Responsive Banner

Penentuan resiko gempabumi berdasarkan pola percepatan getaran tanah maksimum dengan metode Atkinson Boore: Studi kasus Wilayah Jawa Barat

Zulfa, Indana (2018) Penentuan resiko gempabumi berdasarkan pola percepatan getaran tanah maksimum dengan metode Atkinson Boore: Studi kasus Wilayah Jawa Barat. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
14640017.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

INDONESIA:

Gempa Bumi merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia. Salah satu wilayah yang sering terjadi gempa bumi adalah Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai percepatan getaran tanah (PGA) maksimum di wilayah Jawa Barat berdasarkan data gempa bumi antara tahun 1997-Maret 2018 serta untuk menghasilkan pola peta percepatan getaran tanah maksimum untuk mengetahui letak daerah rawan kerusakan gempa bumi di wilayah Jawa Barat. Dari hasil anaisis menunjukkan bahwa nilai percepatan getaran tanah maksimum yang dihasilkan adalah 100-130 gal. Wilayah yang mempunyai nilai percepatan getaran tanah (PGA) tertinggi adalah wilayah Sukabumi, selanjutnya Bogor, Indramayu dan cirebon dengan nilai percepatan getaran tanah (PGA) sebesar 60-90 gal dan nilai percepatan getaran tanah (PGA) terkecil terdapat di wilayah Garut, Pangandaran dan Purwakarta dengan nilai percepatan getaran tanah (PGA) sebesar 10 gal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan informasi kepada Pemerintah dan masyarakat setempat dan dapat dijadikan bahan perbandingan serta dapat digunakan juga untuk keperluan perencanaan bangunan tahan gempa dan mampu dijadikan sebagai referensi dalam upaya mitigasi bencana gempa bumi di wilayah Jawa Barat agar dapat meminimalisir kerusakan dan korban jiwa yang ditimbulkan.

ENGLISH:

Earthquake is one of the frequent disasters in Indonesia. One area of frequent earthquake is the province of West Java. This study aims to determine the value of Maximum Land Vibration Acceleration in West Java earthquake based on the data between 1997-March 2018 as well as to produce a pattern of maximum land vibration acceleration map to see location of areas which are prone to earthquake damage. Analysis of the results showed that the maximum ground vibration acceleration value which is generated is 100-130 gal. Region having the highest value of ground vibration acceleration is region of Sukabumi. Hereinafter Bogor, Indramayu and Cirebon are with ground vibration acceleration value in 60-90 gal and the lowest value of ground vibration acceleration is found in Garut , Pangandaran and Purwakarta with ground vibration acceleration value on 10 gal. The result of this study is expected to be used as material of information to the Government and local communities obviously to be used as a material comparison and also for the purposes of planning earthquake resistant buildings. Being able to be used as a reference in earthquake disaster mitigation efforts of West Java in order to minimize damage and loss caused.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Basid, Abdul and Syarifah, Umaiyatus
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDBasid, AbdulUNSPECIFIED
UNSPECIFIEDSyarifah, UmaiyatusUNSPECIFIED
Keywords: gempa bumi; PGA (peak ground acceleration); Vs30; mitigasi; earthquake; mitigation
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Fisika
Depositing User: Arifah Fairuzia
Date Deposited: 26 Apr 2019 10:28
Last Modified: 26 Apr 2019 10:28
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/13866

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item