Responsive Banner

Jiwa setelah mati dalam sangkan paraning Dumadi

Handayani, Yuni (2019) Jiwa setelah mati dalam sangkan paraning Dumadi. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
17750012.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

مستخلص البحث

يعرف الموت بخروج الروح من الجسد أي تعني بالوسيلة لتوصّل الحياة من الحياة الدنيويّة إلى الحياة الأخرويّة. ظهر من هذ المعنى الظواهر الاجتماعيّة المتعلّقة به. إحداها من يخاف بالموت وغيره من يتحلل بالموت لعدم معرفتهم نحوحقيقة الموت والحياة الباقية فيما ستأتي بعد الموت. وبهذا كان للمجتمعين الجواويّين فلسفة ماتنشأ من العاداة والثقافات وإحداها مايسمّونها ب Sangkan Paraing Dumadi. وهي إحدى الفلسفة الجواويّة ما تنشأ من القصّة الدميويّة بموضوع Dewaruci. وتشمل هذه الفلسفة من النواحي الإنسانيّة ما تبدا من ولادتهم إلى موتهم وما يكون بعد موتهم إلى ما رجوع نفوسهم الى خالقهم. وتشتمل فيها أحوال النفوس فيما بعد الموت. بل الواقع اليوم كان المجتمع الحديث أكثرهم لا يعرفونها بل يعتبروها بشيء قديم ما لا يمكن الاستفادة منها فيتركونها تركا تاما. ومن المشاكل السابقة يأتي هذا البحث تحليلا عولميّا لمواجهة الحياة الاجتماعيّة وخصوصا لما يتعلّق بالظواهر السابقة. وبجانب ذالك لم يوجد بحث مايبحث في هذا الموضوع.

يهدف هذا بحث إلى معرفة: 1) كيف كان الروح بعد الموت في Sangkan Paraning Dumadi. 2) كيف كان الروح بعد الموت في Sangkan Paraning Dumadi في النظريّة الإسلاميّة. أمّا نوع هذا البحث هو بحث مكتبيّ بالمنهح الكيفيّ.

وحصل هذا البحث إلى أن الروح بعد الموت في Sangkan Paraning Dumadi ، هو يخلد مع بقاء الحياة الروحيّة فيما بعد الموي وترعرعت مع هيئه جديده تنعكس في علم النفس العقلي الذي يتم القيام به اثناء العيش في العالم ، وبعد الموت ، فان الروح يعيش الحياة في العوالم الاربعه من الموت. والروح بعد الموت في Sangkan Paraning Dumadi موافقا للنظر الإسلامي ينص على أن الإسلام يتفق من حيث خلود الروح وانعكاس الروح علي الجسد الجديد وفقا لفعاليته في العالم. وفي سياق الهيئات الجديدة ، اتفق بعض العلماء مثل الملا شمرا والغزالي علي ذلك ، ولكن ليس وفقا لابن سينا وابن رشدي وبعض العلماء وغيرهم من اللاهوتيين. علي العوالم الاربعه التي ستكون بروح العلماء ، والقرآن لا يذكر هذا. بل إنّما وجود الاتّفاق في غرض الحياة الأخرويّة هو لقاء الله.

ABSTRACT

Death is defined by the release of the soul from the body, and in another sense death is a transition from life in the world to the afterlife. In this case death itself provides two phenomena of globalization, namely death is a feared thing and death is used as a solution. One of the causes that gave birth to the above phenomenon is the ignorance of modern society on the nature of death and even about life after death itself. In this context, Javanese people as indigenous people have a life philosophy that is born from the culture they have and is often referred to as Sangkan Paraning Dumadi. That is the life philosophy of the Javanese community that was born from the story of the shadow puppet Dewa Ruci. This philosophy covers the concept of human life from human beings to humans and returns to meet their Lord. Including the state of his soul after experiencing death. However, in modern society, this philosophy of life is not widely known and even most people assume that this is an ancient thing that must be made public. So this research is a study that re-grounds local teachings, one of which is Sangkan Paraning Dumadi, as an alternative to globalization in social life. And besides that, no research has been found with this theme before.

The focus of this research is 1) how the soul after dying in Sangkan Paraning Dumadi. 2) How is the soul after dying of Sangkan Paraning Dumadi according to Islamic perspective. This type of research is qualitative research with the Library Research.

