Darmawan, Dzikry (2018) Praktek jasa kuli pengangkut barang (Porter) perspektif Ijarah: Studi di Terminal Purabaya Surabaya. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
![]() |
Text (Fulltext)
14220112.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (3MB) |
Abstract
مستخلص البحث
أجراء حملة البضائع في محطة بورابايا في سورابايا هم الأجراء الذين يساعدون الناس على حمل بضائعهم ونقلها إلى الحوافل. ومن الأخبار الشائعة بين الناس أن منهم من لا يبين للناس العقد الجاري بينهم ولا كيفية الإجارة والمبلغ الذي يدفع لأجلها. فيسبب كثيرا من الغرر والظلم فنفى الارتياح من قلوب الناس. وهذا لا يوافق القواعد الفقهية في باب الإجارة. لذلك بحيث يمكن أن يكون تأثير غير واضح وغير مريح وغير عادل على الركاب.
والمسائل التي أردنا بحثها في هذا الكلام تدور حول أمرين 1 كيفية الإجارة التي تجريها حملة البضائع 2 نظر فقه المعاملة لهذه الإجارة
وهذا البحث من ضمن البحوث عن الوقائع في المجتمع، والطريقة التي تسير عليها الباحث هي طريقة النظر إلى حياة الناس الإجتماعية. يجمع معظم البيانات الرئيسية من الذين لهم علاقة مباشرة لهذه المسألة. وتكون الملفات والصور المتعلقة لهذه المسألة بيانات ثانوية.
استخرج من هذا البحث عدة نتائج .1 :أن العقد الذي يجريها حملة البضائع هو عقد المساومة, أن الواقع، وجد بعض حملة البضائع الذين لا يحدد ويبين ثمن الإجارة في أول الأمر وبعضهم يطلبون المزيد من الثمن المحدد وبعضهم يجبرون الناس على التأجير. 2. أن هذا العقد، نظرا للقواعد الفقهية في باب المعاملة، قد اشتمل على شروط وأركان الإجارة الصحيحة، إلا أن بعض الأجراء خالفوها بوجود الغرر والإجبار.
ABSTRACT
porters at Surabaya Purabaya Terminal or service attendant are people whose duty is to help consumers or bus passengers, who usually work in the bus luggage. But word spread that in practice there were some unscrupulous porters who did not explain clearly to the bus passengers how to pay to use the porter's services. This is not appropriate with the rules of muamalah fiqh which is regulated in the wages chapter. So that this can cause the effects of obscurity, inconvenience and injustice to passengers.
The problem formulations taken in this study are 1) How the practice of wages of porters in surabaya purabaya Terminal is, 2) How the view of muamalah fiqh towards the wages of porters in the Surabaya Purabaya Terminal.
This research is included in the type of empirical juridical research (field research). The approach used by the writer in this study is Qualitative Sociology. Most of the primary data is collected from direct relationships with informants related to the field of direct or indirect study. The literature and documentation on related issues are used as secondary data sources.
Based on the results of the study, there are several conclusions, namely 1) the contract carried out by the porters at Purabaya Surabaya Terminal using a bargaining system. Officers offer their services to passengers, then the bargaining process takes place to determine wages. However, in practice, there are some unscrupulous porters who do not set their wages according to the initial agreement and there are individual porters who force passengers to use their services. 2) According to muamalah fiqh view, the practice of wages carried out by porters at Purabaya Terminal in Surabaya has been appropriate with the pillars and conditions of ijarah, but there are some porters who according to muamalah fiqh are illegal, because of coercion and unclear wages.
ABSTRAK
Kuli pengangkut barang (porter) di Terminal Purabaya Surabaya merupakan seorang kuli angkut atau pelayan jasa yang bertugas membantu konsumen atau penumpang bis yang biasanya bertugas di bagasi bis. Namun tersiar kabar bahwa dalam prakteknya ada beberapa oknum porter yang suka memaksa atau tidak menjelaskan secara jelas kepada penumpang bis bagaimana cara pengupahan untuk menggunakan jasa porter tersebut. Hal ini tidak sesuai dengan kaidah-kaidah fiqih muamalah yaitu diatur dalam bab ijarah. Sehingga hal ini dapat menimbulkan efek ketidakjelasan, ketidaknyamanan dan ketidakadilan terhadap penumpang.
Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini yaitu 1) Bagaimana praktek jasa kuli pengangkut barang (porter) di Terminal Purabaya Surabaya, 2) Bagaimana pandangan ijarah terhadap prakek jasa kuli pengangkut barang (porter) di Terminal Purabaya Surabaya.
Penelitihan ini termasuk dalam jenis penelitihan yuridis empiris (field research). Pendekatan yang digunakan penulis pada penelitian ini yaitu Sosiologis Kualitatif. Sebagian besar dari data primer dikumpulkan dari hubungan langsung dengan informan yang terkait dengan bidang kajian langsung maupun tidak langsung. Literatur dan dokumentasi tentang persoalan yang terkait digunakan sebagai sumber data sekunder.
Berdasarkan hasil penelitian terdapat beberapa kesimpulan yaitu 1) Akad yang dilakukan oleh porter di Terminal Purabaya Surabaya menggunakan sistem tawar-menawar. Petugas menawarkan jasanya kepada penumpang, setelah itu terjadi proses tawar-menawar untuk menentukan upah. Akan tetapi dalam prakteknya, terdapat beberapa oknum petugas kuli angkut barang yang tidak menetapkan upahnya sesuai diperjanjian awal dan ada oknum porter yang memaksa penumpang untuk menggunakan jasanya. 2) Menurut pandangan fiqih muamalah dalam hal ini ijarah, praktek ijarah yang dilakukan oleh porter di Terminal Purabaya Surabaya sudah sesuai dengan rukun dan syarat ijarah, akan tetapi ada beberapa oknum porter yang menurut pandangan fiqih muamalah tidak sah, karena adanya pemaksaan dan ketidakjelasan upah.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Supervisor: | Hamdan, Ali | ||||||
Contributors: |
|
||||||
Keywords: | الإجارة; أجراء حملة البضائع; فقه المعاملة; porters; wages (ijarah); muamalah fiqh; Kuli Pengangkut Barang (Porter); Ijarah; Fiqih Muamalah | ||||||
Departement: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah | ||||||
Depositing User: | Mohammad Syahriel Ar | ||||||
Date Deposited: | 25 Mar 2019 15:57 | ||||||
Last Modified: | 25 Mar 2019 15:57 | ||||||
URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/13484 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |