Responsive Banner

Analisis Peraturan Menteri Agama Nomor 8 Tahun 2018 tentang penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah terhadap perlindungan hukum jamaah umrah

Habiburrahman, Habiburrahman (2019) Analisis Peraturan Menteri Agama Nomor 8 Tahun 2018 tentang penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah terhadap perlindungan hukum jamaah umrah. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text
13220099.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

مستخلص البحث

العمرة نوع من العبادة للمسلمين وكذلك الحج, هذه هي العبادة التي لا يمكن القيام بها إلا في المملكة العربية السعودية. على عكس الحج ، يمكن تنفيذ العمرة في أي وقت ، وليس كفترة محددة للحج. يفوِّض وزير الشؤن الدينية إذن المنظم كلّيّا إلى وكالة السفرلأداء العمرة ,من نشر القرار وزير الشؤن الدينية رقم 8 لسنة 2018 بشأن تنفيذ رحلات العبادة. حيث في التنظيم يحلِّل الحقوق والالتزامات جماعة العمرة والعكس بالعكس ,من الحقوق والالتزامات المنظم. لكن كثيرا ما مهمل من وكالات السفر مع الالتزامات كائن في ذلك تنظيم.ليسبّب جماعات العمرة حتى مهملة و الفشل في مضى العمرة.

و من تركيز هذا البحث : (1. ما هي الحقوق والالتزامات من المتقاضين في تنفيذ عبادة العمرة التي تقوم بها وكالة سفر ؟ (2. كيف تحليل الحماية القانونية على قرار وزير الشؤون الدّينيّة رقم 8 سنة 2018 بشأن الحماية القانونية للحجاج والمعتمرين التي تقدمها وكالات سفر ؟

هذا البحث من بحث قانوني معياري (بحث مكتبيّ). استخدم الباحث مدخلا قانونيا في هذا البحث, يعنى يبحث الباحث في قرار وزير الشؤون الدينية رقم 8 سنة 2018 عن تنفيذ رحلات العبادة في العمرة و قرار القانون المتعلق.حيث أنّ في تحصيل البيانات يبحث الباحث الوثائق من وسائل الإعلام المطبوعة والإلكترونية. ثم يحللها بطريقة التحليل الوصفيّة.

تدل نتائج هذا البحث القرار على أن وزير الشؤون الدّينيّة رقم 8 لعام 2018 قد أعطى حماية الحكم بطريقة وقائية أو قمعية. لكن لكثرة وكالة السفر التي لا تؤدي الوظيفة جيدا تكون جماعة المعتمرين متضررين من خداع وكالة السفر فيهتملون ولم يغادروا لأداء العمرة. قدّمت البيانات في برنامج
ABSTRACT

Umrah is a part of worship for Muslims as well as the Hajj, which is a worship that can only be done in Saudi Arabia. Unlike the Hajj, umrah can be carried out at any time, not as time-bound as the Hajj. In the worship of umrah , the ministry of religion fully surrenders the organizer's permission to travel agencies, by expend the Minister of Religion Regulation Number 8 at 2018 concerning the Implementation of Umrah Worship Travels. While, the regulation describes the rights and obligations of the Umrah congregation and vice of it, the rights and obligations of the organizer. But , frequently the travel agency is negligent of the obligations contained in the regulation, until displaced the umroh’s pilgrims fail to Umrah.

The problem formulations in this study are: 1) What are the rights and the obligations of the participants in the implementation of Umrah worship carried out by the travel agency? 2) How does the analysis of legal protection based on Minister of Religion Regulation Number 8 of 2018 on the legal protection of umrah pilgrims given by travel agencies?

This research is normative juridical research (Library Research). The approach that used by the author in this study is regulations approach (statute aproach), namely by conducting an assessment of Minister of Religion Regulation Number 8 of 2018 concerning the Implementation of Umrah Worship Travel and related laws and regulations. Whereas in obtaining the data, the researcher looks for documents from printing and electronic media. Then the data obtained were analyzed by descriptive analysis method.

