Responsive Banner

Pembagian Harta Warisan dengan wasiat perspektif teori Hukum Progresif Satjipto Rahardjo: Studi di Desa Tepas Kecamatan Brang Rea Kabupaten Sumbawa Barat

Kalaloma, Usisia (2018) Pembagian Harta Warisan dengan wasiat perspektif teori Hukum Progresif Satjipto Rahardjo: Studi di Desa Tepas Kecamatan Brang Rea Kabupaten Sumbawa Barat. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
16780017.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

مستخلص البحث

تقسيم الميراث لمجتمع قرية تيفاس لمحافظة برانج ريا ينقسم إلى ثلاث طرائق أساسا، فهي: أولا، التقسيم بعد وفاة الوالدين. ثانياً ، التقسيم بهبة الوصية. ثالثًا ، التقسيم بالوصية. في الممارسة العملية، كثير من الآباء / الموصي في حياته ينقسمون الميراث أولا بهبة الوصية والوصية لجميع أبنائهم. تقسيم الميراث بهذه الطريقة لأنها التي تنقسم بعد وفاة الوالدين لا تمكن الوثوق بها بالمجتمع، وبالنظر إلى الانقسام في هذه الطريقة سوف يحدث المحتمل للنزاع بين الوريث. مثل الاستيلاء على موقف / موقع الممتلكات ، وكذلك عن حيازة الممتلكات لوريثة معينة.

اهداف البحث، لتحديد ممارسة فى تقسيم الميراث مع الوصية في قرية تيفاس لمحافظة برانج ريا سومباوا نوسا تنغارا برات، ومعرفة النظرية القانون التقدمي ساجيفتو راهاردجو على ممارسة فى تقسيم الميراث مع الوصية في قرية تيفاس لمحافظة برانج ريا سومباوا نوسا تنغارا برات

هذا النوع البحث هو بحث تجريبي بنهج نوعي. مصدر البيانات هو مصدر البيانات الأساسية والبيانات الثانوية. الطرائق فى جمع البيانات هي عن طريق المقابلة والوثائق. الطرائق فى معالجة البيانات هي الفحص مرة اخرى والتصنيف والتحقق من صحة البيانات والتحليل والاستنتاجات.

هناك نوعان من نتائج البحث، أولا، يستخدم تقسيم الميراث بطريقة أسرتية، مع المراحل التالية: أ) تجميع جميع أفراد الأسرة. ب) تقديم أهداف الجمعية (تقسيم الميراث مع وصية) وتحديد الجزء. ج) تطليب الآراء من الوريثات المحتملين (بشأن الأجزاء المحددة مسبقاً). د) الاتفاق. مجتمع قرية تيفاس ينقسم الميراث مع الوصية في تجنب الصراعات أو الاستيلاء على الميراث بين الوريثات والسيطرة على الميراث قبل ورثة عندما توفي أحد الوالدين. ثانيا، تقسيم وإنشاء الممتلكات التي ستكون الميراث بالوصية على الوريثات المحتملين وفقا لخصائص القانون التدريجي، فهي: القانون هو للبشر ويرفض الإبقاء على الوضع الراهن في ممارسة القانون. يمكن أن ينظر إلى التحول من تحديد وتقسيم الميراث بعد وفاة والديه لتقسيم وتحديد الممتلكات بهبة الوصية اووصية للمجتمع بحماية حقوق الوريث المحتمل

ABSTRACT

The heritage distribution for the community of Tepas Village of Brang Rea Subdistrict is basically divided into three ways of distribution: First, The distribution is done after the parents died. Second, the distribution is done with a grant of Testament. Third, the distribution is done by a Testament. Practically, many parents / heirs during the lifetime had divided first the inheritance by way of testament grants and testaments to all children. The inheritance distribution in this way is done because it is not reliable anymore after the parent's death by the community, since the distribution in this way will likely be a dispute between the heirs. Such as the seizure of the position / location of property and also the possession of property by certain heirs.

The purposes of the research are to know the of inheritance distribution practices with the Testament at Tepas Village, Brang Rea Subdistrict, West Sumbawa Regency, NTB. and to Know Progressive Law view of Satjipto Rahardjo on the inheritance distribution practices with testament at Tepas Village, Brang Rea Subdistrict, West Sumbawa Regency, NTB.

