Responsive Banner

Kepemimpinan Perguruan Tinggi Islam di tengah perubahan sosial budaya Pesantren: Studi Multisitus di Institut Agama Islam Ibrahimy Situbondo dan Institut Agama Islam Nurul Jadid Paiton Probolinggo

Munawar, Munawar (2018) Kepemimpinan Perguruan Tinggi Islam di tengah perubahan sosial budaya Pesantren: Studi Multisitus di Institut Agama Islam Ibrahimy Situbondo dan Institut Agama Islam Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Doctoral thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
117330007.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (11MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Kepemimpinan memegang peranan penting terhadap maju-mundurnya suatu organisasi. Begitu juga dengan kepemimpinan di lembaga pendidikan tinggi agama Islam berbasis pesantren. Uniknya adalah perguruan tinggi berbasis pesantren, berada di lingkungan kultur kepemimpinan yang berbeda dengan kultur perguruan tinggi. Kyai sebagai pemimpin sentral di pesantren, memiliki karakter kepemimpinan yang otokrasi dan relative mutlak dipatuhi, karena kyai adalah sosok yang karismatik, memiliki fadilah, karomah, dan menjadi sumber berkah. Sedangkan kepemimpinan di perguruan tinggi lebih bersifat demokratis dan transformasional. Hubungan pimpinan dengan sivitas akademika lebih bersifat rasional. Di dalamnya berlaku kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan.Perubahan sosial budaya yang terjadi di pesantren memberikan implikasi padapeningkatan mutu perguruan tinggi di bawah naungannya. Berangkat dari hal tersebut, fokus dalam penelitian ini adalah; 1)Bagaimana tipologi kepemimpinan Institut Agama Islam Ibrahimy Situbondo dan Institut Agama Islam Nurul Jadid Paiton Probolinggo di tengahperubahan sosial budaya kepemimpinan pesantren?2) Bagaimana proses perubahan sosial budaya kepemimpinan di Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Situbondo dan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo?3) Bagaimana implikasi perubahan sosial budaya kepemimpinan pesantren dalam peningkatan mutu pendidikan Institut Agama Islam Ibrahimy Situbondo dan Institut Agama Islam Nurul Jadid Paiton Probolinggo ?

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif,jenis studi kasus dengan rancangan multisitus. Sedangkan pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tiga teknik, yaitu : Pengamatan terlibat (participant observation),wawancara mendalam (indepth interview), dan dokumentasi. Analisis datanya dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Sedangkan pengecekan keabsahan data dilakukan melalui derajat kepercayaan (credibility), keteralihan (transferability), kebergantungan (dependability), dan kepastian (confirmability).

Hasil penelitian menunjukkan;1)Tipologi kepemimpinan di Institut Agama Islam Ibrahimy Situbondo dan Institut Agama Islam Nurul Jadid Paiton Probolinggo di tengah perubahan sosial budaya kepemimpinan pesantren adalah konsultatif leadership yang transformatif, 2) Proses perubahan social budaya kepemimpinan di Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Situbondo dan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo terjadi secara alamiyah, dengan 4 tahap; inovasi, invensi, difusi, dan konsekwensi berdasar nilai tradisi sebagai respon terhadap tuntutan perubahan, ilmu dan teknologi, 3) Perubahan sosial budaya kepemimpinan pesantren memberikan implikasi dalam peningkatan mutu pendidikan Institut Agama Islam Ibrahimy Situbondo dan Institut Agama Islam Nurul Jadid Paiton Probolinggo,yang diindikasikan dengan bertambahnya program studi,meluasnya jaringan kerjasama, meningkatnya jumlah mahasiswa, dan meraih banyak kejuaraan dari berbagai kompetisi oleh mahasiswa, baik tingkat nasional maupun regional.Para alumninya banyak menduduki posisi strategis, menjadi anggota DPRD/politisi, kepala madrasah/sekolah, menjadi kyai, ustaz/dosen dan lain-lain. Temuan penelitian ini adalah adanya kepemimpinan Konsultatif-Transformatif Leadership, yaitu tipe kepemimpinan yang mendasarkan pada arahan seseorang dalam memimpin untuk meningkatkan moral, motifasi, inovasi, kinerja dan kompetensi bawahan,supaya berubah menjadi lebih baik, sebagai bentuk kreatifitas pimpinan perguruan tinggi yang berada di bawah naungan pondok pesantren.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Supervisor: Suprayogo, Imam and Baharuddin, Baharuddin
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDSuprayogo, ImamUNSPECIFIED
UNSPECIFIEDBaharuddin, BaharuddinUNSPECIFIED
Keywords: Kepemimpinan Perguruan Tinggi; Perubahan Sosial Budaya; Pesantren
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam
Depositing User: Mohammad Syahriel Ar
Date Deposited: 15 Aug 2019 07:57
Last Modified: 15 Aug 2019 07:57
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/14502

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item