Pelaksanaan akad dalam sistem tebasan hasil pertanian Di Desa Tasikharjo Jenu Tuban: Perspektif fiqh Syafi’i

Anisah, Siti (2012) Pelaksanaan akad dalam sistem tebasan hasil pertanian Di Desa Tasikharjo Jenu Tuban: Perspektif fiqh Syafi’i. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
08220026_Pendahuluan.pdf

Download (690kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
08220026_Indonesia.pdf

Download (185kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
08220026_Inggris.pdf

Download (142kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
08220026_Arab.pdf

Download (68kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
08220026_Bab_1.pdf

Download (518kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
08220028_Bab_2.pdf

Download (713kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
08220028_Bab_3.pdf

Download (304kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
08220028_Bab_4.pdf

Download (641kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
08220028_Bab_5.pdf

Download (155kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
08220026_Daftar_Pustaka.pdf

Download (132kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Appendices)
08220026_Lampiran.pdf

Download (82kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Sistem perekonomian Islam mencakup berbagai aspek kegiatan ekonomi, salah satunya adalah jual-beli. Perkembangan ekonomi pada masa sekarang ini bermacam seperti jual-beli hasil pertanian dengan sistem tebasan yang terjadi di Desa Tasikharjo. Praktek jual beli dengan cara tebasan ini sudah ada sejak zaman dahulu dan sudah menjadi kebiasaan. Dalam syariat Islam jual beli adalah pertukaran harta tertentu dengan harta lain berdasarkan keridhaan antara keduanya, jual beli itu disyariatkan berdasarkan konsensus kaum muslim karena kehidupan manusia tidak bisa tegak tanpa jual beli.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan akad dalam sistem tebasan hasil pertanian di Desa Tasikharjo Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban pada masa sekarang ini dan bagaimana pelaksanaan akad dalam sistem tebasan tersebut menurut pandangan Fiqh Syafi’i. Untuk mencapai tujuan tersebut peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sedangkan data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder yang dilakukan dengan teknik interview, observasi dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi dan analisis datanya menggunakan deskriptif dengan beberapa tahapan yaitu pengecekan data, pengelompokan, pemeriksaan, analisis data, dan kesimpulan.

Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa sistem tebasan yang terjadi di Desa Tasikharjo, akadnya berbagai macam variasi artinya akad bisa dilakukan dirumah kedua belah pihak baik petani maupun pembeli, atau akad bisa terjadi di sawah setelah pembeli melihat tanamannya dan mengambil contoh tanaman, dan pada saat akad berlangsung maka tanaman yang ada di sawah atau ladang sudah menjadi milik pembeli atau hak milik atas barang itu sudah berganti tangan akan tetapi yang perlu diketahui bahwa tidak semua tanaman hasil pertanian bisa di jual-belikan dengan cara tebasan. Jika ditinjau dari segi rukun menurut fiqih Syafi'i semuanya dapat terpenuhi, tetapi jika dilihat dari segi syaratnya, sistem tebasan hasil pertanian di Desa Tasikharjo Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban kurang memenuhi syarat, yaitu pembayaran yang seharusnya dibayar penuh di muka di sana tidak berlaku dan jika tanaman yang telah dibeli tidak sesuai dengan yang diinginkan tidak dapat diganti dengan tanaman yang harga atau jenisnya sama. Meskipun secara praktis kurang memenuhi syarat, akan tetapi dalam perkembangannya jual beli seperti ini hukumnya boleh, karena barang yang diperjual-belikan halal dan juga terhindar dari tindakan penipuan (gharar) yang bisa menimbulkan pertengkaran di kemudian hari. Dan juga perlu diketahui bahwa pada dasarnya dalam suatu akad dalam jual-beli yang terpenting adalah adanya unsur saling ridha.

ENGLISH:

Islamic economic system covers various aspects of economic activity, one of which is the sale. Economic development at the present time as buy-sell various agricultural systems that blow occurred in the village Tasikharjo. The practice of buying and selling by way of this blow has been around since ancient times and has become a habit. In Islamic trading is the exchange of certain assets with other assets based on the pleasure of both, selling it is prescribed by the consensus of the Muslims because human life can not be upright without selling.

This study aims to determine how the implementation of the agreement in the agricultural system in the Village blow Tasikharjo Jenu Tuban district at the present time and how the implementation of the contract in the blow of the system according to the Shafi'i Fiqh view. To achieve these objectives the study researchers used a type of qualitative descriptive approach. While the data collected in the form of primary data and secondary data was done by using interviews, observation and documentation. Test the validity of data using triangulation and data analysis using descriptive with several stages of checking the data, grouping, inspection, data analysis, and conclusions.

The results of this study indicate that the system blow that occurred in the village of Tasikharjo, agreement means a wide variety of contract can be done at home on both sides both farmers and buyers, or covenant may occur in the field after the buyer saw the plants and take samples of plants, and at last the contract existing plants in the fields belonged to the buyer of the goods or property that has changed hands but it is to know that not all agricultural crops can be sold and bought by blow. If the terms of pillars according to the Syafi'i fiqh can all be met, but when viewed in terms of condition, blow agricultural system in the village of Tuban Jenu District Tasikharjo less qualified, the payment should be paid in full upfront there does not apply and if the plants that have been purchased are not desirable, can not be replaced with plants that price or the same type. Although practically less qualified, but the sale of these developments may be legal, because the goods traded halal and also protected from fraudulent behavior (gharar), which can lead to quarrels in the future, and also keep in mind that it's basically a buy- sell agreement in which the most important is the element of mutual pleasure.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Toriquddin, Moh
Keywords: Pelaksanaan Akad Sistem Tebasan; Perspektif Fiqh Syafi’i; Strike Systems Implementation Agreement; Shafi'i Fiqh Perspective
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180127 Mu'amalah (Islamic Commercial & Contract Law) > 18012701 al-Bai’ (incl. al-Khiyar)
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah
Depositing User: Heni Kurnia Ningsih
Date Deposited: 17 Aug 2015 01:52
Last Modified: 17 Aug 2015 01:52
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/1449

Actions (login required)

View Item View Item