Implikasi pemahaman perkawinan “dadung kepuntir” terhadap pola hubungan dalam keluarga: Studi pemahaman perkawinan “dadung kepuntir” masyarakat Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru Kota Malang

Anam, Syaiful (2011) Implikasi pemahaman perkawinan “dadung kepuntir” terhadap pola hubungan dalam keluarga: Studi pemahaman perkawinan “dadung kepuntir” masyarakat Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
07210080_Pendahuluan.pdf

Download (551kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
07210080_Indonesia.pdf

Download (73kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
07210080_Inggris.pdf

Download (107kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
07210080_Bab_1.pdf

Download (527kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
07210080_Bab_2.pdf

Download (527kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
07210080_Bab_3.pdf

Download (241kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
07210080_Bab_4.pdf

Download (358kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
07210080_Bab_5.pdf

Download (496kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 6)
07210080_Bab_6.pdf

Download (204kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
07210080_Daftar_Pustaka.pdf

Download (145kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Pada Penelitian ini, penulis mengambil judul “Implikasi Perkawinan Dadung Kepuntir Terhadap Status Dan Keutuhan Keluarga (Studi Pada Masyarakat Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru Kota Malang)”. Perkawinan Dadung Kepuntir adalah perkawinan yang dilakukan antar dua keluarga, yang mana kakak kawin dengan adik dan adik kawin dengan kakak.

Dalam penelitian ini, penulis ingin menjawab rumusan masalah, yaitu Bagaimana Pemahaman Masyarakat Tentang Perkawinan Dadung Kepuntir dan Terhadap Pola Hubungan Dalam Anggota Keluarga dan Bagaimana Efek Pemahaman Perkawinan Dadung Kepuntir Bagi Praktek Perkawinan Generasi Muda. Sedangkan obyek penelitiannya adalah pelaku perkawinan Dadung Kepuntir, masyarakat dan generasi muda.

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis. Penelitian ini tergolong penelitian lapangan, adapun sifatnya deskriptif.sedangkan dalam teknik pengumpulan data, penulis menggunakan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan mengolah data-data dari hasil penelitian yang dilakukan penulis.

Berdasarkan data yang diperoleh dari para masyarakat dan generasi muda. Perkawinan Dadung Kepuntir merupakan perkawinan yang dilakukan oleh dua keluarga, di mana kedua keluarga saling menikahkan antara adik dengan kakak dan kakak dengan adiknya. Sedangkan pertama kali yang mengistilahkan Dadung Kepuntir adalah nenek moyang dahulu dan terus menerus sampai saat ini. Jika perkawinan tersebut akan banyak efeknya dan menjadi gunjingan dan guneman orang lain serta tidak enak dalam kedua keluarga jika terjadi permasalahan. Sedangkan menurut generasi muda yang peneliti teliti perkawinan Dadung Kepuntir adakalanya mempengaruhi dalam perkawinannya dan adakalanya bukan merupakan permasalahan yang besar dalam memilih calon suami atau istri.

Dari hasil penelitian ini memperoleh kesimpulan, bahwa menurut masyarakat setempat jika terjadi perkawinan tersebut akan mempersulit status dalam susunan keluarga serta menjadi gunjingan dan guneman dalam masyarakat. Serta menurut kepercayaan orang-orang terdahulu, bagi orang yang melakukan perkawinan Dadung Kepuntir akan seret rizkinya, apes serta salah satu dari kedua keluarganya akan meninggal terlebih dahulu. Tetapi semua itu hanya kepercayaan orang-orang dahulu.

ENGLISH:

In this study, my research has title The Implication of Understanding “Dadung Kepuntir” Marriage toward Family Relationship Pattern (the Study of “Dadung Kepuntir” Commited by Some Jatimulyo societies of Lowokwaru Subdistrict of Malang District). “Dadung Kepuntir” is a marriage conducted between two family, a brother who got married with his sister or conversely.

In line with the problem stated above, this study intends to answer the research question “how the societies of Jatimulya understand “Dadung Kepuntir” marriage toward family relationship pattern and how it influences for young generation marriage. The object of this study is the people who committed the marriage, both young and older generations.

In addition, I employed phenomena qualitative, which could be categorized as field research intended to describe the phenomena. In the data analysis, the researcher does several steps: interview, observation, and documentation. The data of this research is then analyzed by my self as the main researcher which utilizing some theories.

Based on the data acquired from the research field, I need to underline that “Dadung Kepuntir” is the marriage done by two families, in which they married their brothers and sisters mutually. In fact, the term “Dadung Kepuntir” derived from the old local generation and kept existed up to now. On the other hand, this marriage has some effects: such a big gossip, susceptibly creating unpredictable
conflicts. The young generations, however, take for granted this marriage and they sometimes, more or less, feel inconvenience with the marriage.

From the analysis, I would like to draw conclusions that based on the local people views, this marriage will have some difficulties in determining family status and so will the family composition. Furthermore, it will be big gossip among neighbourhood. According to the belief coming up from old people, moreover, the ones who committed the marriage would be hard in term of materials and wealth, often experiencing unlucky life, and one of the families would pass a way soon.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Roibin, Roibin
Keywords: Perkawinan; Dadung Kepuntir; Status Keluarga; Marriage; Understanding; Family Relationship
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012801 Pernikahan (Secara Umum)
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012829 Islamic Family Issues & Local Tradition
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Ratih Novitasari
Date Deposited: 17 Aug 2015 04:49
Last Modified: 17 Aug 2015 04:49
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/1357

Actions (login required)

View Item View Item