Responsive Banner

Ketentuan Kompilasi Hukum Islam (KHI) tentang pembagian harta bersama pasca perceraian perspektif hukum progresif Satjipto Rahardjo

Luthfi, Muhammad (2018) Ketentuan Kompilasi Hukum Islam (KHI) tentang pembagian harta bersama pasca perceraian perspektif hukum progresif Satjipto Rahardjo. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
14781011.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview

Abstract

مستخلص البحث

تنص المادة 97 من INPRES رقم 1 لعام 1991 (KHI) على أن الممتلكات الزوجية بعد الطلاق توزع بنصيب متساو بين الزوج والزوجة. وهذا يختلف عن المادة 37 من القانون رقم 1 لعام 1974 (الزواج) الذي تنص على أن التوزيع ليس دائما متساويا طالما أنه يوفر العدالة للأزواج والزوجات المطلقين. وفي هذا الصدد، جري الباحث دراسات في القوانين والسياسات المتعلقة بمجموعة الأحكام الشريعة الإسلامية مع التركيز على النحو التالي: (1) ما هي المقارنة بين توزيع الملكية الزوجية بعد الطلاق وفقا لـ KUH Perdata (Burgerlijk Wetboek) والقانون العرفي ، وتأثيرها على أحكام الملكية الزوجية بعد الطلاق في KHI؟ (2) كيف هو المادة 97 INPRES رقم 1 لعام 1991 (KHI) في منظور القانون التقدمي؟

هذا البحث جزء من الدراسات المعيارية القانونية. ويستخدم المنهج النظامي و النهج المقارن و النهج المفاهيمي فيما يتعلق بتوفير توزيعات الملكية الزوجية بعد الطلاق في KHI. البيانات التي تجمع من المراجع المختلفة بطريقة الوثائق؛ ثم حللها بشكل وصفي ونوعي.

تظهر النتيجة ما يلي: (1) المقارنة بين توزيع الملكية الزوجية بعد الطلاق وفقا لـ KUH Perdata والقانون العرفي توفر أوجه التشابه والاختلاف. يمكن ملاحظة التأثير على توزيع الملكية الزوجية بعد الطلاق في KHI في جوانب النوع والموضوع وطريقة التوزيع. (2) توفير المادة 97 من INPRES رقم 1 لعام 1991 (KHI) في منظور القانون التقدمي. لا يمكن النظر إلى تطبيق المادة بصورة معيارية فقط، ويجب أن يطبق بضمير حي فيما يتعلق بالمساواة في الحقوق والواجبات والمسؤوليات الخاصة بالزوج والزوجة أثناء الزواج. إذا لم تكن كذلك، فهناك إمكانية في توزيع الملكية الزوجية بشكل مختلف، لأن طبيعة اللائحة هي regelend و annvullend، لذلك من الممكن أن يتم rule breaking ، واتخاذ القرار السعيد للمطلقين.

ABSTRACT

Article 97 INPRES No. 1 of 1991 (KHI) stated that matrimonial property after divorce are distributed with equal portion between husband and wife. This is different from Article 37 of Law No. 1 of 1974 (Marriage) that stated the distribution is not always equal as long as it provides justice for divorced husbands and wives. In this regard, researcher conducts studies in laws and policies related to KHI with a research focus as follows: 1) What is the comparison of the matrimonial property distribution after the divorce according to the KUH Perdata (Burgerlijk Wetboek) and customary law, and their influence on the provisions of the matrimonial property after the divorce in KHI?; and 2) How is the Article 97 INPRES No. 1 of 1991 (KHI) in the perspective of progressive law?

This research is part of juridical-normative studies; it uses statute approach, comparative approach, conceptual approach relating to the provision of marital-assets distributions after divorce in KHI. The data compiled from various references by documentation; then it analyzed descriptively and qualitatively.

The result provides 1. The comparison of matrimonial property distribution after divorce according to Civil Code and Customary law provide the similarities and differences. The effect on the distribution of matrimonial property after divorce in KHI can be seen in the aspects of type, object and method of distribution. 2. Provision of Article 97 INPRES No. 1 of 1991 (KHI) in the perspective of progressive law. The application of the article can not be seen only normatively, it should applied with conscientious concerning the equal of rights, obligations and responsibilities of husband and wife during marriage. If they’re not, there is possibility in distributing matrimonial property differently, because the nature of the regulation is regelend and annvullend, so it is possible to do rule breaking in law, to make a happy decision.

ABSTRAK

Pasal 97 INPRES No. 1 Tahun 1991 tentang KHI, membagi harta bersama pasca perceraian dengan porsi sama rata antara suami dan isteri, hal ini berbeda dengan aturan Pasal 37 UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, KUH Perdata, dan hukum adat, namun tidak selamanya pembagian yang sama rata tersebut memberikan aspek keadilan yang membahagiakan bagi suami dan isteri yang bercerai, berkeanaan dengan hal itu peneliti melakukan kajian dalam perspektif hukum progresif terkait aturan pembagian harta bersama pasca perceraian dalam KHI dengan fokus penelitian 1. Bagaimana perbandingan pembagian harta bersama pasca perceraian menurut ketentuan KUH Perdata (Burgerlijk Wetboek) dan hukum adat serta pengaruhnya bagi ketentuan pembagian harta besama pasca perceraian dalam KHI ? dan 2. Bagaimana ketentuan Pasal 97 INPRES No. 1 Tahun 1991 tentang KHI dalam perspektif hukum progresif ?.

Penelitian ini merupakan penelitian yuridis-normatif, menggunakan statute approach, comparative approach, dan pendekatan konseptual berkaitan dengan ketentuan pembagian harta bersama pasca perceraian dalam KHI, data penelitian dari berbagai referansi dikumpulkan dengan metode dokumentasi, dan dianalisa secara diskriptif-kualitatif.

Hasil penelitian memaparkan 1. Perbandingan pembagian harta bersama pasca perceraian menurut KUH Perdata dan hukum adat melahirkan persamaan dan perbedaan di antara 2 aturan tersebut, pengaruhnya bagi pembagian harta bersama pasca perceraian dalam KHI dapat dilihat dari aspek jenis harta yang dibagikan, aspek objek harta bersama, dan aspek cara pembagian, 2. Ketentuan Pasal 97 INPRES No. 1 Tahun 1991 tentang KHI dalam perspektif hukum progresif, penerapan pasalnya tidak bisa dilihat secara normatif semata, pasal tersebut harus bernurani, dengan memperhatikan hak, kewajiban, dan tanggung jawab suami isteri selama berkeluarga, jika sebaliknya maka dimungkinkan cara lain dalam proses pembagian harta bersama, karena sifat pasalnya regelend dan annvullend, sehingga dimungkinkan melakukan rule breaking dalam berhukum, untuk terwujudnya putusan yang membahagiakan.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Suwandi, Suwandi and Mahmudi, Zaenul
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDSuwandi, SuwandiUNSPECIFIED
UNSPECIFIEDMahmudi, ZaenulUNSPECIFIED
Keywords: الملكية الزوجية; الطلاق; القانون التقدمي; الحكم; Provision; KHI; Matrimonial Property; Divorce; Progressive Law; Ketentuan; KHI; Harta Bersama; Perceraian; Hukum Progresif
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Mohammad Syahriel Ar
Date Deposited: 14 Mar 2019 15:26
Last Modified: 14 Mar 2019 15:26
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/13380

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item