The results of this study indicate that Minister of Religion Regulation Number 8 of 2018 has provided legal protection both preventively and refresively. However, due many of travel agents who were not good at making the pilgrims often become victims of fraudulent travel agencies, many pilgrims were displaced and failed to go to the Holy Land. In a private television program they presented data, during the 2017-2018 period the total loss from the Umrah congregation was around Rp. 2.7 trillion with thousands of pilgrims who failed to gone. Civil and criminal legal protection becomes a necessity in
ABSTRAK

Umrah merupakan bagian ibadah bagi umat muslim sebagaimana ibadah haji, yaitu ibadah yang hanya bisa dilakukan di Arab Saudi. Berbeda pada pada ibadah haji, umrah bisa dilaksanakan kapan saja, tidak terikat waktu seperti halnya ibadah haji. Dalam ibadah umrah, kementerian agama menyerahkan sepenuhnya izin penyelenggara terhadap biro perjalanan (travel agency), dengan mengeluarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 8 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah. dimana dalam perturan tersebut menguraikan hak-hak dan kewajiban dari jemaah umrah serta sebaliknya, hak-hak dan kewajiban pihak penyelenggara. Namun seringkali biro perjalanan lalai terhadap kewajiban yang ada dalam peraturan tersebut, sehingga mengakibatkan jemaah umrah terlantar hingga gagal berangkat umrah.

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1) Apa hak dan kewajiban para pihak yang termuat dalam Peraturan Menteri Agama No 8 Tahun 2018?, 2) Bagaimanan analisa perlindungan hukum berdasarkan Peraturan Menteri Agama No 8 Tahun 2018 terhadap perlindungan hukum jamaah umrah yang diberikan biro perjalanan (travelagency) ?.

Penelitian ini termasuk dalam penelitian yuridis normatif (Library Reseach). Pendekatan yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu pendekatan perundang-undangan (statute aproach), yakni dengan melakukan pengkajian terhadap Peraturan Menteri Agama Nomor 8 Tahun 2018 Tentang Penyelenggan Perjalanan Ibadah Umrah dan peraturan perundang-undangan yang terkait. Sedangkan dalam memperoleh data penulis mencari dokumen-dokumen dari media cetak dan elektronik. Kemudian data-data yang diperoleh dianalisis dengan metode analisis deskriptif.

Hasil penelitian ini menunjukkan Peraturan Menteri Agama Nomor 8 Tahun 2018 telah memberikan perlindungan hukum baik secara preventif ataupun refresif. Namun karena banyaknya biro perjalanan yang tidak beriktikad baik membuat jemaah seringkali menjadi korban dari kecurangan biro perjalanan sehingga mengakibatkan banyak jemaah terlantar dan gagal berangkat ke Tanah Suci. Dalam sebuah acara televisi swasta mereka mengemukakan data, selama kurun waktu 2017-2018 total kerugian dari jemaah umrah sekitar Rp. 2,7 Triliun dengan ribuan jemaah yang gagal berangkat. Perlindungan hukum secara perdata maupun pidana menjadi sebuah keharusan dalam melindungi hak-hak jemaah umrah dan demi menertibkan biro perjalanan yang bermasalah

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Herry, Musleh
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDHerry, MuslehUNSPECIFIED
Keywords: الحماية القانونية; جماعة العمرة; وكالة سفر; قرار وزارة الشؤون الدّينيّة; : Legal Protection; Umrah Congregation; Travel Office; Minister of Religion Regulation; Perlindungan Hukum; Jemaah Umrah; Biro Perjalanan; Peraturan Menteri Agama
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah
Depositing User: Fadlli Syahmi
Date Deposited: 23 Apr 2020 12:13
Last Modified: 23 Apr 2020 12:13
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/17082

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item