Responsive Banner

Implikasi pelatihan kerja bagi masyarakat usia produktif untuk pemberdayaan ekonomi perspektif ekonomi Islam: Studi kasus di unit pelaksana teknis pelatihan kerja Ponorogo

Mansur, Andilala (2018) Implikasi pelatihan kerja bagi masyarakat usia produktif untuk pemberdayaan ekonomi perspektif ekonomi Islam: Studi kasus di unit pelaksana teknis pelatihan kerja Ponorogo. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
16801009.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

مستخلص البحث

ريجنسي فونوروغو لديها وحدة تنفيذية للتدريب المهني للتدريب فونوروغو. مع وحدة التنفيذ الفني للتدريب الوظيفي فونوروغو ، من المتوقع أن يكون عمرك الإنتاجي في ريجنسي فونوروغو لديهم وظيفة لأن لديهم بالفعل المهارات / الخبرات للعمل بعد حضور التدريب. ولكن في الواقع ، انخفض معدل مشاركة القوى العاملة في مجتمع العمر الإنتاجي في بونوروغو في السنوات السابقة من المتوسطات السابقة وأصبحوا عاطلين عن العمل وأصبحوا وظائف غريبة

تهدف هذه الدراسة إلى تحليل نظام تنفيذ التدريب الوظيفي ، وتحليل وانتقاد الآثار المترتبة على تدريب العمل في المجتمع المنتج ، وتوفير حلول لتحقيق تدريب وظيفي اقتصادي فعال وكفء لسكان الإنتاج في وحدة التدريب التقني للتدريب على العمل. استخدمت هذه الدراسة نهجًا نوعيًا مع تصميم نوع الدراسة على النظام الأكاديمي. يتم جمع البيانات باستخدام المقابلات المتعمقة والملاحظات والوثائق. تتضمن تقنيات تحليل البيانات تقليل البيانات وعرض البيانات والاستنتاجات والتحقق. يتم التحقق من صحة البيانات عن طريق توسيع المشاركة ، والعثور على دورة تشابه البيانات ، ومثابرة الملاحظة ، والتثليث ، والتحقق من المناقشة ، وكفاية المراجع والأوصاف التفصيلية. كان المخبرين البحوث رئيس شعبة فرعية من الوحدة الفنية للتدريب على العمل فونوروغو ، منسق مجموعة المعلم ، ومدرب التدريب الوظيفي ، وطلاب مجتمع خريجي عمر الإنتاج والتدريب على التدريب المهني وحدة العمل فونوروغو

نتائج الدراسة تشير إلى ما يلي 1) نظام إجراء التدريب الوظيفي في وحدة التنفيذ التقني للتكوين الوظيفي فونوروغو في مرحلة الاختبار مع الاختبارات والمقابلات مع المواد التي تم إعدادها بواسطة وحدة التنفيذ التقني لورشة التدريب فونوروغو ، عندما تكون المواد المستخدمة متفقة مع النوع المهني مع 20٪ ممارسة 80٪ يتم تسليمها من قبل المدربين المختصين في مجالهم وفي نهاية التدريب ، يتم إجراء اختبار الكفاءة من قبل الهيئة الوطنية لإصدار الشهادات المهنية 2) وتشمل تداعيات التدريب الوظيفي الطلاب الخريجين الذين يعرفون المراحل في العمل ، وزيادة المعرفة ، والبصيرة ، والمهارات والقدرة على ممارسة ما تم تدريسه من قبل المدرب. لكنها لم تتمكن من تطبيقها في عالم العمل بسبب الفترة القصيرة من التدريب على العمل ، وغياب المساعدة والمساعدات الرأسمالية. موقف الطلاب الذين ليسوا جيدين ، والنوايا من بداية الخطأ هي أيضا السبب 3) يمكن تحقيق التدريب الوظيفي لمجتمعات العمر الإنتاجي من أجل التمكين الاقتصادي في وحدة التنفيذ التقني للتدريب على العمل فونوروغو بفعالية وكفاءة إذا حصل الطلاب بعد التدريب على تدريب الخريجين على مساعدة مباشرة في رأس المال والمساعدة. يمكن أن يقال إن الخريجين من طلاب التدريب على الوظائف ناجحين عندما يكون هناك في حد ذاته تامكين (مفوض) يشمل فئتين هما المواد وغير المادية

ABSTRACT

Ponorogo Regency has a Ponorogo Job Training Technical Implementation Unit (UPT). With the existence of the UPT Ponorogo Job Training, it is expected that the productive age community in Ponorogo Regency will have a job because they already have the skills/expertise to work after attending job training. However, the facts on the ground show that the labor force participation rates of the productive age communities in Ponorogo declined from the previous years, on average they became unemployed and became odd jobs.

