Ultra petitum partium dalam putusan Pengadilan Agama tentang pembatalan perkawinan: Studi putusan no. 394/Pdt.G/2008/PA/Pasuruan

Sa'diyah, Nur Halimatus (2011) Ultra petitum partium dalam putusan Pengadilan Agama tentang pembatalan perkawinan: Studi putusan no. 394/Pdt.G/2008/PA/Pasuruan. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
05210006_Pendahuluan.pdf

Download (433kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
05210006_Indonesia.pdf

Download (121kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
05210006_Inggris.pdf

Download (119kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
05210006_Arab.pdf

Download (50kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
05210006_Bab_1.pdf

Download (374kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
05210006_Bab_2.pdf

Download (421kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
05210006_Bab_3.pdf

Download (319kB) | Preview
[img]
Preview
Text
05210006_Bab_4.pdf

Download (390kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
05210006_Bab_5.pdf

Download (309kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
05210006_Daftar_Pustaka.pdf

Download (115kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Ultra Petitum Partium adalah serangkaian kata dalam istilah hukum yang berasal dari kata ultra yang berarti lebih dan kata petitum partium yang berarti permohonan, gugatan yang dimulai dengan mengutarakan dalil-dalil dan diakhiri dengan mengajukan tuntutan. Jadi makna dari ultra petitum partium adalah putusan ( keputusan) hakim yang melebihi permohonan yang diajukan oleh pemohon. Dalam Pasal 178 HIR/189 Rbg ayat 3, hakim dilarang menjatuhkan putusan atas perkara yang tidak dituntut atau mengabulkan lebih dari yang dituntut. Kemudian pasal ini dikenal dengan asas Ultra Petitum Partium. Persoalanya menjadi lain apabila dalam suatu permohonan cerai talak ditumukan adanya pelanggaran hukum yang menyebabkan hakim memutuskan pembatalan perkawinan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang melatarbelakangi hakim memutuskan putusan pembatalan perkawinan terhadap perkara permohonan cerai talak.

Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan konseptual dan pendekatan undang-undang. Sedangkan metode pengumpulan bahan hukum menggunakan metode dokumenter dan tinjauan pustaka dengan menggunakan metode deduktif.

Dari sebuah hasil penelitian yang penulis lakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam putusan hakim yang memutuskan pembatalan perkawinan terhadap perkara permohonan cerai talak tersebut tidak terdapat asas ultra petitum partium karena hakim mengabulkan tuntutan subsider dari pemohon yang berisi mohon putusan seadil-adilnya, dan hakim menilai tuntutan primer yang diajukan oleh pemohon, dinilai tidak beralaskan hukum.

ENGLISH:

Ultra Petitum Partium is a series of words in a legal term that comes from the word which means more and ultra Petitum partium words that mean the petition, a lawsuit that began by stating the arguments and concludes by suing. So the meaning of ultra Petitum partium is the decision (making) a judge who exceeds the petition filed by the applicant. In Article 178 HIR/189 Rbg paragraph 3, the judge prohibited verdict for cases that are not prosecuted or granted more than is required. Then the article is known as the principle of Ultra Petitum Partium. Persoalanya be different if in a divorce petition ditumukan divorce law violation which causes the judge to decide the cancellation of marriage.

This study aims to determine the factors underlying the decision of the judge ruled against the case of cancellation of marriage divorce divorce petition
This research is a normative legal research using the conceptual approach and the approach to the law. While the method of collection of legal materials using documentary methods and a literature review using the deductive method.

From a result of research conducted by the author concludes that the decision of the judge who decided the cancellation of marriage to divorce is a divorce petition case there is no principle of ultra Petitum partium because the judge granted the subsidiary of the applicant's claim that contains beg fairest decision, and judges assess the primary demands submitted by the applicant, judged not repose law.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Yasin, Mohamad Nur
Keywords: Ultra Petitum Partium; pembatalan perkawinan; cancellation of marriage
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012801 Pernikahan (Secara Umum)
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Location: 18012801
Depositing User: Dian Anesti
Date Deposited: 08 Sep 2015 01:12
Last Modified: 08 Sep 2015 01:12
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/1739

Actions (login required)

View Item View Item