Responsive Banner

Firdaus’ problems as an Egyptian woman of 1980s reflected in woman at point zero by Nawal El-saadawi

Sulaiman, Conita Vidina (2020) Firdaus’ problems as an Egyptian woman of 1980s reflected in woman at point zero by Nawal El-saadawi. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
15320165.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

مستخلص البحث

تحكي رواية "المرأة في بوينت زيرو" ، التي كتبها نوال السعداوي ، قصة مشكلة تواجهها الجنة. تستند الرواية إلى حدث حقيقي حيث قابل الكاتب فردوس ، بطل هذه الرواية في أحد السجون في مصر, في هذه الرواية ، تصور سعداوي الشخصية الرئيسية كامرأة تدعى فردوس تناضل من أجل حريتها ومتمردة ضد قواعد المجتمع. امرأة مصرية تعيش حياة مثيرة للغاية, الغرض من البحث في هذه الرواية هو اكتشاف مشاكل فردوس التي حدثت لها ، ومعرفة كيفية استجابة الفردوس لحل المشكلات في حياتها في رواية المرأة في بوينت زيرو ، وكيف عكست الفردوس المشكلات التي واجهتها المرأة المصرية في 1980.

يستخدم هذا البحث النوعي الوصفي مع التصميم الذي يستخدمه الكاتب في هذا البحث وهو النقد الأدبي. يتم جمع البيانات من الكلمات أو البيانات من الكتب المتعلقة بالموضوع. في هذه الدراسة ، استخدم الباحثون النقد الأدبي باتباع منهج اجتماعي لأن هذا النهج ينطوي على تغييرات في اتجاه استكشاف المجتمع ، وخاصة النساء

.بعد تحليل البينات ، وجد الباحث أن مشكلة الفردوس في الرويات ومان بوين زيرو قسم على خمسة أقسام: الزواج القسري والتمييز التربوي والعنف والتحرش الجنسي والبطريركية. حتى يكون الفردوس الوقحة وقتل أيضًا قوادًا حاول قتله ، وفي النهاية ، سمح لنفسه بإعدامه لأنه تعرض للتمييز على أيدي رجال, أخيرًا ، توجد أوجه تشابه بين المشكلات التي حدثت للمرأة المصرية في عام 1980 في رواية "المرأة في بوينت زيرو". كما هو موضح في الرواية ، واجه الفردوس نفس المشكلات التي واجهتها المرأة المصرية. أجبروا على الزواج في سن مبكرة ، ممنوع من مواصلة تعليمهم ، وقبول التعذيبهم ، وأصبحوا ضحايا للنظام

ABSTRACT

The novel of Woman at Point Zero written by Nawal El Saadawi tells about the problems experienced by Firdaus. This novel is based on the true event where the writer meets Firdaus, the protagonist of this novel in a jail in Egypt. In this novel, Saadawi portrays the main character as a female named Firdaus who struggles for her freedom and revolts against the society’s rule. She faces a sad life because of poverty and harassment she experiences in her life. She always becomes a victim of cruel treatments from men. The aims to research this novel is to know the Firdaus problems that happened towards Firdaus, to know how Firdaus responses to solve the problems in her life through the novel Woman at Point Zero, and to know how Firdaus reflect the problems faced by Egyptian women of 1980s.

This research used descriptive qualitative with the writer design used in this research is literary criticism which used sociological literary criticism as an approach to deal with the data. The data are collected from the words or statement from books which related to the topic. In this research, the researcher used literary criticism with sociological approach because this approach involved a turn towards exploration of the society especially women.

After analyzing the data, the researcher found that the problems that happened towards Firdaus in Woman at Point Zero divided into five; Force Marriage, Education’s Discrimination, Violence, Sexual Harassment, and Patriarchal. While the result of Firdaus responses to solve the problems are happened in several ways; becoming a prostitute due to the sexual harassment which she received, becoming an employee due to her realization to become respectable person, quits her job to become a successful prostitute by cherishing higher price, kills a pimp who tried to kill her, and the last, she letting herself to be executed because she was discriminated by men. Lastly, there are some similarities that are found between the problems faced by Firdaus through the novel Woman at Point Zero and the problems faced by Egyptian women of 1980s. As revealed through the novel, Firdaus experienced the same problems as Egyptian women. They were being forced to be married on such a young age, being restricted to continue their study, received violence and being the victim of patriarchy.

ABSTRAK

Novel Woman at Point Zero yang ditulis oleh Nawal El Saadawi menceritakan tentang masalah yang dialami Firdaus. Novel ini didasarkan pada peristiwa nyata di mana penulis bertemu Firdaus, protagonis dari novel ini di suatu penjara di Mesir. Dalam novel ini, Saadawi menggambarkan karakter utama sebagai perempuan bernama Firdaus yang berjuang untuk kebebasannya dan memberontak melawan aturan masyarakat. Seseorang wanita Mesir yang mengalami kehidupan yang sangat dramatis. Firdaus menghadapi kehidupan yang menyedihkan karena kemiskinan dan pelecehan yang dia alami dalam hidupnya. Dia selalu menjadi korban perlakuan kejam dari pria. Tujuan untuk meneliti novel ini adalah untuk mengetahui masalah Firdaus yang terjadi terhadap dirinya, untuk mengetahui bagaimana respons Firdaus untuk memecahkan masalah dalam hidupnya dalam novel Woman at Point Zero, dan bagaimana Firdaus mencerminkan masalah yang dialami oleh perempuan Mesir tahun 1980an.

Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan desain yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah kritik sastra yang menggunakan kritik sastra sosiologis sebagai pendekatan untuk menangani data. Data dikumpulkan dari kata-kata atau pernyataan dari buku-buku yang terkait dengan topik. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan kritik sastra dengan pendekatan sosiologis karena pendekatan ini melibatkan perubahan ke arah eksplorasi masyarakat khususnya perempuan.

Setelah menganalisis data, peneliti menemukan bahwa masalah yang terjadi pada Firdaus dalam novel Woman at Point Zero dibagi menjadi lima; Perkawinan Paksa, Diskriminasi Pendidikan, Kekerasan, Pelecehan Seksual, dan Patriarki. Sementara hasil tanggapan Firdaus untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dalam beberapa cara; menjadi seorang pelacur karena pelecehan seksual yang ia terima, menjadi seorang karyawan karena realisasinya untuk menjadi orang terhormat, berhenti dari pekerjaannya untuk menjadi pelacur yang sukses dengan menghargai harga yang lebih tinggi, membunuh seorang germo yang mencoba membunuhnya, dan pada akhirnya, dia membiarkan dirinya dieksekusi karena dia didiskriminasi oleh laki-laki. Terakhir, Terdapat kesamaan yang ditemukan antara masalah yang terjadi oleh perempuan Mesir tahun 1980 dalam novel Woman at Point Zero. Seperti yang sudah dijelaskan dalam novel, Firdaus mengalami masalah yang sama seperti yang dialami oleh perempuan Mesir. Mereka dipaksa menikah di usia dini, dilarang untuk melanjutkan pendidikan, menerima penyiksaan, menjadi korban atas patriarki.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Ghozi, Ahmad
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDGhozi, AhmadUNSPECIFIED
Keywords: النهج الاجتماعي; المرأة المصرية; Egyptian Women; Sociological Approach Perempuan Mesir; Pendekatan Sosiologi
Departement: Fakultas Humaniora > Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris
Depositing User: Purdiono Purdiono
Date Deposited: 18 May 2020 11:52
Last Modified: 18 May 2020 11:52
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/17384

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item