This study aims to analyze the system of implementing job training, to analyze and critique the implications of job training for productive age communities, and to provide solutions to realize effective and efficient economic job training for productive age community in the UPT Ponorogo Job Training. This study uses a qualitative approach with case study research design. Data collection is done by using in-depth interviews, observations, and documentation. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, conclusions and verification. Checking the validity of the data is done by extension of participation, finding the cycle of data similarity, perseverance of observation, triangulation, checking through discussion, adequacy of references and detailed descriptions. Research informants were Head of Subdivision of UPT Ponorogo Job Training, KKI, job training instructor, and productive age community alumni of job training students at the UPT Ponorogo Job Training.

The results showed that: 1) The system for implementing job training in the UPT Ponorogo Job Training at the selection stage was by psychological test and interview with material that had been determined by the UPT Ponorogo Job Training, during the implementation process the material used is in accordance with the type of vocational: material 20% practice 80%, which is delivered by instructors who are competent in their field and at the end of the job training, BNSP standard competency test is held. 2) The implications of job training include alumni of students knowing the stages in work, increasing knowledge, insight, skills and being able to practice what has been taught by the instructor. However, they have not been able to apply it in the world of work because of the short period of work training, the absence of capital assistance and work assistance. Attitude of students who are not good and the intention from the beginning that has been wrong is also the cause. 3) Job training for productive age community for economic empowerment in the UPT Ponorogo Job Training can be realized effectively and efficiently if after the alumni work training is carried out, students get direct capital assistance and work assistance. Student training alumni can be said to be successful if they have tamkîn (empowered) which includes two categories, namely material and non-material.

ABSTRAK

Kabupaten Ponorogo mempunyai UPT Pelatihan Kerja Ponorogo. Dengan adanya UPT Pelatihan Kerja Ponorogo diharapkan masyarakat usia produktif di Kabupaten Ponorogo memiliki pekerjaan karena sudah memiliki keterampilan/keahlian dalam bekerja setelah mengikuti pelatihan kerja. Tetapi faktanya di lapangan tingkat partisipasi angkatan kerja masyarakat usia produktif di Ponorogo menurun dari tahun-tahun sebelumnya rata-rata mereka menjadi pengangguran dan menjadi pekerja serabutan.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa sistem pelaksanaan pelatihan kerja, menganalisa dan mengkritisi implikasi pelatihan kerja bagi masyarakat usia produktif, dan memberikan solusi untuk mewujudkan pelatihan kerja ekonomi yang efektif dan efisien bagi masyarakat usia produktif di UPT Pelatihan Kerja Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi Reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan keikutsertaan, menemukan siklus kesamaan data, ketekunan pengamatan, triangulasi, pengecekan melalui diskusi, kecukupan referensi dan uraian rinci. Informan penelitian adalah Kasubag UPT Pelatihan Kerja Ponorogo, KKI, instruktur pelatihan kerja, dan masyarakat usia produktif alumni siswa pelatihan kerja UPT Pelatihan Kerja Ponorogo.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Sistem pelaksanaan pelatihan kerja di UPT Pelatihan Kerja Ponorogo pada tahap seleksi yaitu dengan tes psikotes dan wawancara dengan materi yang sudah ditetapkan UPT Pelatihan Kerja Ponorogo, pada saat proses pelaksanaan materi yang digunakan sesuai dengan jenis kejuruan dengan prosentase materi 20% praktik 80% yang disampaikan oleh instruktur yang sudah berkompeten dibidangnya dan diakhir pelatihan kerja diadakan uji kompetensi berstandar BNSP 2) Implikasi pelatihan kerja diantaranya alumni siswa mengetahui tahap-tahap dalam bekerja, bertambah pengetahuan, wawasan, keterampilan serta bisa mempraktikan apa yang sudah diajarkan oleh instruktur. Tetapi belum dapat mengaplikasikannya dalam dunia kerja karena singkatnya masa pelatihan kerja, belum adanya bantuan modal dan pendampingan. Attitude siswa yang kurang baik, dan niat dari awal yang keliru juga menjadi penyebabnya. 3) Pelatihan kerja bagi masyarakat usia produktif untuk pemberdayaan ekonomi di UPT Pelatihan Kerja Ponorogo dapat terwujud secara efektif dan efisien apabila setelah dilaksanakannya pelatihan kerja alumni siswa mendapatkan bantuan modal dan pendampingan secara langsung. Alumni siswa pelatihan kerja dapat dikatakan berhasil apabila dalam dirinya terdapat tamkîn (berdaya) yang mencangkup dua kategori yaitu materi dan non-materi.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Khasanah, Umrotul and Siswanto, Siswanto
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDKhasanah, UmrotulUNSPECIFIED
UNSPECIFIEDSiswanto, SiswantoUNSPECIFIED
Keywords: تداعيات التدريب الوظيفي; مجتمع العمر الإنتاجي; التمكين الاقتصادي; Implications of Job Training; Productive Age Community; Economic Empowerment; Implikasi Pelatihan Kerja; Masyarakat Usia Produktif; Pemberdayaan Ekonomi
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister Ekonomi Syariah
Depositing User: Mohammad Syahriel Ar
Date Deposited: 25 Feb 2019 15:29
Last Modified: 25 Feb 2019 15:29
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/13176

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item