Responsive Banner

Analisis fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 04 tahun 2003 tentang penggunaan dana Zakat untuk Istitsmar (investasi) ditinjau dari Maslahah Mursalah

Iyadh, Ibnu (2019) Analisis fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 04 tahun 2003 tentang penggunaan dana Zakat untuk Istitsmar (investasi) ditinjau dari Maslahah Mursalah. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
15210086.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB)

Abstract

INDONESIA:

Pada tanggal 30 Agustus 2003 Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa tentang Hukum penggunaan dana zakat untuk Istitsmar (modal usaha). Fatwa tersebut berisi tentang kebolehan menggunakan dana zakat untuk modal usaha dengan ketentuan-ketentuan yang diatur di dalam fatwa. fatwa ini memicu berbagai respon di masyarakat tentang pro dan kontra penggunaan dana zakat untuk modal usaha yang diatur berdasarkan ketentuan-ketentuan kebolehannya. Sehingga penelitian ini perlu dikaji dengan rumusan masalah: 1. apakah dasar dan metode Istinbath Al-Ahkam yang dipakai MUI dibenarkan menurut ketentuan yang berlaku. 2. Bagaimana korelasi fatwa tersebut dengan prinsip maslahah mursalah.

Adapun metode penelitian untuk menyelesaikan skripsi ini meliputi: jenis penelitian yuridis normatif dengan pendekatan konseptual, yaitu menggambarkan keputusan atau fatwa MUI tentang kekuatan dalil yang digunakan oleh MUI dalam menetapkan Hukum penggunaan dana zakat untuk Istitsmar (modal usaha), sedangkan data primernya yaitu Fatwa MUI Nomor 04 Tahun 2003 Tentang Penggunaan Dana Zakat Untuk Istitsmar (Investasi). Adapun sumber data sekunder adalah beberapa kepustakaan yang relevan dengan skripsi ini. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan kepustakaan dengan analisis data kualitatif.

Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Metode dan dasar hukum yang dilakukan MUI dalam menetapkan fatwa hukum sudah sesuai dalam pedoman dan prosedur penetapan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Berdasarkan dasar hukum dalam menetapkan kebolehan penggunaan dana zakat untuk istitsmar, tidak ada dalil qath`i yang membahas secara jelas, MUI menguatkan dengan pendapat ulama serta kaidah fiqih (2) secara tujuan syar`i fatwa tersebut tidak bertentangan dengan maslahah, namun adanya beberapa ketentuan-ketentuan yang menimbulkan bahaya kedepannya menjadikan fatwa ini belum dikatakan standar maslahat sebelum diadakan peninjauan kembali dan merevisi ketentuan-ketentuan dalam fatwa tersebut.

ENGLISH:

On 30 of August 2003 the Indonesian Ulama Council (MUI) issued a fatwa concerning the Law on the use of zakat funds for Istitsmar (venture capital). The fatwa contains the ability to use zakat funds for business capital with the provisions stipulated in the fatwa. This fatwa sparks off various responses in the society about the pros and cons of using zakat funds for business capital which are regulated based on the provisions of their ability. So, this research discusses about : 1. Is the basis and method of the Istinbath Al-Ahkam used by the MUI justified according to the applicable provisions?. 2. How does the fatwa correlate with the principle of maslahah mursalah?.

The research method for completing this thesis includes: the type of normative juridical approach with a conceptual approach, which describes the MUI's decision or fatwa on the power of the arguments used by the MUI in establishing the Law on the use of zakat funds for Istitsmar (venture capital), while the primary data is MUI Number Fatwa 04 of 2003 concerning the Use of Zakat Funds for Istitsmar (Investment). The secondary data sources are some of the literature relevant to this thesis. The data collection technique uses literature with qualitative data analysis.

The results of this research are: (1) The method and legal basis that used by MUI in establishing legal fatwas are in accordance with the guidelines and procedures for establishing the Fatwa of the Indonesian Ulama Council (MUI). Based on the legal basis in determining the ability in using zakat funds for Istitsmar, there is no qath`i arguments that discusses clearly, the MUI reinforces the opinions of the ulamas and the rules of fiqh (2) in purpose the syar`i fatwa does not conflict with maslahah, but there are several of provisions that cause danger in the future which make this fatwa not yet said as a maslahat standard before review and revision of the provisions of the fatwa is held.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Murtadho, Moh
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDMurtadho, MohUNSPECIFIED
Keywords: fatwa; MUI; istitsmar; maslahah mursalah
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Heni Kurnia Ningsih
Date Deposited: 04 Mar 2020 10:11
Last Modified: 04 Mar 2020 10:11
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/14890

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item