Pembagian harta bersama pasangan nikah siri yang bercerai: Studi kasus di Desa Bluru Kidul, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur

Fauziah, Lilik (2011) Pembagian harta bersama pasangan nikah siri yang bercerai: Studi kasus di Desa Bluru Kidul, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

[img]
Preview
Text (Introduction)
07210050_Pendahuluan.pdf

Download (831kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
07210050_Indonesia.pdf

Download (144kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
07210050_Inggris.pdf

Download (58kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
07210050_Arab.pdf

Download (213kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
07210050_Bab_1.pdf

Download (518kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
07210050_Bab_2.pdf

Download (553kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
07210050_Bab_3.pdf

Download (332kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
07210050_Bab_4.pdf

Download (462kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
07210050_Bab_5.pdf

Download (351kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
07210050_Daftar_Pustaka.pdf

Download (205kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Menurut hukum Islam, suatu pernikahan yang sah adalah pernikahan yang dilakukan sesuai dengan syariat agama Islam, memenuhi ketentuan rukun dan syarat-syarat yang diatur sesuai Al Qur’an dan Hadits. Nikah siri merupakan pernikahan yang dilaksanakan sesuai dengan syarat rukun nikah dalam Islam, tetapi tidak dicatatkan di Kantor Urusan Agama (KUA) atau oleh Petugas Pencatat Nikah (PPN). Dari sisi hukum islam, nikah siri ini tidak mengakibatkan pernikahan itu batal atau tidak sah, tetapi dari hukum positif nikah ini dianggap tidak melalui prosedur yang sah, karena tidak mencatatkan pernikahannya sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 2.

Dalam penelitian ini, peneliti berusaha untuk memecahkan masalah yang ada dalam rumusan masalah yaitu pelaksanaan pembagian harta bersama pasangan nikah siri yang bercerai dan kendala- kendala dalam pembagian harta bersama yang menggambarkan keadaan atau fenomena yang ada dan menganalisa data-data yang diperoleh dengan memisahkannya menurut kategori dalam bentuk kata-kata atau kalimat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dalam pelaksanaan pembagian harta bersama dan kendala-kendala dalam pembagiannya.

Dalam jenis penelitian yang digunakan kualitatif dan dari segi sifatnya penelitian ini bersifat deskriptif yaitu analisis yang mengambarkan atau melukiskan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diteliti. Dalam pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: wawancara dan dokumentasi, sedangkan metode pengolahan data melalui beberapa tahap hingga menghasilkan data yang akurat, yaitu: editing, classifiying, verifying, analyzing.

Permasalahan dari pernikahan siri dalam skripsi ini adalah pelaksanaan dalam pembagian terhadap harta bersama dalam pernikahan. Membahas pelaksanaan dan kendala terhadap harta bersama dalam pernikahan menurut hukum Islam, khususnya dalam hal terjadi perceraian. Perceraian dalam pernikahan siri akan menimbulkan banyak masalah karena pernikahannya tidak tercatat secara hukum negara. Jadi akan mengalami kesulitan mengenai perceraian dan pembagian harta bersama. Dalam hal pernikahan dilakukan secara siri, maka adanya harta bersama dalam pernikahan diatur menurut hukum Islam, yang mengenal adanya harta bawaan suami atau istri dan harta benda yang diperoleh selama pernikahan berlangsung. Dalam suatu pernikahan dimana kedua suami dan istri sama-sama bekerja, maka keduanya memiliki hak terhadap harta benda yang diperoleh tersebut.

ENGLISH:

According to islamic law, a legitimate nuptials is nuptials that is done corresponds to syariat islam, rule pock on good terms and ruled requisite appropriate Al Qur’an and Hadist. Marry siri constitute executed nuptials appropriate by condition of on good terms gets married deep islamic, but don't dicatatkan at Religion Business Office (KUA) or by Marker Officer Gets Married (VAT). Of islamic law flank, marry siri this not beget that nuptials null or illegitimate, but of jurisdictional positive gets married it is reputed not through legitimate procedure, since don't mencatatkan its nuptials correspond to marriage Law rule Number 1 Year 1974 Sections 2.

In this research, researcher tries to solve aught problem in problem formula which is community property division performing couple gets married siri that separate and constraints in division community property which figure situation or aught phenomenon and analyses acquired data with comes to pieces it is terminological category in shaped word or sentence. To the effect this research to know deep performing division community property and constraints in its division.

In observational type that utilized by kualitatif and of its character facet observational this gets descriptive character which is analisis what does mengambarkan or depicting systematically, factual, and accurate about fact, characters and relationships among phenomenon that is analyzed. In data collecting that is utilized in this research which is: interview and documentation, meanwhile data processing method via severally phase until results accurate data, which is: editing, classifiying, verifying, analyzing in analyzing utilizes to methodic triangulangsi, concluding.

About problem of siri's nuptials in this paper is division deep performing to community property in nuptials. Working through performing and constraint to community property in islamics law terminological nuptials, notably in term separate happening. Separate in nuptials siri will evoke a lot of problem since its nuptials doesn't be noted passes a law state. So will struck a snag to hit separate and division community property. In term nuptials done by siri's ala, therefore marks sense community property in nuptials ruledding to terminological islamic law, one that knows to mark sense husband deliverance asset or wife and acquired object asset up to nuptials happens. In a nuptials where husband second and same wife works, therefore both have rights to acquired object asset that.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Fadil, Fadil
Keywords: Harta Bersama; Nikah Siri; Community property; Marry Siri
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012825 Kesepakatan Pranikah (Prenuptial Agreement)
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Illiyati Tsani Nivia
Date Deposited: 11 Aug 2015 09:20
Last Modified: 11 Aug 2015 09:20
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/1318

Actions (login required)

View Item View Item