Pembagian harta peninggalan dengan pertimbangan kemampuan ekonomi ahli waris di Desa Langkap Kec. Bangsalsari Kab. Jember

Islamiatiningsih, Ika (2010) Pembagian harta peninggalan dengan pertimbangan kemampuan ekonomi ahli waris di Desa Langkap Kec. Bangsalsari Kab. Jember. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Thesis Fulltext)
03210080_Skripsi.pdf

Download (936kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Proses penerusan atau perpindahan harta keluarga kepada anak-anak, kepada turunan keluarga telah dimulai ketika orang tua masih hidup, pengalihan hak atas harta dalam masyarakat muslim di Indonesia selain dalam bentuk pewarisan juga dikenal dalam bentuk hibah dan wasiat. Melihat fenomena yang ada di desa Langkap, peneliti tertarik dengan adanya praktek pembagian warisan, hibah dan wasiat dengan pertimbangan ekonomi ahli waris, bagi ahli waris PNS akan mendapat pembagian harta peninggalan dengan jumlah sedikit daripada ahli waris bukan PNS. Dalam pembagiannya berdasarkan atas kesepakatan ahli waris karena dalam pembagian ini lebih mengutamakan asas musyawarah mufakat antar ahli waris. Perlu diketahui, fenomena pembagian harta peninggalan yang terjadi di desa Langkap menganut salah satu sistem keturunan yang ada di Indonesia yaitu sistem bilateral. sistem bilateral ini menarik garis keturunan bapak maupun ibu, sehingga dalam kekeluargaan semacam ini pada hakikatnya tidak membeda-bedakan ahli waris dari pihak ibu atau pun pihak bapak.

Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan hal-hal yang menjadi dasar masyarakat desa Langkap dalam pembagian harta peninggalan (waris, hibah dan wasiat) dengan pertimbangan ekonomi ahli waris serta mendeskripsikan langkah/cara yang dilakukan masyarakat Langkap untuk menghindari konflik antar ahli waris dalam pembagian harta peninggalan

Penelitian ini termasuk ke dalam studi kasus (case study). Secara umum, Robert K.Yin dalam Case Study Research Design and Methods yang dikutip oleh Imam Suprayogo mengemukakan bahwa studi kasus sangat cocok digunakan dalam penelitian dengan menggunakan pertanyaan “how” (bagaimana) dan “why” (mengapa), yang akan digunakan dalam wawancara. Berkaitan dalam masalah penelitian ini, maka unit analisis adalah masyarakat Langkap, karena penelitian ini merupakan studi kasus kemasyarakatan.

Alasan dari pembagian harta peninggalan dengan pertimbangan ekonomi antara lain adalah karena adanya rasa belas kasihan, menghindari kesenjangan ekonomi, dan menghindari pertikaian. Cara untuk menghindari konflik dapat dilakukan dengan pembagian harta penuinggalan dengan pertimbangan ekonomi ahli waris, pembagian harta peninggalan sama rata, musyawarah dan menyerahkan persoalan kepada pihak desa.

ENGLISH:

The process of resumption or transferring of family estae to children and family generation have been started when the old fellow is still alive, the transfer of esta rights in Indonesian moslem society is in the form of endowment and the form of escrow and donation. Comprehending the phenomenon existing in the countryside of Langkap, the researcher is interested in the existence of heritage division practice, escrow and donation under heir’s economic consideration, the PNS heir will get the different amount of estae ommission than the non PNS heir. These divisions is based on the agreement of heir because an agreement becomes the very basic principle. It is important to know that the phenomenon of estae omission division of Langkap people refers to bilateral system. The system of bilateral draws a father and a mother lineage, so that there is no discrimination in familiarity.

The aim of research is to explain the basic principles of Langkap in the matter of estae omission division (heir, escrow and donation) with the consideration of heir economics and to explain the way taken by the society of Langkap to avoid conflict between heir in the matter of estae omission division.

This research is a case study research. In general, written in Robert K.Yin of Case Study Research Design Methods as quoted by Imam Suprayogo that the case study is very compatible to be used in this research by applying the question ‘how’ and ‘why’ in the interview. In relation with the problem of this research, the society of Langkap becomes the unit of analysis.

Some principles of estae omission division are economic consideration for example compassion feeling, economic unbalancing and to avoid conflict. The way to avoid conflict can be done by the division of estae omission by considering to the economic status of heirs, the undiscimminated division of estae ommission, the deliberation and delivering problems to the officials.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Mahmudi, Zaenul
Keywords: Pembagian; Harta Peninggalan; Kemampuan Ekonomi; Division of Estae Ommission; Ability of economics
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012816 Mawaris (Inheritance)
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Location: 18012816
Depositing User: Ratih Novitasari
Date Deposited: 08 Sep 2015 04:06
Last Modified: 08 Sep 2015 04:06
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/1893

Actions (login required)

View Item View Item