Mardiyah, Rohmatul (2019) Mekanisme penanganan kredit macet BMT UGT Cabang Kokop pada komunitas bakul ikan di Desa Banyusangka Kabupaten Bangkalan. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
![]() |
Text (Fulltext)
15540071.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (3MB) |
Abstract
INDONESIA:
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor yang memiliki tantangan pengembangan sangat banyak, mulai dari pemasaran produk hingga masalah permodalan. Oleh karena itu, perlu adanya sebuah inklusi keuangan bagi UMKM agar masalah permodalan dapat teratasi. Baitul Maal Wattamwil (BMT) merupakan salah satu lembaga keuangan mikro yang sangat diharapkan perannya oleh UMKM, karena mudah dijangkau oleh UMKM dari pada perbankan. Pembiayaan bermasalah merupakan salah satu risiko besar yang terdapat dalam setiap dunia perbankan, baik itu bank konvensional, bank syari’ah, bahkan koperasi maupun BMT. Penyelesaian kredit macet setiap lembaga keuangan memiliki kebijakan masing-masing. Begitu juga dengan mekanisme yang dilakukan BMT UGT Sidogiri Cabang Kokop, khususnya pada Komunitas Bakul Ikan yang mengalami pembiayaan bermasalah. BMT Sidogiri berhasil meminimalisir terjadinya kredit macet, sehingga dapat dikatakan bahwa BMT Sidogiri mempunyai strategi yang sangat baik dalam penanganan pembiayaan bermasalah.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif pendekatan kualitatif dengan menggunakan studi kasus. Pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara kepada kepala cabang, karyawan serta nasabah yang bermasalah. Observasi dilakukan dengan cara mengamati bagaimana pihak BMT UGT Sidogiri Cabang Kokop melakukan penagihan kepada anggota yang bermasalah. Analisis data dengan cara reduksi data, menentukan keabsahan data dengan teknik triangulasi, dan menarik kesimpulan hasil keseluruhan penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan bermasalah disebabkan oleh kurangnya niat baik anggota, anggota mengalami musibah, dan kurangnya tingkat ketelitian dari pihak internal. Adapun strategi yang diterapkan oleh BMT UGT Sidogiri Cabang Kokop terhadap pembiayaan bermasalah pada Komunitas Bakul Ikan adalah melakukan analisa 2C (character dan capacity) terhadap pengajuan anggota dan menerapkan sistem penyelamatan terhadap pembiayaan bermasalah berupa penagihan secara intensif, rescheduling, reconditioning, restructuring. Melalui mekanisme tersebut, BMT UGT Sidogiri Cabang Kokop dapat meminimalisir kerugian, dan terjadinya kredit bermasalah.
ENGLISH:
Micro, Small and Medium enterprises (MSMEs) are sectors that have many development challenges, ranging from product marketing to capital problems. Therefore, there is a need for financial inclusion for MSMEs so that capital problems can be overcome. Baitul Maal WatTamwil (BMT) represents one of the microfinance institutions that is expected to play a role by MSMEs because it is easier to approach than Banking Companies. Every financial companies certainly has a problem. Adjustment of bad loans each financial institution has its own policies. Here we choose BMT Sidogiri branch of Kokop focused to its fishermonger customer as a subject of this research. BMT Sidogiri succeded in minimizing bad debt, so BMT Sidogiri could have a good strategy in handling problem of finance.
This research uses descriptive method with a qualitative approach that used a case study. Collecting data through observation, documentation, and interviews with head of branch, employees and customers who have problems. Observation was carried out by observing how the BMT UGT Sidogiri Branch Kokop serve the troubled members. Data analysis by data reduction, determining the validity of the data with triangulation techniques, and drawing conclusions from overall results of the study.
The results showed that financial problems in BMT Sidogiri Branch Kokop was caused by lack consciousness or ability of the members to fix their agreement with BMT.other than that the members experiencing disaster, and the lack of level of accuracy from internal parties were its financial problem reasons. The strategy adopted by BMT UGT Sidogiri Branch Kokop on financial problems in the fishermonger is to conduct a 2C (character and capacity) analysis of the submission of members and implement a rescue system for problem financing in the form of intensive billing, rescheduling, reconditioning, restructuring. Through this mechanism, BMT UGT Sidogiri Branch Kokop can minimize losses, and the occurrence of problem loans.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Supervisor: | Hasan, Irmayanti | ||||||
Contributors: |
|
||||||
Keywords: | mekanisme penanganan; kredit macet; handling mechanism; bad credit | ||||||
Departement: | Fakultas Ekonomi > Jurusan Perbankan Syariah | ||||||
Depositing User: | Dian Anesti | ||||||
Date Deposited: | 04 Mar 2020 11:03 | ||||||
Last Modified: | 04 Mar 2020 11:03 | ||||||
URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/15466 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |