitian lapangan dapat diketahui bahwa Besarnya jumlah mahar sangat mempengaruhi faktor hamil di luar nikah. Dalam adat kota Ende, mahar adalah pemberian wajib seorang suami kepada calon istrinya. Jumlah mahar sangat variatif antara suatu daerah dengan daerah lainnya. Hal ini disesuaikan dengan tradisi keluarga besar perempuan. Mahar ini tidak boleh dikurangi dari ketentuan adat yang berlaku, yang dilihat dari strata sosial, ekonomi dan pendidikan. Apabila besarnya mahar tersebut dikurangi dari ketentuan adat maka akan menimbulkan aib bagi keluarga mempelai pihak wanita.

ENGLISH:

Mahar or commonly called belis strongly related to systematic social life. This means that if no belis means no marriage. The research was conducted at the Ende Flores, East Nusa Tenggara. Belis, or lumrahnya known as a wedding dowry in marriage in other parts of Indonesia typically given spurious but not so in the Ende Flores, East Nusa Tenggara. Belis, also expressed as a dowry, dowry amount is exceeded in general. Ende on Flores society, dowry or even sometimes can be belis their livestock such as cattle or buffalo horse. Silver elephant ivory can be used belis for people in Ende Flores because it is considered very valuable.

The research was conducted in the city of Ende Flores. The problem this study is the large number of belis or affect the dower pregnant at the Ende Flores East Nusa Tenggara and How do I determine the amount of dowry in marriage belis or society Ende Flores East Nusa Tenggara. The answers to these questions are expected to determine the effect of the amount of dowry to the occurrence of pregnancy outside of marriage in society Ende Flores and to know how to choose the amount of dowry in the city of Ende Flores. This research uses qualitative research. While the paradigm used is phenomenological paradigm. The method used in this study were observation, interviews, and documentation. To analyze the data, the researchers used a qualitative descriptive.

Based on the results of field research can be seen that the large number of factors influence dowry pregnant out of wedlock. In the traditional town of Ende, dowry is a gift from a husband obliged to his future wife. The number of dowry is varied between one area to another. It is tailored to the family tradition of women. Mahar should not be deducted from the applicable customary provisions, the views of the social strata, economic and educational. When the dowry amount is reduced from the customary provisions would cause embarrassment to the family bride the woman.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Roibin, Roibin
Keywords: Belis dan Hamil Diluar Nikah; Belis And Pregnancy Outside Marriage
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012801 Pernikahan (Secara Umum)
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Location: 18012801
Depositing User: Ratih Novitasari
Date Deposited: 11 Sep 2015 03:06
Last Modified: 11 Sep 2015 03:06
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/1953

Actions (login required)

View Item View Item