Responsive Banner

عملية التعلم عند الإمام الغزالي في كتابه ايها الولد

Mukorrobin, M. (2018) عملية التعلم عند الإمام الغزالي في كتابه ايها الولد. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
14110236.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB)

Abstract

مستخلص البحث

التعلم من أسباب تطوّر الشخص ولديه الكفائة في تطوير الحضارة. وكانت الأشياء الكثيرة التالية مهمة جدا لتكون عملية التعلم مطابقا بما يريد، مِنها المجال المستخدمة في عملية التعلم. العملية الصحيْحة تتعين نجاح التعلم. وجد عدد الطالب الذكية والفطانة ولكن نتيجته كمثْلِ الأخرين تحْتها. وعكسه الطالب لديه الكفائة المتوسطة والعادية ونتيجته جيدة لأنه يستخدم المدخل والإستراتيجية الفعالة في عملية التعلم. فلذلك يبحثه الباحث في رسالة البحث بموضوع "عملية التعلم عند الإمام الغزالى في كتابِ أيها الولد" .

ومِن ذلك الموضُوعِ كانتْ مشكلةُ البحث هي كيفية عملية التعلم والعوامل المتعينة على نجاحِ التعلّم عند الغزالى في كتابِ أيها الولد. أما هداف البحث لمعْرفة عملية التعلم المثالِي والعوامل لتعيين نجاح عملية التعلم عند الغزالي في كتاب أيها الولد.

وكان هذا البحْثُ بحْثا ميدانيا باستخدام مدخل الوصفية الكيفية والتحليلِية النقدية. وجمع الباحِث البيانات باسْتخدام الطريقة الوثائقية وتحليلها بالطريقة تحليل المضمون (content analysis).

وسيقدم الباحث نتائج البحث بأن عملية التعلم عند الغزالي في كتابِه مجموعة العملية المملوءة بتيوسينتريس (teosentris) والحجة بأن التعلم الجيّد إذا كان الأهداف تقربا إلى الله وتشجيعه لإحْياء شرِيعة النبي وخضوع الهوا، لابد على الطالب أن يزكِّي نفسه وتطبيق العلم. وأما العوامل يعين بها النجاح في عملية التعلم عامل التشجيع والدوافع والمعلم والمنهج وسلوك الطالب وصفاء القلب وبيئة المجتمع.

ثمّ لدى الباحث الرأي والإقتراحات منها تصنيفات علم الديْن وغير الدِين في التعلم كما قاله الغزالي في كتابه وفضل على مجرد علم الدين، وسيولّد الأبْناء الذين لا يتمسكون في المنافسة لمواجهة سرعة تطور الأزمان. فلذلك لوجود الخريج الذكية والأشخاص التعهد الروحانية والمثقف العميق في الدّين فيحتاج على تكاملات العلوم غيرِ الدّين وعلوم الدين إجماليا وأهمية التطور على مفهوم العملية استخدمه الغزالي في عملية التعلم من teosentris إلى teo-antrophosentris. وهذا لوجود التوازن بين الحياة الدنيوية والحياة الأخروية.

ABSTRACT

Learning is the reason humans can advance and have the ability to build their civilization. So that in the learning process goes according to what is expected, then there are some things that need to be considered by students. One of them is the aspect of the process used in learning. the right learning process greatly determines the level of student success in learning. It is often found that students who have abilities above average but only achieve the same results as those achieved by other friends. Conversely, a student who actually has only average or medium copyright abilities can reach a peak of satisfying achievement because of using an effective and efficient approach or strategy in learning. Departing from that background the author then wants to discuss it in his thesis with the title "The Learning Process of Imam Al-Ghazali's Perspective in the Book of Ayyuhā al-Walad".

Based on the background above, the problem to be answered in this study is how the learning process and what factors determine success in the learning process of Imam al-Ghazali's perspective in the book Ayyuhā al-Walad.The purpose of this research is to find out the ideal learning process and the factors that determine success in the learning process of Imam al-Ghazali's perspective in his book Ayyuhā al-Walad.

The research that the author did was included in the Library Research using a qualitative descriptive qualitative analysis approach. And so that the results of the research run well, then in the data collection, the author uses the documentation method. While to analyze it, the author uses content analysis techniques (Content Analysis).

From the results of the research that the author did, it can be said here that the learning process of Imam al-Ghazali's perspective in his book is a series of learning processes that are full of theocentric nuances. This is evidenced by his view that learning is valuable if the purpose of learning is to draw closer to God, motivation in learning in order to revive the Shari'ah of the Prophet and subdue lust, students must maintain the sanctity of the soul and must practice the knowledge gained. The factors that determine success in the learning process are motivational factors, educators, curriculum, student attitudes, purity of heart, social environment.

