Implikasi legalitas akta hibah terhadap hak anak angkat mendapatkan wasiat wajibah dalam harta warisan

Bahrudin, Muchammad (2011) Implikasi legalitas akta hibah terhadap hak anak angkat mendapatkan wasiat wajibah dalam harta warisan. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

[img]
Preview
Text (Introduction)
07210048_Pendahuluan.pdf

Download (925kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
07210048_Indonesia.pdf

Download (85kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
07210048_Inggris.pdf

Download (83kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
07210048_Arab.pdf

Download (235kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
07210048_Bab_1.pdf

Download (619kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
07210048_Bab_2.pdf

Download (905kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
07210048_Bab_3.pdf

Download (312kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
07210048_Bab_4.pdf

Download (534kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
07210048_Bab_5.pdf

Download (235kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
07210048_Daftar_Pustaka.pdf

Download (218kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Appendices)
07210048_Lampiran.pdf

Download (226kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Proses pengangkatan anak dalam Hukum Islam diatur dalam Pasal 49 huruf a angka 20 Undang-undang No. 3 Tahun 2006 tentang Peradilan Agama dalam masalah pengangkatan anak bagi orang Islam. Pengangkatan anak ini menimbulkan dampak kewarisan sebagaimana diatur di dalam pasal 209 Kompilasi Hukum Islam. KHI menggunakan istilah wasiat wajibah yang besarnya 1/3 harta peninggalan orang tua angkat. Namun, dalam realitanya banyak sekali masalah yang ada ketika pembagian harta warisan tersebut dibagikan. misalnya jika harta atau hak wasiat wajibah tersebut telah terhalangi oleh suatu akta hibah otentik (pasal 1870 KUHPerdata). Tujuan dalam penelitian ini adalah: Mengetahui Implikasi legalitas akta hibah terhadap pembagian harta waris, dan mengetahui ketentuan hukum hak wasiat wajibah anak angkat terhadap harta waris yang telah ditetapkan dalam akta hibah.

Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kepustakaan (Library reasearch) dengan bantuan pendekatan perundangundangan dan konsep. Bahan hukum yang digunakan adalah Pasal 209 KHI tentang wasiat wajibah, Pasal 1870 KUHPerdata tentang akta otentik sebagai bahan hukum primer dan didukung oleh literatur-literatur atau tulisan yang sesuai dengan tema yang dibahas. Selanjutnya data diolah dan dianalisis dengan menggunakan metode Deskriptif Analitis.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pembagian harta waris melalui akta hibah dinyatakan sah dan berkekuatan hukum apabila didalam harta tersebut tidak terdapat hak ahli waris yang lain. Apabila di dalam akta hibah tersebut terdapat hak ahli waris lainya maka berdasarkan Yurisprudensi Mahkamah Agung RI No. 391. K./Sip/1969, No. 2002. K/Pdt/1986, tanggal 11 Juni 1990, dan No. 1182. K/Pdt/1988, tanggal 22 Desember 1994, akta hibah tersebut di anggap batal demi hukum. Anak angkat dapat memperoleh hak wasiat wajibah apabila pengangkatannya melalui penetapan Pengadilan Agama, yang di dalamnya terdapat ikrar dan akad wasiat wajibah. Selain itu ada faktor lain yang mempengaruhi seperti faktor sosial, yaitu kewajiban timbal balik anak angkat terhadap orang tuanya yang selama ini membesarkan dan mendidik anak angkat mulai dari kecil sampai besar hingga terjalin sebuah kasih sayang yang sangat mendalam antara orang tua angkat dengan anak angkat. Apabila beberapa faktor diatas telah terpenuhi maka hak wasiat wajibah ini tidak dapat dihalangi oleh akta hibah.

ENGLISH:

The process of adoption in Islam is set in the section 49, letter a, numeralm 20 in the law number 3, 2006 about Religion Court in adoption for moslem issue. This adoption creates heritance effect as it is set in section 209 Islamic Law Compilation (ILC/KHI). ILC uses term compulsory testament which takes account 1/3 of inheritance from adoptive parent. But, in reality there are a lot of problem appears when the inheritance is distributed. For example, if the asses or compulsory testament are prevented by an authentic deed of donation (section 1870 civil code). The aim of this research is to find out the implication of legality of deed of donation to the distribution of heritance, and to find out certain law of the right of compulsory testament of an adoptive child to the heritance set in deed of donation.

The research method used is the type of library research with the aid of legislation and the concept of the approach. Materials used are legal KHI Article 209, Article 1870 Civil Code as the primary legal materials and supported by the literature or writings in accordance with the themes discussed. Furthermore, the data were processed and analyzed using descriptive analytical method.

The findings show that the distribution of heritance trough donation is stated legally and has power of law if there is no other heir in the deed of donation. if there is other heir in the deed of donation; so, according to Supreme Court Yurisprudence of RI No. 391. K/Sip/1969, No. 2002.K/Pdt/1986, 11th June, 1990, and No. 1182. K/Pdt/1988 , 22nd December 1994, the deed of donation is considered canceled for the law. An adoptive child can achieve the right of compulsory testament if the process of adoption is through Religion court, which inside it there are compulsory testament promise and settlement. Besides, there is another factor influencing, for example social factor, which is interchange duty of the adoptive child to his parents who has already grown and taught him since his early age until he grows older. And love has already exist deeply between them. if some of the factors above have already been fulfill; so, the right of the compulsory testament cannot be rejected by the deed of donation.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Izzuddin, Ahmad
Keywords: Anak Angkat; Wasiat Wajibah; Akta Hibah; Adoptive Child; Compulsory Testament; Deed of Donation
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012816 Mawaris (Inheritance)
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Location: 18012816
Depositing User: Chusnul Faida Ulfa
Date Deposited: 11 Sep 2015 01:31
Last Modified: 11 Sep 2015 01:31
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/1595

Actions (login required)

View Item View Item