Responsive Banner

Pernikahan kembar siam menurut pandangan tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah Kota Malang

Mustikasari, Yuyun (2018) Pernikahan kembar siam menurut pandangan tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah Kota Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
14210094.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Pernikahan tidak hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang memiliki anggota tubuh normal. Akan tetapi, bagi penyandang tubuh berdempetan (kembar siam) juga dapat melangsungkan pernikahan, seperti fenomena pernikahan kembar siam di Thailand oleh “Chang dan Eng Bunker”, seorang kembar siam laki-laki yang menikah dengan wanita normal dan memiliki keturunan. Lantas bagaimana hukum dari pernikahan tersebut. Dalam penelitian ini, membahas tentang hukum pernikahan kembar siam menurut pandangan tokoh NU dan Muhammadiyah Kota Malang, dasar hukum serta metode istinbath yang digunakan.

Penelitian ini termasuk jenis penelitian empiris. Adapun pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam teknik pengumpulan data, peneliti menggunakan metode wawancara. Untuk menganalisis data yang diperoleh digunakan metode deskriptif analisis.

Hasil dari penelitian ini adalah 1) NU membolehkan pernikahan kembar siam dengan alasan mereka menganggap kembar siam seperti orang normal lainnya dan memiliki keturunan itu bukan termasuk tujuan dari pernikahan, Muhammadiyah tidak membolehkan dengan alasan memiliki keturunan merupakan suatu tujuan, 2) NU menggunakan dasar hukum al-qur’an dengan dengan menggunakan metode qauli (suatu metode yang jawaban dari suatu permasalahan tidak terdapat dalam nash, namun terdapat dalam kitab-kitab fiqih dari empat madzhab, dengan mengikuti pendapat-pendapat yang sudah ada) sebagai istinbath hukumnya. Sedangkan Muhammadiyah menggunakan al-qur’an serta hadits dari Abdullan ibn Mas’ud tentang anjuran menikah dengan metode istinbath hokum istishlahi (suatu upaya dalam mencari ketentuan hukum atas suatu masalah yang tidak ada ketentuan nash-nya dengan mendasarkan pada kemaslahatan yang akan dicapai, lebih tepatnya metode ini mengacu pada maqashid syariah).

ENGLISH:

Marriage not only can be done by people who have normal body members. However, for people with shoulder-body (conjoined twins) can also make a wedding, such as the phenomenon of conjoined twins wedding in Thailand by "Chang and Eng Bunker", a male conjoined twins who is married to a woman of normal and have offspring. Then how the law of marriage. In this study, discusses the legal marriage of conjoined twins, according to the view of character of NU and Muhammadiyah Malang, the basic law and the method of istinbath used.

This research is categorized as empirical study. As for the approach used in this research is qualitative approach. The data collection, the researcher uses interview method. In analyzing the data collected, the researcher uses descriptive analysis method.

The results of this study are 1) NU allows the marriage of conjoined twins on the grounds that they consider conjoined twins like other normal people and have offspring that is not the purpose of marriage, Muhammadiyah does not allow the reason to have offspring is a goal, 2) NU uses the legal basis-qur'an by using the qauli method (a method that answers to a problem is not found in the text, but is contained in the books of fiqh from four schools, by following existing opinions) as the legal istinbath. Whereas Muhammadiyah uses the Qur'an and the hadith from Abdullan ibn Mas'ud about the suggestion of marriage with the istinbath hokum istishlahi method (an effort in seeking legal provisions for a problem that has no provision of the text by basing on the benefit to be achieved, more precisely this method refers to maqashid sharia).

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Fadil, Fadil
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDFadil, FadilUNSPECIFIED
Keywords: pernikahan; kembar siam; ulama kota malang; wedding; conjoined twins; scholars of malang
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Alisa Sri Wijayati
Date Deposited: 08 May 2019 13:18
Last Modified: 08 May 2019 13:18
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/14025

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item