Pengaruh pergeseran lempeng bumi terhadap penentuan arah kiblat masjid-masjid di Kota Yogyakarta

Nuroini, Evi Dahliyatin (2010) Pengaruh pergeseran lempeng bumi terhadap penentuan arah kiblat masjid-masjid di Kota Yogyakarta. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Thesis Fulltext)
06210051_Skripsi.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya gejala alam gempa bumi akibat pergerseran lempeng di Indonesia. Indonesia sendiri terdiri dari tiga lempeng, yaitu lempeng Australia, lempeng Pasifik, dan lempeng Eurasia. Ini menjadi masalah jika pergeseran lempeng bumi tersebut merubah titik koordinat lintang dan bujur tempat, yang dapat menyebabkan perubahan arah kiblat. Seperti gempa yang terjadi di Yogyakarta tanggal 27 Mei 2006.Gempa ini disebabkan oleh penunjaman lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pergeseran lempeng bumi terhadap penentuan arah kiblat, serta mengetahui posisi arah kiblat masjid-masjid setelah gempa bumi yang diakibatkan pergeseran lempeng bumi, dengan lokasi penelitian di masjid-masjid Kota Yogyakarta.

Metode penelitian ini termasuk penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif. Sumber data yang digunakan adalah data lintang dan bujur tempat sebelum gempa tahun 2003 yang menggunakan Google Earth dan setelah gempa tahun 2010 yang menggunakan GPS sebagai data primer dan didukung oleh buku- buku yang sesuai dengan sumber data tentang pergeseran lempeng bumi dan arah kiblat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran lempeng bumi dapat mempengaruhi arah kiblat, dengan perubahan lintang dan bujur tempat pada kisaran satuan detik dengan kurun waktu 7 tahun. Perubahan tersebut bisa diketahui dengan adanya selisih antara data lintang dan bujur tempat tahun 2010 dikurangi dengan data lintang dan bujur tempat tahun 2003. Karena lintang dan bujur tempat berubah, maka hasilnya juga mempengaruhi azimuth kiblat. Tetapi, perubahan tidak membawa dampak yang besar, karena perubahannya berkisar pada satuan detik. Untuk itu, dalam kurun waktu 30 tahun sampai dengan 50 tahun mendatang, perlu adanya koreksi arah kiblat, yang memungkinkan perubahan lintang dan bujur tempat akibat pergeseran lempeng bumi berada pada satuan menit.

ENGLISH:

This study is based on the fact that there are many natural phenomenon such as earthquakes caused by the movement of the earth's plates in Indonesia. Indonesia consists of three earth's plates i.e. Australian Plate, Pacific Plate, and Eurasian Plate. It becomes a problem if the plates movement changed the latitude and longitude coordinate point of a location which may cause a change in the direction of kiblah. As what happened in Yogyakarta on 27th May 2006; the earthquake has caused a subduction of Indo-Australian Plate against Eurasian Plate.

The aims of this study are finding out how big the influence of the earth's plate movement on determining the direction of kiblah is; and finding out the position of kiblah's direction of the mosques after the earthquake caused by the plates movement. The study was located at the mosques in Yogyakarta.

The method of this study was using field research with quantitative approach. The data source used were data of latitude and longitude coordinates of the location before the earthquake for year 2003 which was using Google Earth and one after the quake for year 2010 using GPS as primary data, and also supported by books related to the data source about the earth's plate movement and kiblah's direction.

The result of research showed that the movement of the earth's plates may have influenced kiblah's direction with a change of latitude and longitude coordinates by around seconds in 7 years. The change was derived from the difference between latitude and longitude data of year 2010 and one of year 2003. As the latitude and longitude coordinates changed, the result has also influenced the kiblah's azimuth. However, the change didn't have significant impact because it's only in around seconds. Therefore, in the next 30-50 years, there should be a correction in kiblah's direction which make it possible for a change of the latitude and longitude coordinates of the location because of the movement of earth's plates to be in around minutes.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Wahidi, Ahmad
Keywords: Pergeseran; Lempeng Bumi; Kiblat; Movement; Earth's Plates; Kiblah
Subjects: 02 PHYSICAL SCIENCES > 0201 Astronomical and Space Sciences > 020111 Islamic Astronomy (Falak) > 02011101 Qibla Direction
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Location: 02011101
Depositing User: Ratih Novitasari
Date Deposited: 08 Sep 2015 04:09
Last Modified: 08 Sep 2015 04:09
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/1899

Actions (login required)

View Item View Item