Responsive Banner

Model penguatan pendidikan karakter berbasis budaya Madrasah: Studi Kasus Madrasah Ibtidaiyah Negeri I Kota Malang

Rokhim, Robby Baskara MB. (2019) Model penguatan pendidikan karakter berbasis budaya Madrasah: Studi Kasus Madrasah Ibtidaiyah Negeri I Kota Malang. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
17760040.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

مستخلص البحث

المعلم والبيئة المدرسية هي من أهم الأشياء في تنمية الشخصية و الأخلاق للطلاب في مرحلة التعليم الأساسي. تقوية الأخلاق الشخصية في مرحلة الأساسي هي بتعويد السلوك الجيد عليهم. تقوية تعليم الأخلاق هي نوع من الحركة التي تركز على تعزيز شخصية الأخلاق من الطلاب. نتيجة الأساسية في تقوية تعليم الأخلاق هي التدين والقومية والاستقلال والتعاون المتبادل والنزاهة.

أهداف البحث في هذه الدراسة هي (1) الكشف عن مفهوم تعليم تقوية تعليم الأخلاق تستند على بئة المدرسة. (2) وصف تنفيذ تقوية تعليم الأخلاق تستند على بئة المدرسة. (3) صف الآثار المترتبة على تطبيق تقوية تعليم الأخلاق تستند على بئة المدرسة.

استخدم هذا البحث المدخل الكيفي بنوع الوصفي. وطريقة جمع البيانات هي المراقبة، المقابلة والتوثيق. وطريقة تصديق البيانات هي التثليث. وأما طريقة تحليل البيانات هي تقليل البيانات، عرضها والاستخلاص.

من نتائج هذه الدراسة (1) أن مفهوم تقوية تعليم الأخلاق تستند على بئة المدرسة هي وفقًا على رؤية المدرسة في تكوين المؤمن، له الأخلاق المحمودة و المنجيز. بناءً على رؤية المدرسة. (2)من نتائج الدراسة على تطبيق تقوية تعليم الأخلاق تستند على بئة المدرسة هي تطبيق البرنامج الخاص يسمى ب PPKAM. تطبيق تقوية تعليم الأخلاق بخلال برنامج التطوير الذاتي قدر 23 نشاطًا خارج المناهج الدراسية. تطبيق تقوية تعليم الأخلاق تستند على إعطاء أمثلة جيدة وإيجابية. (3) تتمثل الآثار المترتبة على تطبيق تقوية تعليم الأخلاق أن الطلاب معتادون على أفضل السلوكيات.

ABSTRACT

The teacher and the madrasa environment are the most important things in the process of character development of students in the basic education period. The process of planting the main character in character at the basic age is to make habituations of good behavior. Strengthening character education is a movement that focuses on strengthening character for students who are under the responsibility of each educational institution.

The research objectives in this study are (1) Revealing the concept of reinforcing madrasa-based character education. (2) Describe the implementation of strengthening cultural character-based madrasa education. (3) Describe the implications of the implementation of strengthening cultural madrasa-based character education in MIN I Malang.

This study used qualitative research with a case study design. The method of data collection that used is by the depth interviews, observation and documentation studies. By checking the validity of the data using the method of triangulation method and triangulation of data sources. The collected data is then analyzed using data reduction methods, data presentation, conclusion drawing.

The results of this study show that (1) The concept of character strengthening is forming noble character by planting the faith as the main foundation. Moral action is done by habituation in the madrasa environment, character values are not taught in the form of subject matter, but are developed by habituations that exist in the madrasa environment. (2) The implementation of strengthening character education is carried out through the development of rules, norms and traditions of madrasas by forming a structurally specific program namely PPKAM. The implementation of reinforcing madrasa-based character education is carried out through students' self-development programs by carrying out at least 23 extracurricular activities and integrating character values in each learning activity. The implementation of strengthening character education is carried out by applying habituation by giving good and positive examples. The indicator of success in the process of giving exemplary to the teacher is to provide the caring and istiqomah of the teacher to be a sustainable example. (3) The implication of the implementation of strengthening culture-based character education in madrasas is that students are accustomed to behaviors that reflect religious culture carried out in their daily habits, becoming noble persons.

ABSTRAK

Guru dan lingkungan madrasah adalah hal yang terpenting dalam proses perkembangan karakter siswa dalam masa pendidikan dasar. Proses penanaman karakter yang utama dalam budi pekerti di usia dasar adalah dengan melakukan pembiasaan-pembiasaan dengan membentuk budaya yang efektif terhadap perkembangan tingkah laku yang baik. Penguatan pendidikan karakter adalah gerakan yang fokus pada penguatan karakter bagi peserta didik yang berada dibawah tanggung jawab bagi setiap masing-masing lembaga pendidikan.

Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah (1) Mengungkapkan konsep penguatan pendidikan karakter berbasis budaya madrasah. (2) Mendeskripsikan implementasi penguatan pendidikan karakter berbasis budaya madrasah. (3) Mendeskripsikan implikasi dari implementasi penguatan pendidikan karakter berbasis budaya madrasah di MIN I Kota Malang.

Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus. Metode pengumpulan data yang penulis gunakan berupa wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Pengecekan keabsahan data dengan metode trianggulasi metode dan trianggulasi sumber data. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan metode reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian ini menujukkan bahwa (1) Konsep penguatan karakter adalah membentuk akhlak mulia dengan penanaman iman sebagai pondasi utama. Pembentukan akhlak dilakukan dengan pembiasaan yang dilakukan di lingkungan madrasah, nilai-nilai karakter tidak diajarkan dalam bentuk materi pelajaran, namun dikembangkan dengan pembiasaan-pembiasaan yang ada di lingkungan madrasah. (2) Implementasi penguatan pendidikan karakter dilakukan melalui pengembangan aturan, norma, dan tradisi madrasah dengan membentuk program khusus secara struktural yaitu PPKAM. Implementasi penguatan pendidikan karakter berbasis budaya madrasah dilakukan melalui program pengembangan diri 23 unit kegiatan ektrakurikuler dan mengintegrasikan nilai karakter pada setiap kegiatan pembelajaran. Implemantasi penguatan pendidikan karakter dilakukan dengan memberikan keteladan yang baik dan positif. Indikator kesuksesan dalam proses memberikan keteladanan bagi guru adalah dengan memberikan kepedulian dan istiqomah guru untuk menjadi teladan yang berkelanjutan. (3) Implikasi implementasi penguatan pendidikan karakter berbasis budaya madrasah adalah peserta didik terbiasa dengan perilaku yang mencerminkan budaya religius yang dilakukan dalam kebiasaan sehari-hari, menjadi pribadi yang berakhlak mulia.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Wahidmurni, Wahidmurni and Abubakar, Istianah
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDWahidmurni, WahidmurniUNSPECIFIED
UNSPECIFIEDBakar, Istianah AbuUNSPECIFIED
Keywords: تقوية تعليم الأخلاق; بئة المدرسة; character education strengthening; Madrasa Culture; PPK; Budaya madrasah
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Depositing User: Mohammad Syahriel Ar
Date Deposited: 04 Sep 2019 09:27
Last Modified: 20 Jul 2023 08:43
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/14633

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item