Responsive Banner

Figurative language used by Petter in Jostein Gaarder’s The Ringmaster’s Daughter

Al-Farabi, M. Ramdhan Fathin (2020) Figurative language used by Petter in Jostein Gaarder’s The Ringmaster’s Daughter. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
15320039.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

ENGLISH:

The title of this study is, “Figurative Language Used by Petter in The Ringmaster’s Daughter Novel by Jostein Gaarder”. The objectives of the study are to identify the types of figurative language used by Petter in the novel and to describe the contextual meaning of figurative language used by Petter in the novel. The method used in collecting the data related to the subject of this research is documentation method because the researcher collected the data from novel. The data are collected by reading the novel, then highlighting the sentences and phrases that contain figurative language and writes them into transcript. The data are analyzed using descriptive analysis and to emphasize processes and meaning in subject perspective.

The results of the study shows there are 244 total amount of sentences that contain figurative language found. The dominant type of figurative language collected from the novel is hyperbole with 64 sentences and 26% in percentage, then simile with 44 or 18%, 40 sentences or 16% of metaphor, 43 or 17% of personification, metonymy with 24 total amount or 10%, synecdoche with 11 sentences or 6%, and the last is symbolism with total of 18 or 7%. The dominant type of figurative language in the novel is Hyperbole.

The conclusion of the study explains that from the hyperbole is found as the dominant type, it means the novel mostly contains imaginative things those are exaggerated, both people and circumstances, and to describe situations, the emotional nature of character, and also make the plot of writing and story in the novel more interesting and aesthetical. Besides, figurative language plays an important role in a novel. This is the reason why the author used so many figurative languages in this novel instead of other novels he wrote. That is what makes a novel more interesting to read and entices the reader to use their distinctive imagination in interpreting a sentence that contains figurative language.

INDONESIA:

Judul penelitian ini adalah, "Figurative Language Used by Petter in The Ringmaster’s Daughter Novel by Jostein Gaarder". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis bahasa figuratif yang diucapkan oleh Petter dalam novel dan untuk menggambarkan makna kontekstual dari bahasa figuratif yang diucapkan oleh Petter dalam novel. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data yang berkaitan dengan subjek penelitian ini adalah metode dokumentasi karena peneliti mengumpulkan data dari novel. Data dikumpulkan dengan membaca novel, kemudian menyoroti kalimat dan frasa yang mengandung bahasa kiasan dan menulisnya ke dalam transkrip. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan untuk menekankan proses dan makna dalam perspektif subjek.

Hasil penelitian menunjukkan ada 244 jumlah total kalimat yang mengandung bahasa kiasan ditemukan. Jenis dominan bahasa kiasan yang dikumpulkan dari novel adalah hiperbola dengan 64 kalimat dan 26% dalam persentase, kemudian disimulasikan dengan 44 atau 18%, 40 kalimat atau 16% dari metafora, 43 atau 17% dari personifikasi, metonim dengan 24 jumlah total atau 10%, synecdoche dengan 11 kalimat atau 6%, dan yang terakhir adalah simbolisme dengan total 18 atau 7%. Jenis bahasa kiasan yang dominan dalam novel ini adalah Hyperbole.

Kesimpulan dari penelitian ini menjelaskan bahwa dari hiperbola ditemukan sebagai tipe dominan, itu artinya novel tersebut kebanyakan berisi hal-hal imajinatif yang dilebih-lebihkan, baik orang maupun keadaan, dan untuk menggambarkan situasi, sifat emosi karakter, dan juga membuat alur cerita. penulisan dan cerita dalam novel lebih menarik dan estetis. Selain itu, bahasa kiasan memainkan peran penting dalam sebuah novel. Ini adalah alasan mengapa penulis menggunakan begitu banyak bahasa kiasan dalam novel ini daripada novel lain yang ia tulis. Itulah yang membuat novel lebih menarik untuk dibaca dan membujuk pembaca untuk menggunakan imajinasi khas mereka dalam menafsirkan kalimat yang mengandung bahasa kiasan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Masrokhin, Masrokhin
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDMasrokhin, MasrokhinUNSPECIFIED
Keywords: Figurative language; Meaning; metaphor; personification; hyperbole; metonymy; synecdoche; symbol; bahasa kiasan; makna; simile; metafora; personifikasi; metonimi; synecdoche; simbol
Departement: Fakultas Humaniora > Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris
Depositing User: Marifa Nisa
Date Deposited: 26 Aug 2020 14:00
Last Modified: 26 Aug 2020 14:00
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/16495

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item