Analisis tentang dissenting opinion dalam perkara cerai gugat kumulasi hadhanah diskresi pasal 105 KHI Huruf (a): Studi perkara nomor 0791/Pdt.G/2014/PA.Kab.Mlg)

Devani, Sixma (2015) Analisis tentang dissenting opinion dalam perkara cerai gugat kumulasi hadhanah diskresi pasal 105 KHI Huruf (a): Studi perkara nomor 0791/Pdt.G/2014/PA.Kab.Mlg). Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
11210027 Pendahuluan.pdf

Download (696kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
11210027 Abstrak Indonesia.pdf

Download (13kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
11210027 Abstrak English.pdf

Download (88kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
11210027 Abstrak Arabic.pdf

Download (343kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
11210027 Bab 1.pdf

Download (343kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
11210027 Bab 2.pdf

Download (896kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
11210027 Bab 3.pdf

Download (630kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
11210027 Bab 4.pdf

Download (232kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
11210027 Daftar Pustaka.pdf

Download (292kB) | Preview
[img] Other (Appendices)
11210027 Lampiran.rar

Download (614kB)
[img]
Preview
Text (Summary)
11210027 Ringkasan.pdf

Download (172kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Pada dasarnya apabila hubungan perkawinan antara suami dan istri telah terputus karena perceraian, maka akan ada beberapa hukum yang berlaku sesudahnya. Salah satu diantaranya adalah pemeliharaan anak atau hadhanah. Dalam Hukum Islam Indonesia, secara yuridis-formal, Inpres Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam dalam Pasal 105 Huruf (a) menyebutkan bahwa pemeliharaan anak yang belum mumayyiz atau belum berumur 12 tahun adalah hak ibunya. Akan tetapi dalam perkara Nomor 0791/ Pdt.G/2014/PA.Kab.Mlg pada agenda musyawarah majelis terdapat dissenting opinion yang dilakukan oleh hakim anggota II yang berpendapat bahwa seharusnya hak pemeliharaan anak yang belum mumayyiz patut diberikan kepada ayahnya. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui pertimbangan majelis hakim sehingga menimbulkan adanya dissenting opinion serta terjadinya diskresi melalui dissenting opinion yang dilakukan oleh hakim anggota II dalam putusan terkait hadhanah.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif atau biasa disebut dengan penelitian pustaka. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kasus (case aprroach). Sesuai dengan sifat penelitian hukum normatif, maka kajian pokok penelitian hukum dilakukan dengan studi bahan hukum primer berupa putusan Pengadilan Agama Nomor
0791/ Pdt.G/ 2014/ PA.Kab.Mlg dan Kompilasi Hukum Islam, studi bahan hukum sekunder berupa literatur yang relevan dengan judul skripsi terkait dissenting opinion, diskresi, dan hadhanah. Dan studi bahan hukum tersier berupa kamus hukum. Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan studi pustaka, sehingga metode yang digunakan dalam analisis datanya adalah dengan langkah editing, classifiying, verifying, analysing, dan concluding.

Berdasarkan hasil analisa terhadap bahan hukum yang ada, maka penulis memperoleh sebuah kesimpulan bahwa pada dasarnya pertimbangan hukum yang menimbulkan adanya dissenting opinion terletak pada usulan penambahan diktum dalam putusan terkait hadhanah. Bahwasanya putusan pengadilan harus memberikan kepastian hukum bagi para pencari keadilan. Sedangkan diskresi terjadi karena pengingkaran terhadap Pasal 105 Huruf (a) Kompilasi Hukum Islam. Dimana hakim keluar dari pasal tersebut karena bertujuan untuk menciptakan putusan yang memenuhi aspek keadilan, kebijaksanaan, dan memberi kepastian hukum. Hakim menginterpretasikan secara historis dan teleologis atas pasal 105 KHI Huruf (a) agar peraturan hukum itu dapat diterapkan sesuai dengan keadaan dan kebutuhan para pencari keadilan. Sedangkan dalam pengusulan penjatuhan putusannya hakim menggunakan teori ratio decidendi. Sehingga diskresi melalui dissenting opinion yang dilakukan oleh hakim anggota II dalam pengusulan penjatuhan putusan terkait hadhanah dinilai telah sesuai dengan karakteristik hukum yang progresif.

ENGLISH:

Actually, if relationship between husband and wife is broken because of divorce, there are law beeing effect afther that. Such as maintenance of child or hadhanah. Indonesian Islamic Law, in formal-judicially, Instruction of President Number 1 of 1991 about Compilation of Islamic Law in Article 105 Letter (a) mentions that maintenance of child who is immature or under 12 years old is mother right. But in deliberation of judges on case number 0791/ Pdt.G/ 2014/ PA.Kab.Mlg, there was dissenting opinion which was done by judge member II that the right of maintenance of immature child should give to his/her father. The focus of research is to know the deliberation of judges on dissenting opinion and discretion with dissenting opinion that was done by judge member II in adjudication of hadhanah.

The kind of research is normative research or book research. And approach that used in this research is case approach. Appropriate with normative research, the main study of research is done with primary legal materials such as adjudication and Compilation of Islamic Law, secondary legal materials are literatures which relevant with the title of thesis, and tertiary legal materials are encyclopedia and dictionary of law. Data collection that used in this research is book study, so the method which used in data analysis is editing, classifiying, verifying, analysing, and concluding steps.

Based on analysis result to the existing legal materials, writer obtains the conclusion that basically the legal consideration which causes dissenting opinion is laid on suggestion of additional dictum in adjudication of hadhanah. That means adjudication has to give legal security for justice seeker. While the discretion occurs because of denial to Article 105 Letter (a) Compilation of Islamic Law. The judge leaves this article because for creating the adjudication that fulfills justice, wisdom, and legal security view. Judge interprets historically and teleological to article 105 Compilation of Islamic Law Letter (a) in order to regulation can be applied appropriate with the condition and the need for justice seeker. While in suggesting the adjudication, judge uses ratio decidendi theory. So, discretion with dissenting opinion that was done by judge member II in suggesting the adjudication of hadhanah is assessed appropriate with progressive legal characteristics.

ARABIC:

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Suhadak, Faridatus
Keywords: Hadhanah; Dissenting Opinion; Diskresi
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012813 Hadhanah (Child Custody, Guardianship)
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Ratih Novitasari
Date Deposited: 06 Jul 2015 10:26
Last Modified: 09 Jul 2015 09:48
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/153

Actions (login required)

View Item View Item