The research type is empirical research with qualitative approach. The data sources are primary data source and secondary data. Methods of data collection used interview, documentation. Methods of data processing are re-examination, categorization, checking the validity of data, analysis, and conclusions.

The research concluded two conclusions: First, the distribution of inheritance with testament is practiced because the determination and distribution of inheritance after the parents have passed away can no longer be trusted, because of the possibility of disputes between the heirs. The distribution of inheritance with testament is based on several reasons: Parents personal experience, seeing the surroundings, and the testament from their parents. Second, the distribution and assignment of property which will be inherited by a Testament to the prospective heirs is in accordance with the characteristics of progressive law, namely: the law is for man and refuses to maintain the status quo in doing law. This can be seen from the shift from the determination and distribution of inheritance which after the parents passed to the distribution and determination of property with grants of testaments and testaments by the community to protect the rights of prospective heirs

ABSTRAK

Pembagian warisan masyarakat Desa Tepas Kecamatan Brang Rea pada dasarnya dibagi menjadi tiga cara pembagian, yaitu: Pertama, Pembagian dilakukan setelah orang tua meninggal dunia. Kedua, Pembagian dilakukan dengan hibah wasiat. Ketiga, Pembagian dilakukan dengan wasiat. Di dalam prakteknya banyak orang tua/ pewaris semasa hidupnya sudah terlebih dahulu membagi warisan dengan cara hibah wasiat dan wasiat kepada semua anak-anaknya. Pembagian harta warisan dengan cara tersebut dilakukan karena pembagian harta warisan yang dilakukan setelah orang tua meninggal dunia oleh masyarakat sudah tidak dapat dipercaya lagi, mengingat pembagian dengan cara seperti ini akan besar kemungkinan terjadinya persengketaan antara para ahli waris. Seperti adanya perebutan posisi/ letak harta dan juga dimungkinkan adanya penguasaan harta oleh ahli waris tertentu.

Tujuan penelitian ini, Untuk menjabarkan alasan masyarakat Desa Tepas Kecamatan Brang Rea Kabupaten Sumbawa Barat NTB mempraktikkan pembagian warisan dengan wasiat, dan menganalisis tinjauan Hukum Progresif Satjipto Rahardjo terhadap pratik pembagian warisan dengan wasiat di Desa Tepas Kecamatan Brang Rea Kabupaten Sumbawa Barat NTB.

Jenis penelitian ini yaitu penelitian empiris dengan pendekatan kualitatif. Adapun sumber datanya adalah sumber data primer dan data skunder. Metode pengumpulan data dengan wawancara, dokumentasi. Metode pengolahan data adalah pemeriksaan ulang, kategorisasi, mengecek keabsahan data, analisi, dan kesimpulan.

Penelitian ini terdapat dua kesimpulan Pertama, Pembagian warisan dengan wasiat dilakukan karena penentuan dan pembagian harta warisan setelah orang tua meninggal dunia oleh masyarakat sudah tidak dapat dipercaya lagi, karena besar kemungkinan terjadinya persengketaan antara para ahli waris. Seperti adanya perebutan posisi/ letak harta dan juga dimungkinkan adanya penguasaan harta oleh ahli waris tertentu. Pembagian harta warisan dengan wasiat juga berdasarkan beberapa hal, seperti: pengalaman pribadi dari orang tua, Melihat keadaan sekitar/ sekeliling, dan pesan dari orang tua. Kedua, Pembagian dan penetapan harta yang akan menjadi harta warisan dengan wasiat kepada calon ahli waris sudah sesuai dengan karakteristik hukum progresif yaitu: hukum adalah untuk manusia dan menolak untuk mempertahankan status quo dalam berhukum. Hal ini dapat dilihat dari adanya pergeseran dari penentuan dan pembagian harta warisan yang setelah orang tua meninggal dunia kepada Pembagian dan penetapan harta dengan wasiat oleh masyarakat dengan tujuan melindungi hak-hak calon ahli waris.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Mahmudi, Zaenul and Hamdan, Ali
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDMahmudi, ZaenulUNSPECIFIED
UNSPECIFIEDHamdan, AliUNSPECIFIED
Keywords: التراث; الوصية; القانون التقدمي; Heritage; Testament; Progressive Law; Warisan; Wasiat; Hukum Progresif
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Mohammad Syahriel Ar
Date Deposited: 19 Mar 2019 15:27
Last Modified: 19 Mar 2019 15:27
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/13456

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item