Fenomena pemberian dispensasi perkawinan di bawah umur di Pengadilan Agama Blitar: Studi kasus tahun 2008-2010

Shofiyah, Faridatus (2010) Fenomena pemberian dispensasi perkawinan di bawah umur di Pengadilan Agama Blitar: Studi kasus tahun 2008-2010. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
06210074_Pendahuluan.pdf

Download (304kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
06210074_Indonesia.pdf

Download (13kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
06210074_Inggris.pdf

Download (13kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
06210074_Arab.pdf

Download (37kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
06210074_Bab_1.pdf

Download (267kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
06210074_Bab_2.pdf

Download (420kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
06210074_Bab_3.pdf

Download (191kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
06210074_Bab_4.pdf

Download (375kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
06210074_Bab_5.pdf

Download (162kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
06210074_Daftar_Pustaka.pdf

Download (466kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Appendices)
06210074_Lampiran.pdf

Download (149kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Perkawinan di bawah umur, merupakan suatu fenomena yang terjadi pada masyarakat Indonesia. Hampir pada setiap lingkungan masyarakat memiliki potensi dan alasan tersendiri dalam mendorong tumbuhnya fenomena ini. Dari data yang dihimpun oleh Pengadilan Agama Blitar sudah cukup membuktikan. Misalnya pada tahun 2008, perkara permohonan izin dispensasi perkawinan di bawah umur yang masuk ke Pengadilan Agama yang rata-rata masih berumur 14 tahun mencapai 46 perkara, dan pada tahun 2009 meningkat menjadi 59 perkara, dan belum lagi perkara yang terjadi pada tahun 2010. Pada tahun 2010, data yang diperoleh hanya pada bulan Januari sampai dengan bulan Juni, dan itupun jika perkaranya dijumlah sudah mencapai 42 perkara permohonan dispensasi nikah, dan mayoritas perkara tersebut dikabulkan oleh Pengadilan Agama. Karena tidak ada aturan khusus mengenai pertimbangan hakim dalam memberikan penetapan permohonan dispensasi nikah, maka hakim dituntut untuk mempertimbangkan secara selektif sesuai dengan peraturan Perundang-undangan yang telah berlaku.

Dari pemaparan diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang hal- hal yang menyebabkan menjamurnya fenomena pemberian dispensasi nikah di Pengadilan Agama Blitar pada tahun 2008-2010.

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yang mana pendekatan kualitatif sebenarnya merupakan tata cara penelitian yang menghasilkan data deskriptif, yaitu apa yang dikatakan oleh responden secara tertulis atau lisan, dan perilaku nyata.

Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini dapat diketahui bahwa hal-hal yang menjadi fenomena pemberian dispensasi nikah pada tahun 2008-2010 adalah pergaulan bebas yang menyebabkan hamil di luar nikah, kekhawatiran orang tua yang berlebihan terhadap hubungan anaknya dengan lawan jenis, dan masalah perekonomian. Dari beberapa alasan ini, faktor yang lebih mempengaruhi lajunya perkara permohonan dispensasi perkawinan adalah hamil di luar nikah. Jika diprosentasekan perkara hamil di luar nikah hampir mencapai 99% sehingga hamil di luar nikah menjadi alasan utama untuk mengajukan izin dispensasi perkawinan di bawah umur. Maka dari itu tidak dapat dielakkan lagi jika perkara permohonan dispensasi nikah selalu mengalami peningkatan tiap tahunnya. Sehingga hakim dalam hal memberikan izin dispensasi nikah di bawah umur, harus berdasarkan pada pertimbangan-pertimbangan hukum, diantara pertimbangan tersebut adalah, telah memenuhi persyaratan administratif yang telah ditetapkan oleh Pengadilan Agama, tidak ada halangan untuk menikah, dewasa secara fisik, saling mencintai dan tidak ada unsur paksaan, sudah memiliki pekerjaan, dan hamil di luar nikah.

ENGLISH:

Underage marriages, is a phenomenon that occurs in Indonesian society. Almost in every society has the potential and its own reasons to encourage the growth of this phenomenon. From the data gathered by the religious court is sufficient to prove Blitar. For example, in 2008, the case of marriage license application for exemption under the age of entry into the Islamic Court which on average are aged 14 years was 46 cases, and in 2009 increased to 59 cases, and not to mention the cases that occurred in 2010. In 2010, the data obtained only from January until June, and that too if his case had reached 42 cases add up application for exemption of wedlock, and the majority of the case is granted by the Religious Courts. Because there are no specific rules regarding the consideration of the judge in giving the determination of application for exemption of wedlock, then the judge is required to consider selectively in accordance with the regulations legislation have been enacted.

From the above presentation of the writer interested in conducting research on the things that led to the mushrooming phenomenon of granting dispensations of marriage in Pengadian Religion Blitar in 2008-2010.

From the above presentation of the writer interested in conducting research on the things that led to the mushrooming phenomenon of granting dispensations of marriage in Pengadilan Religion Blitar in 2008-2010.

The results obtained from this study can be seen that the things that became a phenomenon of marital exemption in the year 2008-2010 is promiscuity that causes pregnant out of wedlock, the excessive concern of parents towards their children with the opposite sex relationships, and economic problems. From some reason, the factors that affect its speed over the matter of marriage application for exemption is pregnant out of wedlock. If the system will be the case pregnant out of wedlock nearly 99% so that pregnant out of wedlock to be the main reason to apply for permits under the old dispensation of marriage. Thus it is unavoidable if the case application for exemption of marriage always has increased each year. So the judge gave permission for exemption in terms of under-age marriage, should be based on legal considerations, among these considerations is, in compliance with administrative requirements established by the religious court, there is no impediment to marriage, mature physically, and not love each other no element of coercion, already have jobs, and pregnant out of wedlock.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Zuhriah, Erfaniah
Keywords: Perkawinan; dibawah umur; dispensasi; Keywords: Marriage; under age; dispensation
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012801 Pernikahan (Secara Umum)
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012821 Nikah Dini
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Heni Kurnia Ningsih
Date Deposited: 17 Aug 2015 01:43
Last Modified: 17 Aug 2015 01:43
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/1399

Actions (login required)

View Item View Item