Bagian waris sepertiga bagi ayah: Studi analisis pasal 177 kompilasi hukum islam

Hamdi, Yusron (2011) Bagian waris sepertiga bagi ayah: Studi analisis pasal 177 kompilasi hukum islam. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

[img]
Preview
Text (Introduction)
07210070_Pendahuluan.pdf

Download (649kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
07210070_Indonesia.pdf

Download (105kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
07210070_Inggris.pdf

Download (52kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
07210070_Arab.pdf

Download (33kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
07210070_Bab_1.pdf

Download (341kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
07210070_Bab_2.pdf

Download (692kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
07210070_Bab_3.pdf

Download (380kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
07210070_Bab_4.pdf

Download (248kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
07210070_Daftar_Pustaka.pdf

Download (137kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Kompilasi Hukum Islam yang merupakan sebuah terobosan baru dan cita- cita para cendikiawan muslim adalah sebuah peraturan yang pasti. Yang dijadikan sebagai bahan acuan dalam penetapan suatu masalah di dalam Pengadilan Agama. Namun, setelah KHI terbentuk terdapat beberapa perbedaan antara KHI dengan Fiqh yang merupakan ijtihad Ulama terdahulu, salah satunya yaitu mengenai kewarisan yaitu tentang bagian ayah dalam waris. Di mana dalam KHI ayah mendapatkan 1/3 jika tidak ada anak, dan mendapatkan 1/6 jika ada anak. Hal ini sangat berbeda dengan apa yang telah ada dalam Fiqh mawaris, bahwa ayah mendapatkan ashabah jika tidak ada far’ul waris dan mendapatkan 1/6 jika bersama far’ul waris.

Dari fenomena tersebut, penulis tertarik untuk meneliti sejarah penyusunan buku II tentang kewarisan dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan tinjauan hukum Islam bagi ayah yang mendapatkan 1/3 dari harta waris dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI).

Jenis penelitian ini adalah tergolong penelitian pustaka atau literature. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan yuridis normatif analitis yaitu yang berupa pendekatan historis (historical approach). Untuk pengumpulan bahan hukum pengkajian penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan.

Hasil dari penelitian ini bahwa pembentukan Penyusunan buku II Kompilasi Hukum Islam (KHI) adalah berdasarkan kebutuhan umat Islam terhadap hukum yang pasti dan juga agar tidak terjadi kesimpang siuran dalam penetapan suatu masalah di ranah Pengadilan Agama. Sedangkan munculnya bagian 1/3 bagi bapak dikarenakan porsi ‘ashabah bagi bapak sama besarnya dengan 1/3 bagian dalam masalah jika bapak tidak bersama anak tetapi bersama suami dan ibu. Dan Tinjauan hukum Islam terhadap KHI pasal 177 tentang bagian ayah dalam waris terdapat perbedaan, namun sebagian besar kandungan pasal tersebut sama seperti di dalam nash al-Qur’an dan fiqih mawaris. Akan tetapi perbedaan kandungan dalam pasal 177 yaitu ketika mayit meninggalkan ayah, suami dan ibu. Pada permasalahan ini, fiqih mawaris telah mengikuti ijtihad Umar bin Khattâb yang mana ayah mendapatkan ‘ashabah, suami mendapatkan setengah bagian sedangkan ibu mendapatkan sepertiga sisa (setelah diambilnya bagian suami) dan permasalahan ini disebut dengan masalah gharrawain. Akan tetapi KHI memiliki ijtihad yang lain dengan menetapkan bahwa ayah mendapatkan sepertiga bagian, dengan pertimbangan ayat al-Qur’an surat an- Nisaa’ (4) ayat 11 serta kemaslahatan yang berdasarkan asas tanggung jawab yang adil dan berimbang, di mana ayah memiliki tanggung jawab lebih besar dari pada ibu dan memberikan kepastian hukum atas bagian ayah.

ENGLISH:

Compilation of Islamic Law which is a new breakthrough and the ideals of Muslim scholars is a definite rule. Which serve as reference material in the determination of an issue in the religious court. However, once formed Compilation of Islamic Law there are some differences between the Fiqh which is a former scholar of ijtihad, one of which is about the inheritance of the father in the inheritance. Where in the KHI father gets 1 / 3 if no children, and get 1 / 6 if there are children. This is very different from what already exists in the Fiqh inherit, that the father gets far'ul residuary heir if there is no inheritance and get 1/6 if the joint far'ul inheritance.

Of the phenomenon, the authors are interested in researching the history of the preparation of book II of inheritance in Compilation of Islamic Law (KHI) and review of Islamic law for the father who gets one third of the estate in Compilation of Islamic Law (KHI).

This type of study is classified as library research or literature. This study also uses analytical normative juridical approach is in the form of a historical approach (historical approach). For the collection of legal materials this research study using a method of literary study.

Results from this study that the formation of book II Compilation of Islamic Law (KHI) is based on the needs of Muslims against the law for sure, and also to avoid ambiguous in the determination of an issue in the realm of religious court. While the emergence of the third for the father because the portion 'residuary heir to the father as great as the third part of the problem if you are not with children but with her husband and mother. And review of Islamic law against the Compilation of Islamic Law (KHI) article 177 of the father in the estate there is a difference, but most of the content of the article the same as in the texts of the Qur'an and fiqh Mawaris. However, differences in the content of Article 177 when the deceased leaves a father, husband and mother. In this issue, jurisprudence has followed ijtihad Mawaris Umar bin Khattab which fathers get the 'residuary heir, the husband get half of the mothers get one-third while the rest (after her husband took part) and the problem is called with a problem gharrawain. However, Compilation of Islamic Law (KHI) has ijtihad others to provide that the father get a third part, with consideration of the letter the Koran verse an-Nisaa '(4) verse 11 and the benefit is based on the principle of responsibility of a fair and balanced, where the father has the responsibility greater responsibility than in the mother and provide legal certainty on the part of fathers.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Isroqunnajah, Isroqunnajah
Keywords: Waris Ayah; Bagian Sepertiga; Kompilasi Hukum Islam; Waris's Father; Part One Third; Compilation of Islamic Law
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012816 Mawaris (Inheritance)
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Location: 18012816
Depositing User: Chusnul Faida Ulfa
Date Deposited: 11 Sep 2015 01:32
Last Modified: 11 Sep 2015 01:32
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/1613

Actions (login required)

View Item View Item