Responsive Banner

Kedudukan undang-undang nomor 16 tahun 2017 tentang PERPPU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas ditinjau dari perspektif Al-Mafahim Al-Asasiyah Al-Islamiyah

Salam, Salam (2018) Kedudukan undang-undang nomor 16 tahun 2017 tentang PERPPU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas ditinjau dari perspektif Al-Mafahim Al-Asasiyah Al-Islamiyah. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
16750008.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB)

Abstract

مستخلص البحث

ظهور النقد المتنوع من الفراق المختلفة على جهود الحكومة لتنظيم المنظمات الاجتماعية بدون عملية المحكمة القضائية بإثبات النظام القانوني تاليا أصبحت القانون للرقم 16 للسنة 2017 حول المنظمات الاجتماعية. بناء على المشكلات السابقة، يحاول الباحث أن يعرض عملية صدف المنظات الاجتماعية اعتمادا على القانون المقررة، ويحاول أن يحلله في ضوء المفاهيم الأساسية الإسلامية.

يستخدم هذا الباحث المدخل الكيفي. ونوع البحث الذي يستخدم في المناقشة وعرض البيانات هو البحث المكتبي. والبيانات في هذا البحث هي المحصولة والموصوفة على شكل الكلمات والمفرقة والمصنفة حسب أسئلة البحث.

الحاصل، يمكن أن يستخلص أن الفصل 62 من القانون للرقم 16 للسنة 2017 حول إثبات النظام القنوني للرقم 2 للسنة 2017 حيث يعطي الحق للحكومة أن تصدف المنظمات بما تشاء في ضوء المفاهيم الأساسية الإسلامية هو ليس مناسبا أي متعارضا. ويظهر المضرات المتنوعة، وهي زوال الأخوة، وزوال المسوى، وزوال العدلة، وزوال الحرية، وزوال الصلوحية، وزال الرحمة بين الأفراد والمجتمع إلى الحكومة. ويحتاج إلى التصليحات والتعديلات لقنون الرقم 16 للسنة 2017 حول إثبات النظام القنوني للرقم 2 للسنة 2017 بثبوت إعطاء الحق للجنة القضائية في تحكيم صدف المنظمات الاجتماعية. حتى يكون القانون مناسبا بالمفاهيم الأساسية الإسلامية.

ABSTRACT

The existence of many kinds of critics from many fields on society to government expedient on abolishing society organization without due process of law by publishing law subtitute of government regulation of society organization. Then becomes law number 16 (2017) about social organization. Based on the case, this research explains the process of abolishing society organization according to the law. Then analizing the law on Al Mafahim al asasiyah al Islamiyah perspective.

This research using library research. The resourch data of this research are two kinds, these are primer and secunder. Writer using documentation technic by researching and gathering relevant data's on laws and books. doing classification the data's on separated units. Then, doing analyze by using descriptive and interpretation method.

The result of this research explains that chapter 62 law number 16 (2017) about decisioning the law subtitute of government regulation number 2 (2017) is not match with Islamic basic concept. Reviewed by Al mafahim al asasiyah al Islamiyah. The case exists many demages such as, Losing unity, justice, freedom of speech, peace, love and pity among people. Therefore, Law number 16 (2017) needs revision by giving authority to judicature to decide abolishing of society organization. So that, the law can be match with Islamic basic concepts.

ABSTRAK

Munculnya berbagai macam kritik dari berbagai kalangan atas upaya pemerintah dalam membubarkan dan menertibkan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) tanpa melalui proses pengadilan (due process of law) melalui penerbitan Perppu Ormas yang kemudian menjadi Undang-Undang Nomor 16 tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Berdasarkan problem tersebut kami berupaya memaparkan proses pembubaran Ormas menurut undang-undang di atas dan berupaya menganalisis undang-undang tersebut dalam perspektif Al-Mafahim Al-Asasiyah Al-Islamiyah.

Jenis penelitian yang dipergunakan dalam pembahasan dan penyajian kajian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Sumber data penelitian ini terdiri atas dua jenis, yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Dalam penelitian ini penulis menggunakan tehnik dokumentasi, yaitu dengan meneliti dan mengumpulkan data-data berupa undang-undang dan beberapa buku terkait dengan objek kajian, baik yang sudah dicetak maupun yang masih berbentuk PDF. Kemudian penulis mengelompokkan data-data tersebut ke dalam bagian-bagian yang terpisah. Selanjutnya, dilakukan analisa dengan metode deskriptif dan interpretasi.

Sebagai hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pasal 62 Undang-Undang No 16 Tahun 2017 Tentang Penetapan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 yang memberikan kewenangan kepada pemerintah untuk membubarkan Ormas secara sepihak ditinjau dari Al-Mafahim Al-Asasiyah Al-Islamiyah adalah tidak sesuai atau bertentangan. Hal ini kemudian memunculkan berbagai macam kemudharatan, hilangnya persatuan (Al-Ukhuwah), hilangnya persamaan di mata hukum (Al-Musawwa), hilangnya keadilan (Al-‘Adalah), terhalangnya kebebasan (Al-Hurriyyah), tiadanya kedamaian (Al-Shulh), dan kasih sayang (Al-Rahmah) terhadap sesama individu maupun masyarakat terhadap pemerintah. Perlu adanya revisi terhadap Undang-Undang No 16 Tahun 2017 Tentang Penetapan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 dengan tetap memberikan kewenangan kepada Badan Peradilan dalam memutuskan pembubaran Ormas. Sehingga undang-undang tersebut dapat sejalan dengan konsep-konsep dasar Islam.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Tamrin, Dahlan and Rofiq, Aunur
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDTamrin, DahlanUNSPECIFIED
UNSPECIFIEDRofiq, AunurUNSPECIFIED
Keywords: قانون المنظمات الاجتماعية; المفاهيم الأساسية الإسلامية; Law of society organization; Al Mafahim al Asasiyah al Islamiyah; Undang-Undang Ormas; Al-Mafahim Al-Asasiyah Al-Islamiyah
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister Ilmu Agama Islam
Depositing User: Mohammad Syahriel Ar
Date Deposited: 27 Aug 2019 16:23
Last Modified: 27 Aug 2019 16:23
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/14597

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item