Responsive Banner

Pandangan tokoh agama terhadap praktik hibah bersyarat: Studi kasus di Desa Dukuh Tunggal Kec. Glagah Kab. Lamongan

Wajdi, Muhammad Fasih (2019) Pandangan tokoh agama terhadap praktik hibah bersyarat: Studi kasus di Desa Dukuh Tunggal Kec. Glagah Kab. Lamongan. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
15210191.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Hibah merupakan salah satu ibadah yang disyaratkan oleh agama Islam, serta mengandung ‎beberapa hikmah yang sangat penting diantaranya adalah, menghidupkan semangat kebersamaan. ‎Namun hikmah yang ada dalam hibah ini dapat hilang dan bahkan menimbulkan kecemburuan ‎sosial atau konflik di masyarakat jika melakukan praktik hibah ini tidak dengan aturan syari’at ‎yang ada akan tetapi dengan cara kehendak pemberi hibah sendiri yaitu berhibah dengan syarat ‎yang tidak relevan. Inilah yang terjadi di Desa Dukuh tunggal Kecamatan Glagah, Kabupaten ‎Lamongan perlu dilakukan penelitian untuk melihat bagaimana hibahnya menurut pandangan ‎tokoh agama. ‎

Permasalahan dalam penelitian ini adalah Apa yang melatar belakangi terjadinya Hibah Bersyarat ‎di Desa Dukuh tunggal Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan dan Bagaimana Pandangan ‎Tokoh Agama terhadap Praktik Hibah Bersyarat..Penelitian ini tergolong penelitian lapangan ‎‎(field research) yang bersifat deskriptif analisis. Sumber data dalam penelitian menggunakan dua ‎sumber yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer yang penulis ‎gunakan adalah data yang diperoleh dari objek yang diteliti, sedangkan sumber data sekunder ‎adalah data yang diperoleh dari buku-buku yang mempunyai relevansi dengan permasalahan ‎dalam penelitian. ‎

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Praktik Hibah Bersyarat yang terjadi di ‎Desa Dukuh tunggal Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan adalah Ibu Dewi memberikan ‎sawah miliknya kepada bapak Rudi yang berukuran panjang 500 meter dan lebar 50 meter. ‎Sawah tersebut dihibahkan untuk memenuhi kebutuhan hidup bapak Rudi sehari-harinya, tapi ‎dengan syarat yang harus dipenuhi, karena rasa takut ibu Dewi mengalami krisis ekonomi ‎bangkrut dalam usahanya, maka harta hibah tersebut bisa di ambil alih lagi, karena pemberi hibah ‎ini tidak bisa memenuhi kebutuhan ekonomi karena mengalami krisis. Akan tetapi apabila ‎pemberi hibah tidak mengalami bangkrut dalam usahanya, maka harta yang di hibahkan tersebut ‎bisa tetap dimiliki oleh penerima hibah. Menurut Pandangan Tokoh Agama di tinjau dari Hukum ‎Islam tentang hibah bersyarat ini tidak sesuai dengan konsep islam, karena syarat nya tidak ‎relevan dan tidak menimbulkan maslahat akan tetapi menimbulkan mudhorot. Menarik kembali ‎harta hibah itu hukumnya haram kecuali hibah yang diberikan orang tua kepada anaknya. Karena ‎menarik kembali harta hibah sama saja dengan menjilat kembali muntahannya. Sesungguhnya ‎muntah itu haram, maka penganalogian sesuatu dengan muntah sama saja haram.‎

ENGLISH:

Grant is one of the worship requirements of Islam, and it contains some very ‎important lessons, among others, reviving the spirit of togetherness. But the ‎wisdom contained in this grant can be lost and even cause social jealousy or ‎conflict in the community if the practice of this grant is not in accordance with ‎existing shari'ah rules but by means of the grantor's own wish that the grant by ‎contract means can then be withdrawn back. This is what happened in the village ‎of Dukuh Tunggal Glagah Subdistrict, Lamongan District, it was necessary to ‎conduct research to see how the grant was according to the views of religious ‎leaders. The Center Hotel.‎

