Batas minimal usia kawin dalam Undang-Undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan perspektif hakim Pengadilan Agama Kabupaten Malang dan dosen Psikologi UIN Malang

Abdussalam, Nizar (2015) Batas minimal usia kawin dalam Undang-Undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan perspektif hakim Pengadilan Agama Kabupaten Malang dan dosen Psikologi UIN Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
11210019-Pendahuluan.pdf

Download (938kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
11210019-Indonesia.pdf

Download (138kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
11210019-English.pdf

Download (171kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
11210019-Arabic.pdf

Download (183kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
11210019-BAB I.pdf

Download (504kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
11210019-BAB II.pdf

Download (406kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
11210019-BAB 3.pdf

Download (252kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
11210019-BAB 4.pdf

Download (493kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
11210019-BAB 5.pdf

Download (239kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
11210019-DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (103kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Appendices)
11210019-LAMPIRAN.pdf

Download (592kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Summary)
11210019-Ringkasan.pdf

Download (413kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Undang-Undang Perkawinan merupakan sebuah aturan khusus yang mengatur pernikahan masyarakat Indonesia. Dalam undang-undang ini terdapat pasal yang menjelaskan mengenai batas minimal usia kawin. Batas usia ini merupakan unifikasi dari beberapa literatur fikih. Adanya perumusan batas usia ini bertujuan untuk meminimalisir pernikahan dini dan perceraian yang ada di masyarakat. Namun, saat ini batas usia tersebut tidak dapat megakomodir masyarakat. Karena seiring berkembangnya zaman kedewasaan seseorang selalu mengalami perubahan. Di tambah lagi saat ini banyak kasus perceraian yang disinyalir sebab pernikahan di usia muda.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapat Hakim Pengadilan Agama Kabupaten Malang dan Dosen Psikologi UIN Malang mengenai batas usia kawin yang ada pada undang-undang tersebut. Dan juga untuk mengetahui apakah batas minimal usia kawin yang ada pada UU Perkawinan masih relefan untuk diterapkan saat ini. Melihat bahwa perumusan batas usia kawin ini dilakukan pada tahun 1974. Berjalan sekitar 40 tahun hingga saat ini. Di sisi lain berdasarkan teori psikologi perkembangan bahwa tahap perkembangan manusia baik secara boilogis maupun psikis selalu mengalami perubahan dari tahun ke tahun.

Penelitian ini tergolong dalam penelitian empiris, pemaparan datanya berbentuk deskreptif kualitatif. Sedangkan data yang dikumpulkan berupa datar primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara kepada beberapa Hakim Pengadilan Agama dan Dosen Psikologi. Sedangkan data sekunder berasal dari literatur-literatur buku dan skripsi. Kemudian data tersebut diedit, diklasifikasi, diverifikasi, kemudian dianalisis.

Dalam penelitian ini diperoleh dua kesimpulan. Pertama, batas usia kawin yang ada pada UU Perkawinan dianggap kurang relevan untuk saat ini. Dengan mempertimbangkan pendapat para Hakim Pengadilan Agama dan dosen Psikologi dapat disimpulkan bahwa hendaknya batas usia kawin tersebut dinaikkan. Kedua, dengan mensintesakan teori-teori psikologi, pendapat-pendapat para hakim, dan dosen Psikologi dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa batas usia kawin yang relevan untuk saat ini adalah 21 tahun bagi laki-laki dan 18 tahun bagi perempuan. Dengan pertimbangan bahwa pada usia 21 lelaki telah memiliki kematangan emosional dan pekerjaan, sedangkan pada usia 18 tahun perempuan telah memiliki kesiapan untuk menikah pasca lulus dari pendidikan SMA.

ENGLISH:

Marriage Regulation is the Special regulation that regulate Indonesian marriage. In this regulation. This limitation is unification from some fikih literature. This limitation is to minimize early marriage and divorce in societies. But now this limitation can’t accomodate societies. As way goes the maturity of human always change. And now many divorce case caused by early marriage.

The purpose of this research is to describe the judge’s opinion and psychology lecturer’s opinion about the minimum limitatition of age for marriage in Marriage Regulation and describe the relevance of this regulation. Consider that the minimum limitation of age for marriage was formulated at 1974. This regulation was running for 40 years until now. In the other side according the theory of developmental psychology that step of human development biological and psychologycal always change.

This research including to empirical research, the data explanation is descriptive qualitative. The collecting data methode is primary and secondary. The primary data got from judge’s and psychology lecturer’s interview. And the secondary data got from some literature and thesis. Then that data edited, clasifiyed, verifiyed, and analized.

The conclution of this research are: The first, the minimum limitation in Marriage Regulation is not relevant for society now. By considering the judge’s and the lecturer’s opinion the minimum limitation of marriage must be increased. The second, by synthesized the psycologycal theory, judge’s and lecturer’s opinion concluded that the minimum limitation of age for marriage thet relevant for now is 21 for man and 18 for woman. By considering that the man have a emotional maturity and profession in 21 years old and the woman have readiness for marriage in 18 years old after she had garduated from Senior High School.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Wahidi, Ahmad
Keywords: Batas Minimal; Usia kawin; UU 1 Tahun 1974; Minimum Limitation; Age for Marriage; Marriage Regulation No. 1 1974
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012801 Pernikahan (Secara Umum)
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Heni Kurnia Ningsih
Date Deposited: 06 Jul 2015 09:47
Last Modified: 06 Jul 2015 09:47
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/181

Actions (login required)

View Item View Item