Konsep Islam liberal tentang pernikahan beda agama perspektif hukum Islam

Kholiduzen, Mahbub (2011) Konsep Islam liberal tentang pernikahan beda agama perspektif hukum Islam. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

[img]
Preview
Text (Introduction)
04310023_Pendahuluan.pdf

Download (702kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
04310023_Indonesia.pdf

Download (303kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
04310023_Inggris.pdf

Download (7kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
04310023_Arab.pdf

Download (239kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
04310023_Bab_1.pdf

Download (242kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
04310023_Bab_2.pdf

Download (463kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
04310023_Bab_3.pdf

Download (198kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
04310023_Bab_4.pdf

Download (384kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
04310023_Bab_5.pdf

Download (158kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
04310023_Daftar_Pustaka.pdf

Download (74kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Skripsi ini adalah hasil penelitian kepustakaan mengenai “Konsep Islam Liberal Tentang Pernikahan Beda Agama Perspektif Hukum Islam”. Dimana pemikiran Islam Liberal sangat berbeda dengan konsep Hukum Islam secara umum, waluapun bermula dari satu sumber wahyu, yaitu al- Quran. Secara umum konsep Islam Liberal sangat mengedepankan orisinalitas pemikiran “akal” dari pada wahyu, dimana Gerakan pemikiran liberal selalu menjadikan Syari’ah sebagai objek kritik karena dianggap tidak relevan lagi dengan perkembangan zaman. Dan usaha tersebut selalu mereka identifikasikan dengan pembaharuan. Wacana pembaharuan atau sering disebut dengan tajdid, islah, atau ihya’ (renewal, reform) bukanlah barang baru dalam Islam, ia merupaka built in system dalam dunia intelektual Islam.

Penelitian ini adalah tentang konsep yang digunaknan oleh Islam liberal dalam melegalkan pernikahan antar agama, ada tiga aspek penting yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu tentang konsep Islam Liberal Terhadap Pernikahan Beda Agama, konsep pernikahan dalam Hukum Islam dan bagaimana Hukum Islam menanggapi konsep Islam Liberal terhadap pernikahan beda agama.

Berkenaan dengan hal itu, penelitian ini menggunakan metode deskriptif interpretatif yaitu menyajikan data tentang konsep Islam Liberal terhadap nikah beda agama perspektif hukum Islam dan ditata sedemikian rupa sehingga membentuk konfigurasi masalah yang dapat dipahami.

Hasil dari penelitian ini adalah: bahwa kebebasan berpikir (rasionalisasi) dalam Islam yang kemudian menjadi jiwa/ roh gerakan Islam liberal ternyata otentik bersumber dari tradisi Islam. Hukum dari pernikahan antar agama yaitu perempuan beragama Islam menikah dengan laki- laki non Islam adalah haram secara mutlak, lelaki Muslim dengan perempuan ahli kitab, ahli kitab di sini adalah agama Nasrani dan Yahudi yang masih memegang teguh ajaran agamanya (tidak ada perubahan ajaran agama) hukumnya boleh dan Laki- laki Muslim dengan perempuan non ahli kitab banyak ulama yang melarang.

ENGLISH:

This thesis is the result of research literature on "Islamic Concept of Religious Liberal About Marriage Different Perspective of Islamic Law." Where is the Liberal Islamic thought is very different from the concept of Islamic law in general, stems from one source of revelation, namely the Koran. In general, the concept of originality Liberal Islam is very forward thinking "mind" of the revelation.

The object of this study is about the Islamic concept by liberals in legalizing marriages between religions, there are three important aspects discussed in this study, namely the concept of the Liberal Islam Against Marriage Different Religions, the concept of marriage in Islamic law and how to respond to the concept of Islamic Law Islam Liberal against interfaith marriage.

With regard to this, this research uses descriptive method that is present interpretive data about the Islamic concept of interfaith marriages Liberal perspective of Islamic law and arranged in such a way as to form a configuration problem that can be understood.

The results of this study are: that freedom of thought (rationalization) in Islam who later became the soul of liberal Islamic movements turned out to authentic sources of Islamic tradition. The law of inter-religious marriage is a Muslim woman married to non-Muslim men are forbidden absolutely, a Muslim man with a female scribe, scribe here is the religion of Christians and Jews who still adhere to the teachings of his religion (no change in religious doctrine) permissible and Muslim men with women non-expert books many scholars who forbid.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Kumkelo, Mujaid
Keywords: Islam Liberal; Nikah Beda Agama; Hukum Islam; Liberal Islam; Interfaith Marriages; Islamic Law
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012820 Nikah Beda Agama (Inter-Religious Marriage)
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Location: 18012820
Depositing User: Chusnul Faida Ulfa
Date Deposited: 11 Sep 2015 01:29
Last Modified: 11 Sep 2015 01:29
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/1581

Actions (login required)

View Item View Item