Responsive Banner

Kontekstualisasi teks teks pola relasi suami istri dalam kitab Uqud Al-Lujjain perspektif Fiqih sosial KH. Sahal Mahfudh

Hidayat, Muhammad Jumhur (2018) Kontekstualisasi teks teks pola relasi suami istri dalam kitab Uqud Al-Lujjain perspektif Fiqih sosial KH. Sahal Mahfudh. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
16781026.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

مستخلص البحث

واقع النمط الثقافي للعلاقة مازالت استبقى من الجدلى أو المهاترة في الأسرة المعيشية. الأزواج لم حصلت على السعادة والوفوائد من الزفاف فقط, بل العقبة و النزاع. بعض الأشياء يعرقل أنمط العلاقة مثالي هل متزوجين قاسية جداً الأزواج في قراءة المصادر الإسلام, لاسياما في كتاب عقود اللجين. كثير منا يتوقف عند دراسة النص سياقدون ال. لذا, كثيرا ما أن القراءة مثل هذا تؤدي إلى التحيز و معاملة التمييزى الى المرأة. بل وجد كثير في كتاب عقود اللجين النصوص التى نصي في الطبيعة يَتَعَكَّزُ عَلَى ذلك. فلذلك, الدقة في فهم النص لازم لإنشاء أنمط العلاقة العدالة دون إثقال واحد الى الآخر.

يهدف هذا البحث إلى توضيح النصوص أصفر بالمحتوى, من أجل القراء والمجتمع يمكن أن يفهم النص شاملا, كيف أنماط علاقة الزوج والزوجة في الكتاب عقود اللجين ما فيه متحيز جنس و تمييز. هذا يحتج أن يقوم, لأن كتاب عقود اللجين يتألف على السياق. إذن أن خطاب من هذا الكتاب, خاصة لمجتمع أن يعيش في زمن قديم و بضع سنوات بعده.

يستعمل هذا البحث هو بمنهج النوعية. ثم يجمع البيانات بطريقة الوثائق أو توثيق, من مصادر الرئيسي و الثنوي الذي ذو وثيق تلك البحث. إذن يستعمل هذا طريقة البحث بمنهج المعنوى يعنى المنهج تفكير العقلى, التدقيقى, التحليلى, منطقي, توجيه, تقدمي.

قد قام في دراسة هذا النص عن منتج هذا البحث بنظر فقه الاجتماعى هو أن الباحث يجد من تصور أوصول و فروع يكون النصوص الذي يقرأء بوجه آخر. ثم من حيث تصور السياقية, اليوم كثير من النصوص غير وثيق بأحوال الزمن خاصة أسباب النشأة النص حينما يتألف الكتاب, اختلف عن ِشأن الآن. الآخر من حيث تصور انتقل الى مذهب قولى الى مذهب منهجى لأن الدليل يتكون المرجع ليس القطعي. فهذا المذهب, النصوص ربما اعادة تفسيرها باعتبار السياق و المصلحة أو الفائدة اليوم.

ABSTRACT

The cultural reality of the pattern of relations in the household, still often leaves a polemic. A married couple not only often gets happiness and benefits of marriage, but also obstacles and disputes. Some things that often hinder the ideal pattern of relations that are usually done by married couples is too rigid (textualist) of a couple in reading the reference patterns of household relations in Islamic literature, especially in the book of Uqud al-lujjain. Many of us stop at the study of the text alone, without seeing the context. As a result, often this kind of reading creates bias and discriminatory treatment of women. Much more is found in the book of Uqud al-Lujjain, those texts textually have characteristics like that. Therefore, a wisdom in understanding the text is very necessary for the creation of a fair relationship pattern, without burdening one from the other.

