Responsive Banner

Kinetika dan isoterm adsorpsi zat warna rhodamin B dengan menggunakan butiran kitosan terikat silang tripolifosfat dan epiklorohidrin

Choiriyah, Ainur Rizqi (2019) Kinetika dan isoterm adsorpsi zat warna rhodamin B dengan menggunakan butiran kitosan terikat silang tripolifosfat dan epiklorohidrin. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
15630043.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Rhodamin B merupakan zat warna sintesis yang sulit didegradasi oleh mikroorganisme secara alami karena mengandung gugus amino dan inti benzena. Rhodamin B bersifat toksik yang dapat menyebabkan iritasi berupa dermatitis, kulit berlendir, mual, sakit kepala, diare, kerusakan pada ginjal, dan anemia, bahkan Rhodamin B dapat menyebabkan kanker dan kegagalan fungsi hati. Penurunan kadar zat warna Rhodamin B dalam lingkungan dapat melalui proses adsorpsi menggunakan adsorben kitosan. Kitosan memiliki kemampuan adsorpsi zat warna dikarenakan memiliki gugus fungsi amino dan hidroksil. Stabilitas kitosan dalam asam rendah, oleh karena itu, kitosan diikat silang dengan tripolifosfat dan epiklorohidrin. Pengikatan silang akan memaksimalkan proses adsorpsi. Penelitian dilakukan dengan pembuatan butiran kitosan yang diikat silang dengan tripolifosfat dan epiklorohidrin dengan perbandingan kitosan:tripolifosfat:epiklorohidrin sebesar 10:25:25. Karakterisasi butiran kitosan dilakukan dengan menggunakan perubahan diameter dari hasil uji daya pengembang (swelling) dan dianalisis menggunakan mikroskop optik dengan perhitungan aplikasi image-J. Uji kemampuan adsorpsi butiran kitosan terhadap zat warna Rhodamin B menggunakan parameter: panjang gelombang maksimum, pengaruh variasi pH, waktu kontak dan konsentrasi adsorbat (Rhodamin B). Berdasarkan data waktu kontak, plot ke dalam persamaan orde nol, pseudo orde pertama, dan pseudo orde kedua untuk menentukan kinetika adsorpsi. Data variasi konsentrasi diplot ke dalam persamaan isoterm adsorpsi Langmuir dan Freundlich untuk menentukan isoterm adsorpsi. Konsentrasi zat warna Rhodamin B sebelum dan sesudah proses adsorpsi dianalisis dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum Rhodamin B yaitu 554,1 nm. Hasil Penelitian menunjukkan persen diameter 0,4866%. Butiran kitosan optimum mengadsorpsi Rhodamin B pada pH 5, waktu kontak 24 jam dan konsentrasi 15 ppm. Adsorpsi secara monolayer terjadi pada proses adsorpsi Rhodamin B dengan butiran kitosan dengan kapasitas adsorpsi 0,0929 mg/g dan konstanta Langmuir (KL) -0,1155 L/mg. Pseudo orde pertama merupakan kinetika adsorpsi dengan konstanta laju (k1) 0,0413 (jam-1).

ENGLISH:

Rhodamine B is a synthetic dye which is difficult to degraded by microorganisms naturally because it contains amino groups and benzene nuclei. Rhodamine B is toxic because can cause irritation such as dermatitis, slimy skin, nausea, headache, diarrhea, kidney damage, and anemia. Rhodamine B also can cause cancer and liver failure. The decrease of Rhodamine B dye in the environment can be through the process of adsorption using chitosan adsorbent. Chitosan has ability to adsorb dyes due to its amino and hydroxyl functional groups. The stability of chitosan in acid is low, therefore, chitosan is cross-linked with tripolyphosphate and epichlorohydrin. Crosslinking will maximize the adsorption process. In this research, chitosan beads is crosslinked with tripolyphosphate and epichlorohydrine using ratio chitosan: tripolyphosphate:epichlorohydrine is 10:25:25. Chitosan beads were characterized using swelling method to determine the change in diameter and analyzed using optical microscope with calculation from image-J application. The adsorption ability of chitosan beads on Rhodamin B was tested using the parameters of maximum wavelength, effect of pH variation, contac time and adsorbate concentration. Based on contac time data, plot them into zero order, pseudo first order, and pseudo second order equations to determine the kinetic adsorption. Plot the variation of concentration into Langmuir and Freundlich equations to determine the isotherm adsorption. The concentration of Rhodamine B before and after adsorption process was analyzed by UV-Vis spectrophotometer at maximum wavelength of 554,1 nm. Tthe result of this research showed that percent of change in diameter is 0.4866%. Chitosan beads adsorb Rhodamine B optimally at pH 5 with contact time of 24 and concentration of 15 ppm. Monolayer adsorption dominates the uptake of Rhodamine B adsorption processes in chitosan beads with adsorption capacities obtained from Langmuir equation is 0.0929 mg/g and Langmuir constant (KL) is -0.1155 L/mg. Pseudo first order described the kinetics of adsorption processes with rate constant (k1) of 0.0413 (hour-1).

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Yulianti, Eny and Jannah, Akyunul
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDYulianti, EnyUNSPECIFIED
UNSPECIFIEDJannah, AkyunulUNSPECIFIED
Keywords: adsorpsi; butiran kitosan; isoterm; kinetika; pH; rhodamin B; UV-Vis; adsorption; chitosan beads; isotherms; kinetics
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Kimia
Depositing User: Maimanah Kholidah
Date Deposited: 28 Apr 2020 14:21
Last Modified: 28 Apr 2020 14:21
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/16523

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item