Responsive Banner

Fenomena pemanfaatan harta waris secara bergilir ditinjau dari Maslahah Mursalah: Studi Kasus Desa Ketemas Dungus Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto

Alfiyaturrokhmaniyah, Alfiyaturrokhmaniyah (2020) Fenomena pemanfaatan harta waris secara bergilir ditinjau dari Maslahah Mursalah: Studi Kasus Desa Ketemas Dungus Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
16210022.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Terdapat fenomena yang berbeda dalam pengaplikasian kewarisan yang tejadi di kalangan desa Ketemas Dungus khususnya harta warisan yang berupa lahan pertanian. Memanfaatkan harta waris yang berupa lahan pertanian dengan cara digilir oleh ahli warisnya. Fenomena tersebut dilakukan agar mempertahankan harta waris yang ditinggalkan oleh pewaris yang bertujuan supaya ahli warisnya bisa memanfaatkan lahan pertanian dan hasil panennya dapat dijadikan kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-harinya. Fenomena tersebut merupakan fenomena yang menarik dan jarang dilakukan di daerah-daerah lain. Hal ini disebabkan minimnya lahan pertanian yang akan dibagi dan banyaknya jumlah ahli waris, sehingga praktik tersebut masih dilakukan agar timbul rasa keadilan dan kesetaraan dalam praktik pemanfaatan harta waris secara bergilir ini.

Penelitian ini terdapat dua rumusan masalah yaitu: (1) Bagaimana praktik pemanfaatan harta waris secara bergilir yang ada di desa Ketemas Dungus? (2) Bagaimana tinjauan maslahah mursalah terhadap fenomena pemanfaatan harta waris secara bergilir?. Penelitian ini tergolong dalam jenis penelitian empiris, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang berlandaskan fenomenologis. Dalam penelitian ini, menggunakan sumber data primer yang berupa hasil wawancara dan sumber data sekunder diperoleh dari kepustakaan. Pengolahan data menggunakan pemeriksaan, klasifikasi, verifikasi, analisis dan kesimpulan data.

Hasil dari penelitian ini dapat dismpulkan bahwa praktik pemanfaatan harta waris secara bergilir hanya berlaku pada harta warisan yang berupa sawah. Proses pelaksanaannya lahan pertanian tersebut tidak dibagi melainkan dimanfaatkan secara bergilir oleh ahli warisnya dengan cara menggarap sawah peninggalan si pewaris secara bergantian antar ahli warisnya. Generasi praktik pemanfaatan harta waris dapat berjalan tergantung dari kesepakatan para ahli waris. Akan tetapi, umumnya hanya terlaksana satu generasi saja. Dan praktik ini termasuk jenis kemaslahatan yang tidak bertentangan dengan nash baik Alquran maupun hadis. Oleh karena itu praktik pemanfaatan harta waris secara bergilir sangat relevan dalam penggunaan maslahah mursalah. Letak kemaslahatannya dari aspek kesejahteraan ahli waris akan mendapatkan hasil dari panen sawah tersebut dan dapat dijadikan kebutuhan primer oleh para ahli warisnya.

ENGLISH:

There is a different phenomenon in the application of inheritance that occurs in the Ketemas Dungus village, especially inheritance in the form of agricultural land. Utilizing inheritance in the form of agricultural land by alternating with the heirs. This phenomenon is carried out to maintain the inheritance left by the testator so that which aims the heirs can utilize agricultural land and the harvest can be used as basic needs in their daily lives. This phenomenon is an interesting phenomenon and rarely carried out by other regions. This is due to the lack of agricultural land to be divided and the number of heirs so that the practice is still carried out so that a sense of justice and equality arises in the practice of using this inheritance in rotation.

This research has two problem formulations, namely: (1) How is the practice of using inheritance in rotation in the Ketemas Dungus village? (2) How do you see the problem of rotating the use of inheritance?. This research belongs to the type of empirical research, using a qualitative descriptive approach based on phenomenology. In this study, using primary data sources in the form of interviews and secondary data sources obtained from the literature. Data processing uses examination, classification, verification, analysis and data conclusions.

The results of this study can be concluded that the practice of using inheritance in rotation only applies to inheritance in the form of rice fields. The process of implementing the agricultural land is not divided but utilized in turn by his heirs by working on the inheritance of the inheritance's rice fields alternately among the heirs. Generations of the practice for utilizing inheritance can run, it depends on the agreement for the heirs. However, generally, only one generation is carried out. And this practice includes the kind of benefit that is not in conflict with the texts of both the Qur'an and Hadith. Therefore the practice of using inheritance in rotation is very relevant in the use of maslahah mursalah. The location of the benefits from the aspects of the welfare of the heirs will get the results of the rice harvest and can be used as primary needs by the heirs.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Aziz, Abdul
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDAziz, AbdulUNSPECIFIED
Keywords: fenomena; pemanfaatan harta waris; bergilir; phenomenon, use of inheritance; rotation; maslahah mursalah
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012816 Mawaris (Inheritance)
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Users 13467 not found.
Date Deposited: 16 Jun 2020 06:32
Last Modified: 16 Jun 2020 06:32
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/17582

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item