The problem in this research is what lies behind the occurrence of Grant ‎Conditional in Dukuh Tunggal Village Glagah Subdistrict, Lamongan District and ‎How Religious Perspectives View Grant Practices in Contracts and Can Be Pulled ‎Back in Dukuh Desa Glagah Subdistrict , Lamongan Regency..This research is ‎classified as field research which is descriptive analysis. Sources of data in the ‎study used two sources, namely primary data sources and secondary data sources. ‎Primary data sources that I use are data obtained from the object under study, ‎while secondary data sources are data obtained from books that have relevance to ‎the problems in the study.‎

Based on the results of the study, it can be concluded that the Practice of ‎Conditional Grant that occurs in Dukuh Tunggal Village Glagah Subdistrict, ‎Lamongan District to Mr. Rudi who is 500 meters long and 50 meters wide. The ‎land was given to meet the daily needs of Mr. Rudi with his family. However, ‎with a period of time when the holy mother is bankrupt in her business, the ‎property of the grant is withdrawn and can be taken over again, on the pretext that ‎the donor is unable to meet her economic needs because experiencing a crisis in ‎the course of its business. However, as acknowledgment from the grant giver, if ‎this giver does not go bankrupt in his business and does not cause an economic ‎crisis, then the assets in the gift can still be given by the recipient of the grant. ‎According to the views of religious leaders in terms of Islamic law about grants on ‎a conditional basis and in retraction that occurred in the is not in accordance with ‎the Islamic concept. Withdrawal of the gifted property is forbidden except for the ‎gift given by parent. Because withdrawing the gift of wealth is tantamount to ‎licking back vomit. Indeed vomiting is haram, so analogizing something with ‎vomiting is haram.‎

ARABIC:

غرانت هو واحد من متطلبات العبادة للإسلام ، ويحتوي على بعض الدروس المهمة للغاية ، من بين ‏أمور أخرى ، إحياء روح العمل الجماعي ومساعدة بعضنا البعض في الخير وإثارة صفات جديرة ‏بالثناء. لكن الحكمة الواردة في هذه المنحة يمكن أن تضيع ، بل إنها تسبب الغيرة الاجتماعية أو ‏الصراع في المجتمع إذا كانت ممارسة هذه المنحة لا تتفق مع أحكام الشريعة القائمة ولكن عن طريق ‏رغبة المانح الخاصة في أن المنحة عن طريق العقد يمكن سحبها. ارجع هذا ما حدث في قرية دوقه ‏ثنغال غلاغه ، منطقة لامونجان ، كان من الضروري إجراء بحث لمعرفة كيف كانت المنحة وفقًا لآراء ‏الزعماء الدينيين.‏

تكمن المشكلة في هذه الدراسة في السبب وراء ظهور منحة المقاولات والانسحاب في منطقة دوقه ‏ثنغال غلاغه، وكيف يمكن للمنظورات الدينية عرض ممارسات المنحة في العقود ويمكن سحبها في ‏لامونجان ريجنسي. يصنف هذا البحث كبحث ميداني وهو تحليل وصفي. استخدمت مصادر ‏البيانات في الدراسة مصدرين ، هما مصادر البيانات الأولية ومصادر البيانات الثانوية. مصادر ‏البيانات الأولية التي أستخدمها هي البيانات التي يتم الحصول عليها من الكائن قيد الدراسة ، في ‏حين أن مصادر البيانات الثانوية هي البيانات التي يتم الحصول عليها من الكتب التي لها صلة ‏بالمشاكل في الدراسة. فندق المركز.‏

بناءً على نتائج الدراسة ، يمكن أن نستنتج أن ممارسة المنحة التعاقدية والسحب التي حدثت في منطقة ‏دوقه ثنغال غلاغه ، مقاطعة لامونجان للسيد خيلمي الذي يبلغ طوله 500 متر وعرضه 50 متر. ‏أعطيت الأرض لتلبية الاحتياجات اليومية للسيد خيلمي مع عائلته. ومع ذلك ، مع فترة من الوقت ‏عندما تكون الأم المقدسة تعاني من أزمة اقتصادية أو مفلسة في أعمالها هدية الثروة هو بمثابة لعق ‏القيء. في الواقع القيء حرام ، لذا فإن التشابه مع القيء حرام.‏

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Sudirman, Sudirman
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDSudirman, SudirmanUNSPECIFIED
Keywords: pandangan; tokoh agama; hibah; bersyarat
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Fasih Wajdi
Date Deposited: 24 Jun 2020 14:55
Last Modified: 24 Jun 2020 14:55
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/18088

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item