The results of this study concluded that the soul after dying in the Sangkan Paraning Dumadi, is eternal and raised with a new body that is reflected in the mental psychology that is done while living in the world, and after death, the soul will Live life in the four realms of death. And the soul after dying in Sangkan Paraning Dumadi according to Islamic perspective states that Islam agrees in terms of the immortality of the soul and the reflection of the soul against the new body in accordance with its efficacy in the world. In the context of the new bodies some scholars such as Mulla Shadra and Al- Ghazali agreed on this, but not according to Ibn Sina and Ibn Rusyd and some scholars ' and other theologians. On the four realms that will be in the spirit of the scholars ', and the Qur'an does not mention this. the whole Soul in Sangkan Paraning Dumadi is in harmony with Islam, which will end with a true meeting, the meeting with the Creator.

ABSTRAK

Kematian diartikan dengan keluarnya ruh dari jasad, dan dalam arti lain kematian adalah sebuah peralihan dari kehidupan di dunia menuju kehidupan akhirat. Dalam hal ini kematian sendiri memberikan dua fenomena globalisasi yaitu kematian adalah hal yang ditakuti dan kematian yang dijadikan sebagai solusi. Salah satu penyebab yang melahirkan fenomena di atas adalah ketidaktahuan masyarakat modern terhadap hakikat kematian dan bahkan tentang kehidupan setelah kematian itu sendiri. Pada konteks ini, masyarakat Jawa sebagai masyarakat pribumi memiliki falsafah hidup yang lahir dari pada kebudayaan yang mereka miliki dan kerap disebut dengan Sangkan Paraning Dumadi. Yaitu falsafah hidup masyarakat jawa yang lahir dari pada kisah wayang Dewa Ruci. Falsafah ini mencangkup konsep kehidupan manusia dari manusia lahir hingga manusia kembali dan bertemu kepada Tuhannya. Termasuk keadaan jiwanya setelah mengalami kematian. Namun, pada masyarakat modern, falsafah hidup seperti ini tidak banyak diketahui dan bahkan sebagian besar masyarakat menganggap bahwa hal ini adalah hal kuno yang harus dimusiumkan. Maka penelitian ini adalah penelitian yang membumikan kembali ajaran- ajaran lokal salah satunya adalah Sangkan Paraning Dumadi, sebagai suatu alternatif globalisasi dalam kehidupan bermasyarakat. Dan disamping itu, belum ditemukan penelitian dengan tema ini sebelumnya.

Fokus Penelitian ini adalah 1) Bagaimana jiwa setelah mati dalam Sangkan Paraning Dumadi. 2) Bagaimana jiwa setelah mati dalam Sangkan Paraning Duadi menurut perspektif Islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian Penelitian Pustaka (Library Research) dengan metode kualitatif.

Hasil Penelitian ini, menyimpulkan bahwa jiwa setelah mati dalam Sangkan Paraning Dumadi, bersifat kekal dan dibangkitan dengan jasad yang baru yang terefleksi dari kejiwaan- kejiwaan yang dilakukan semasa hidup di Dunia, dan setelah kematian, jiwa akan menjalani kehidupan di empat alam kematian. Dan jiwa setelah mati dalam Sangkan Paraning Dumadi menurut perspektif islam menyatakan bahwa islam sepakat dalam hal kekekalan jiwa dan refleksi jiwa terhadap badan baru sesuai dengan kejiwaannya di dunia. Pada konteks badan baru beberapa ulama seperti Mulla Shadra dan Al-Ghazali sepakat dalam hal ini, namun tidak menurut Ibn Sina dan Ibn Rusyd dan beberapa ulama’ dan teolog lainnya. Mengenai empat alam yang akan di lalui oleh jiwa para ulama’, dan al-Qur’an tidak menyebutkan hal demikian. secara keseluruhan Jiwa dalam SangkanParaning Dumadi selaras dengan islam, yaitu akan berakhirdengan pertemuan sejati, yaitu pertemuan dengan Sang Pencipta.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Barizi, Ahmad and Huda, Miftahul
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDBarizi, AhmadUNSPECIFIED
UNSPECIFIEDHuda, MiftahulUNSPECIFIED
Keywords: الروح; الموت; جاوا; Soul; Death; Sangkan Paraning Dumadi; Java; : Jiwa; Kematian; Sangkan Paraning Dumadi; Jawa
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister Ilmu Agama Islam
Depositing User: Mohammad Syahriel Ar
Date Deposited: 28 Aug 2019 16:11
Last Modified: 28 Aug 2019 16:11
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/14602

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item