Responsive Banner

Karakterisasi sensor QCM dengan pelapisan bahan aktif Methyltrioctylammonium chloride terhadap respon gelatin babi dan gelatin sapi

Fuada, Ismatul (2018) Karakterisasi sensor QCM dengan pelapisan bahan aktif Methyltrioctylammonium chloride terhadap respon gelatin babi dan gelatin sapi. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
14640021.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Sensor QCM (Quartz Crystal Microbalance) merupakan sensor yang telah berkembang di berbagai macam bidang ilmiah, seperti biosensor, penginderaan kimia, dan ilmu material. Sensor QCM dikembangkan sebagai sensor rasa (e-tongue) yang digunakan untuk mengetahui zat kimia yang tidak dapat diketahui oleh lidah manusia. Tujuan penelitian ini untuk menentukan karakterisasi sensor yang meliputi response time, deteksi limit, dan sensitivitas sensor. Sensor yang digunakan yaitu sensor QCM dengan elektroda perak murni dan sensor QCM dengan pelapisan membran Methyltriocthyl Ammonium Chloride. Metode yang digunakan untuk menganalisa data yaitu metode analisa regresi linier. Hasil response time sensor QCM dengan elektroda perak murni dan sensor QCM dengan pelapisan membran lebih cepat merespon gelatin babi daripada gelatin sapi dengan selisih waktu 1s. Deteksi limit sensor QCM dengan elektroda perak murni dan sensor QCM dengan pelapisan membran dapat mendeteksi sampel pada konsentrasi yang berbeda-beda. Sensor QCM dengan membran Methyltriocthyl Ammonium Chloride lebih sensitif pada sampel gelatin babi dengan nilai sensitivitas 642.7541 Hz/mM dari pada sampel gelatin sapi yang memiliki nilai sensitivitas 348.9432 Hz/mM. Hal ini dapat dikatakan bahwa sensor QCM lebih sensitif dalam mendeteksi sampel gelatin babi.

ENGLISH:

QCM (Quartz Crystal Microbalance) sensor is a sensor that developed in variouse scientific fields, such as biosensor, chemical sensing, and material science.QCM sensor was developed as taste sensor (e-tongue) that used to knowing chemicals can’t be known by the human tongue. This research aims to determine the sensor characterization that includes response time, limit detection, and sensor sensitivity. The sensor used is a QCM sensor with membrane coating Methyltriocthyl Ammonium Chloride. The analytical method used is a linear regression analysis method. The response time result of QCM sensor with membrane coating is porcine gelatin have a faster respond than bovine gelatin, the difference is 1s. Limit detection of QCM sensor with a pure silver electrode and QCM sensor with coating membrane can detect a sample eith different consentration. QCM sensor with Methyltriocthyl Ammonium Chloride on porcine gelatin is more sensitive than bovine gelatin. Sensitivity values of porcine gelatin is 642,7541 Hz/mM, while the sensitivity values of bovine gelatin is 348.9432 Hz/mM. Based on this research, it can be known that QCM sensor is more sensitive in detection the porcine gelatin sample.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Tazi, Imam and Syarifah, Umaiyatus
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDTazi, ImamUNSPECIFIED
UNSPECIFIEDSyarifah, UmaiyatusUNSPECIFIED
Keywords: sensor QCM; membran lipid; respond time; deteksi limit; sensitivitas; QCM sensor; lipid membrane; response time; limit detection; sensitivity
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Fisika
Depositing User: Arifah Fairuzia
Date Deposited: 26 Apr 2019 10:27
Last Modified: 10 May 2023 14:20
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/13875

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item