Starting from the conclusions described above, it is necessary for the author to contribute ideas in the form of suggestions, among others, the categorization of religious and non-religious sciences in learning as Imam Al-Ghazali's views in his book and his priorities on religious sciences alone, will give birth to generations which are unable to survive even compete in the face of the rapid rate of development of the times. Therefore, in order to create graduates who have high intelligence and individuals who have deep spiritual and intellectual commitment in religion, it is necessary to integrate non-religious sciences and religious sciences as a whole. As well as the need to develop the conceptual process used by Imam al-Ghazali in the process of learning from theocentric towards theo-anthropocentric. This is intended to create a balance between the life of the world and the afterlife.

ABSTRAK

Belajar merupakan sebab manusia bisa maju dan memiliki kemampuan untuk membangun peradabannya. Agar dalam proses belajar berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh siswa. Salah satunya adalah aspek proses yang digunakan dalam belajar. proses belajar yang tepat sangat menentukan tingkat keberhasilan siswa dalam belajar. Banyak dijumpai bahwa siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata namun hanya mencapai hasil yang sama dengan yang dicapai oleh teman-temannya yang lain. Sebaliknya, seorang siswa yang sebenarnya hanya memiliki kemampuan ranah cipta rata-rata atau sedang, dapat mencapai puncak prestasi yang memuaskan lantaran menggunakan pendekatan atau strategi yang efektif dan efisien dalam belajarnya. Berangkat dari latar belakang itulah penulis kemudian ingin membahasnya dalam skripsi dengan judul “Proses Belajar Perspektif Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ayyuhā al-Walad”.

Berpijak dari latar belakang di atas, maka permasalahan yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimana proses belajar dan faktor-faktor apa saja yang menentukan keberhasilan dalam proses belajar perspektif Imam al-Ghazali dalam kitab Ayyuhā al-Walad. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui proses belajar yang ideal dan faktor-faktor yang menentukan keberhasilan dalam proses belajar perspektif Imam al-Ghazali dalam kitabnya Ayyuhā al-Walad.

Penelitian yang penulis lakukan ini adalah termasuk dalam penelitian Library Research dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif analisis kritis. Dan agar hasil penelitian berjalan dengan baik, maka dalam pengumpulan datanya, penulis menggunakan metode dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisisnya, penulis menggunakan teknik analisis isi (Content Analysis).

Dari hasil penelitian yang penulis lakukan, dapat disampaikan di sini bahwasanya proses belajar perspektif Imam al-Ghazali dalam kitabnya adalah rangkaian proses belajar yang penuh dengan nuansa teosentris. Hal ini dibuktikan dengan pandangannya bahwa belajar yang bernilai apabila tujuan belajar untuk mendekatkan diri kepada Allah, motivasi dalam belajar demi menghidupkan syari’at Nabi dan menundukkan hawa nafsu, siswa harus menjaga kesucian jiwa dan harus mengamalkan ilmu yang diperolehnya. Adapun faktor-faktor yang menentukan keberhasilan dalam proses belajarnya adalah faktor motivasi, pendidik, kurikulum, sikap siswa, kesucian hati, lingkungan sosial.

Bertolak dari kesimpulan yang telah diuraikan di atas, perlu kiranya penulis memberikan sumbangan pemikiran berupa saran-saran antara lain, kategorisasi ilmu agama dan non agama dalam belajar sebagaimana pandangan Imam al-Ghazali dalam kitabnya serta prioritasnya pada ilmu-ilmu agama saja, akan melahirkan generasi yang tidak mampu bertahan bahkan bersaing dalam menghadapi cepatnya laju perkembangan zaman. Karena itu, dalam rangka menciptakan lulusan yang memiliki kecerdasan yang tinggi serta pribadi-pribadi yang memiliki komitmen spiritual dan intelektual yang mendalam dalam beragama, maka perlu adanya pengintegrasian ilmu-ilmu non agama dan ilmu-ilmu agama secara menyeluruh. Serta perlunya mengembangkan lagi konsep proses yang digunakan oleh Imam al-Ghazali dalam proses belajar dari teosentris menuju teo-antrophosentris. Hal ini dimaksudkan agar terjadi keseimbangan antara kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Fattah, Abdul
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDFattah, AbdulUNSPECIFIED
Keywords: العملية، التعلم; الإمام الغزالي; Process; Learning; Proses; Belajar; Imam al-Ghazali
Departement: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Mohammad Syahriel Ar
Date Deposited: 05 Dec 2019 15:55
Last Modified: 05 Dec 2019 15:55
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/15635

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item