This study aims to explain the text of the yellow book text contextually, so that readers and the public can understand the texts comprehensively how the pattern of husband and wife relations in the book of Uqud al-Lujjain that there is no more gender bias, and discrimination. It needs to be done because the book of Uqud al-Lujjain itself precisely is written based on the context. So that the target of the book, specifically is intended for people who lived at that time and maybe a few years later. This study employed a qualitative approach. Then the data was collected by documentation techniques, from primary literature, and secondary which still has relevance to research. While the analysis technique used the interpretative method, namely the method of rational thinking, critical thinking, also analytical, logical, directed, and constructive method

The results of the analysis employing the social fiqh perspective that has been carried out in this text study the researchers found that from the concepts of usul (basic) and furu (branch), the text which is considered to discredit women is a furu proposition. This means that the text is ijtihadi (debatable), and of course it still has room to read with different points of view. Then in terms of contextual concepts, today there are many texts that are less or not relevant to the conditions of the recent times. Moreover, the context of the beginning where the book was written, is much different from the current conditions. Finally, the concept is moving from the qauli perspective to the manhaji perspectivet, because the proposition of the argument used as the text reference is not a qathi (definite) argument, then with this current, the text can be reinterpreted with consideration of the current context and benefit.

ABSTRAK

Realitas budaya pola relasi dalam rumah tangga, masih sering menyisakan polemik. Pasangan suami istri tidak hanya kerap mendapatkan kebahagiaan dan manfaat pernikahan, tetapi juga rintangan dan perselisihan. Beberapa hal yang sering menghambat pola relasi yang ideal yang biasa dilakukan pasangan suami istri adalah terlalu kakunya (tekstualis) suatu pasangan dalam membaca refernsi pola relasi rumah tangga dalam litertur islam, khususnya kitab uqud al-lujjain. Banyak di antara kita yang berhenti pada kajian teks semata, tanpa melihat konteksnya. Akibatnya, seringkali pembacaan semacam ini menimbulkan bias, dan perlakuan diskriminatif terhadap perempuan. Terlebih banyak sekali ditemukan dalam kitab uqud al-lujjain, teks-teks yang secara tekstual bernada seperti demikian. Karenanya, kebijaksanaan dalam memahami teks tersebut sangat diperlukan demi terciptanya pola relasi yang berkeadilan, tanpa membebani satu dari yang lainnya.

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan teks teks kitab kuning secara kontekstual, agar pembaca dan masyarakat bisa memahami teks teks tersebut secara komperhensif bagaimana pola relasi suami istri dalam kitab uqud al-lujjain tersebut. Tidak ada lagi bias gender, dan diskriminasi. Hal ini perlu dilakukan karena kitab uqud al-lujjain sendiri dikarang berdasarkan konteksnya. Sehingga khitab dari kitab itu, secara spesifik memang diperuntukkan untuk masyarakat yang hidup saat itu dan mungkin beberapa tahun setelahnya.

Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif. Kemudian data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi, dari literatur-literatur primer, dan sekunder yang masih memiliki relevansi dengan penelitian. Sementara teknik analisis menggunakan metode interpretatif yakni metode berpikir rasional, kritis, analitis, logis, terarah, dan konstruktif. Hasil analisis dengan perspektif fiqh sosial yang telah dilakukan dalam kajian teks ini, peneliti menemukan bahwa dari konsep ushul dan furu, teks teks yang dinilai mendeskreditkan perempuan, adalah dalil yang bersifat furu. Artinya teks tersebut bersifat ijtihadi, dan tentunya masih memiliki ruang untuk dibaca dengan sudut pandang yang berbeda. Kemudian dari sisi konsep kontekstual, hari ini banyak teks teks yang sudah kurang atau tidak relevan dengan kondisi zaman. terlebih, konteks lahirnya teks pada saat kitab itu dikarang, jauh berbeda dengan kondisi sekarang. Terakhir, dari sisi konsep berpindah dari mazhab qauli ke mazhab manhaji, karena dalil dalil yang dijadikan rujukan teks bukanlah dalil qathi, maka dengan mazhab ini, teks teks bisa ditafsirkan ulang dengan pertimbangan konteks dan kemaslahatan saat ini.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Saiban, Kasuwi and Nasrulloh, Nasrulloh
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDSaiban, KasuwiUNSPECIFIED
UNSPECIFIEDNasrulloh, NasrullohUNSPECIFIED
Keywords: السياقية; الحقوق والواجبات; فقه الإجتماع; Contextualization; Rights and Obligations; Social Fiqh; Kontekstualisasi; Hak dan Kewajiban; Fiqh Sosial
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Mohammad Syahriel Ar
Date Deposited: 08 Apr 2019 09:18
Last Modified: 20 Mar 2023 11:20
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/13596

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item